WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Wawancara Mendikbud Hasil Uji Publik Kurikulum 2013: Banyak yang Identikan Kurikulum dengan Mata Pelajaran

SEJAK 29 November hingga 23 Desember 2012, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melakukan uji publik terhadap kebijakan Pe ngembangan Kurikulum 2013. Ini baru pertama kali dilakukan, sepanjang sejarah kurikulum. Hasilnya memang masih akan diolah oleh tim. Berikut petikan wawancara Mendikbud Mohammad Nuh. 

Bagaimana hasil uji publik yang telah berjalan? 

Alhamdulillah. Semua berjalan baik. Masyarakat meresponnya dengan sangat positif. Berbagai masukan dan komentar dari masyarakat bermunculan, mulai dari peserta didik, orang tua, ahli dan pengamat pendidikan hingga masyarakat awam. Umumnya mereka menyambut baik konsep pengembangan kurikulum 2013. Hampir tidak ada yang menolak terhadap substansi dari kurikulum itu. Masyarakat berharap kuriku lum 2013 dapat benar-benar mendorong pe serta didik, untuk mampu lebih baik dalam me lakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), se bagaimana tujuan awal perubahan kurikulum ini. 

Ada anggapan uji publik hanya basa-basi untuk menyenangkan masyarakat? 

Silahkan menilai itu. Tapi kami memperlakukan berbagai komentar dan masukan itu untuk penyem purnaan terhadap konsep kurikulum yang sudah disiapkan. Kami tidak ingin uji publik hanya sekadar memenuhi keingintahuan publik ter hadap apa yang sedang dilakukan dalam pe ngembangan Kurikulum 2013. Tapi kami ingin menerima masukan yang konstruktif. Ini juga bagian dari upaya masyarakat untuk ikut memikirkan dan memiliki. Itu sebabnya, komentar dan tanggapan masyarakat yang kami terima terbuka dan bisa dibaca bersama, siapa menulis apa dan berkomentar serta berpendapat seperti apa. Semua itu akan diolah oleh tim untuk penyempurnaan dari konsep yang sudah ada. 

Masukan apa yang paling dominan dari masyarakat? 

Banyak yang mengidentikan dan menyeder hanakan persolan kurikulum dengan mata pelajaran. Padahal jika kita bicara kurikulum itu pasti menyangkut empat elemen, yaitu stan dar isi, standar proses, standar penilaian, dan standar kompetensi lulusan. Tapi publik sering menyederhanakannya dengan mata pelajaran. Dari empat elemen itu, yang paling menarik adalah standar kompetensi lulusan. Ingin seperti apa lulusan yang diharapkan? Anak-anak yang mengenyam pendidik bukan untuk kebutuhan sekarang, melainkan masa datang. Untuk itu, harus disiapkan generasi yang kompeten supaya bisa membeli masa depan dengan harga sekarang. Disinilah sesungguhnya kata kunci dalam pengembangan kurikulum 2013 ini. 

Coba jelaskan maksud Anda dengan kalimat membeli masa depan?

Begini, kalau kita mau membeli sesuatu yang dibutuhkan saat ini pada saat ini juga, di pastikan harganya mahal. Tapi kalau kita membeli sebelumnya, dengan kata lain membeli kebutuhan masa depan sekarang, pasti harganya jauh lebih murah. Nah, pendidikan sebagai bagian dari sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan suatu bangsa, harus disiapkan atau dibeli sekarang.Apa yang dipakai untuk mem beli masa depan? Adalah kompetensi, meliputi sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Ini yang dilakukan dalam pengembangan kurikulum 2013. 

Apa mesti diimplementasikan pada tahun 2013? 

Pertanyaan implementasi ini juga mengemuka dalam uji publik. Kami sampaikan implementasi dilakukan bertahap. Butuh waktu tiga tahun. Pada 2013 dimulai untuk SD kelas 1 dan 4, SMP kelas 7, dan SMA/SMK kelas 10. Pada 2014 dilanjutkan kelas 2, 5, 8, dan 11, sedangkan pada 2015 dilanjutkan kelas 3,6,9, dan 12. 

Bagaimana dengan kesiapan gurunya? 

Dalam implementasi tentu bukan hanya guru. Manajemen sekolah dan kesiapan buku, adalah hal yang juga penting. Kurikulum saja tidak cukup. Bagaimana mungkin guru diminta untuk melakukan perubahan yang sangat mendasar kalau dia tidak dilengkapi dengan alat tembaknya. Alat tembaknya buku. Untuk itu dalam hal penyiapan buku, ada dua yang disiapkan, yaitu buku pengangan guru dan buku pegangan siswa. Karena sasaran penyempurnaan kurikulum adalah siswa, maka buku-buku baru sebagai konsekuensi dari penyem purnaan kurikulum tidak boleh menjadi beban masyarakat, beban orang tua. Substansi buku merupakan tanggung jawab Kemdikbud baik untuk buku pegangan guru maupun siswa. Soal kesiapan guru, pada tahap awal tidak melibatkan semua guru, hanya guru-guru yang mengajar di kelas pilihan saja yang diprioritaskan. Sekitar 350.000 guru disiapkan dengan sistem master teacher. [***/info]

sumber : Harian Seputar indonesia


Komentar :

No Komen : 1
Fakhruroji :: 31-12-2012 09:59:53
Subhanallah, semoga ke depan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju dalam segala bidang. Amin.
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (772)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (313)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (217)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (211)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (205)

Pengunjung

    1300468

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner