WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Kepala SDN 25 Tuding Komite Sekolah Lakukan Pungli

KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADOSuasana pertemuan orangtua murid SDN 25 Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Kamis (14/2/2013)

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Sekolah Dasar Negeri 25 Utan Kayu Selatan, Matraman, Jakarta Timur, Evi Silviyanti, membantah tudingan yang menyebutkan bahwa sekolahnya melakukan pungutan terhadap para muridnya. Menurutnya, sejumlah dana yang memberatkan orangtua murid merupakan program dari Komite Sekolah demi kegiatan bejalar-mengajar murid.

Ditemui wartawan seusai menggelar pertemuan dengan Komite Sekolah serta orangtua murid, Kamis (14/2/2013) siang, Evi menjelaskan bahwa sekolah hanya menyediakan seragam yang memiliki logo sekolah, yakni baju olahraga, baju muslim, baju batik, serta dasi dan topi. Adapun untuk seragam merah-putih, orangtua murid dipersilakan membelinya di luar sekolah. Selain baju itu, sekolah tak menerima uang apa pun.

"Itu pun sesuai dengan kemampuan orangtua murid, tidak dipaksakan. Malah ada yang anak kelas I masih pakai baju TK," ujarnya.

Berdasarkan catatan tata usaha sekolah, baju tersebut dijual dengan harga berbeda-beda Baju olahraga ukuran besar seharga Rp 70.000 dan ukuran kecil Rp 60.000; baju batik ukuran besar Rp 70.000 dan ukuran kecil Rp 60.000; baju muslim untuk laki-laki dan perempuan Rp 100.000; dan satu set topi-dasi Rp 25.000.

Terkait pungutan tentang pengadaan pot bunga, pembangunan mushala, ruang tunggu orangtua murid, dan gaji petugas keamanan sekolah, Evi menegaskan bahwa hal itu dilakukan atas inisiatif Komite Sekolah. Sekolah hanya mengetahui Komite Sekolah memungut Rp 15.000 dari tiap murid untuk pembangunan ruang tunggu dan menggaji seorang petugas keamanan.

"Kalau uang untuk ruang tunggu dan gaji security memang itu saya ikut bantu cari donatur. Tapi kalau yang pot bunga ini, saya baru tahu sekarang saat rapat orangtua murid tadi," katanya.

Evi pun mengakui kelalaiannya dalam mengontrol Komite Sekolah. Ia menyatakan telah meminta Komite Sekolah untuk berhenti memungut uang kas Rp 15.000 per murid itu. Di sisi lain, Evi akan mencari cara lain agar ruang tunggu orangtua murid dan gaji tenaga keamanan tetap terus berjalan.

Laporan tentang adanya pungutan liar di sekolah tersebut disampaikan oleh sejumlah orangtua murid Sekolah Dasar Negeri 25 Utan Kayu Selatan. Para orangtua itu mengeluhkan adanya pungutan sekolah melalui komite orangtua murid dengan besar pungutan Rp 750.000 per anak.


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (771)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (310)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (214)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (205)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (203)

Pengunjung

    1245459

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner