WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
kumpulan Opini Guru Dalam Uji Publik Kurikulum 2013 bagian 24 lanjutan

  • huriahrachmah Jawa barat, 13 Dec 2012
    Menurut saya mata pelajaran wajib di tingkat dasar adalah IPA. IPS. MATEMATIKA. PENJAS. AGAMA. Baru dari situ dpt dikembangkan KETERAMPILAN berbahasa... bernegara... berbudipekerti... berpikir kritis... berketerampilan sosial... berbahasa Inggris... berseni budaya...dan akrab dengan teknologi dan informasi. Misalnya dalam pelajaran IPS dalam menyampaikan materi guru menggunakan bahasa Indonesia yg baik dan benar... mengajarkan sikap menjadi warga negara yg baik dan berkarakter dgn contoh-contoh nyata... anak dapat dibawa jalan2 dilingkungan sekitar.. sambil diperkenalkan kosa kata baru... ditunjukkan mana perilaku baik mana yg tidak baik misalnya yg menyebrang sembarangan dengan yg menggunakan media penyebrangan. Dibutuhkan pembiasaan... bukan sekedar materi... Dibutuhkan contoh... bukan sekedar bicara...
  • isrardtk@gmail.com Sumatera utara, 12 Dec 2012
    melihat adanya mata pelajaran yang dihilangkan atau di integrasikan ke mata pelajaran lain tetntu depdikbud juga membuat program alih fungsi guru bekerjasama dengan LPTK sehingga guru TIK yang masih baru lebih komit dalam melaksanakan tugas tugasnya
  • fauzin Jawa tengah, 12 Dec 2012
    1. Sepakat TIK diintegrasikan pada tiap mapel, alasanya TIK adalah sebuah sarana dan alat saja untuk mencapai tujuan. TIK disekolah lebih kepada sarana penunjang pembelajaran sehingga TIK nantinya tepat guna dan tidak bebas dari Nilai. bila TIK tersendirikan maka TIK akan jauh dari nilai-nilai meskipun sudah ada pendidikan Nilai dan Karakter akan tetapi kenyataanya hanya formalitas saja. 2. Pendidikan Agama dan PPKn selain tersendirikan juga sebaiknya integratif pada tiap mapel, mengapa? Agama dan Pancasila adalah lebih pada pembinaan Rohani dan Akhlak, tidak sekedar kecerdasan akal tapi kecerdasan Spiritual dan Emosional. 3. Guru TIK sebaiknya menjadi konsultan IT bagi siswa dan guru dalam rangka mencapai sasaran pembelajaran.
  • dewe Sumatera barat, 12 Dec 2012
    Rata rata sekarang anak sekolahan malas berolahraga, tolong dipikirkan supaya olehraga menjadi kebutuhan (dicintai) oleh anak-anak, tq.
  • tri mei handayani, s.s.,m.pd., m.hum. Jawa timur, 12 Dec 2012
    Di SMP permasalahan guru TIK dan guru mapel yang belum tentu paham TIK. Jika mau dipaksakan penetrasi TIK dalam pembelajaran ini memang sah-sah saja dengan dasar amanah UU. Namun perlu dipikirkan skenarionya mengingat begitu banyak guru mapel yang belum bersahabat TIK (hanya mengenal saja). Sekali lagi, jika dipaksakan hal ini perlu waktu. Akan kah permasalahan ini akan sejalan dengan schedule pelaksanaan kur baru ini 2013? Pemanfaatan guru TIK yang ada adalah jawabnya. Di SMA mapel wajib dan pilihan, why not? I’m so curious about that.
  • nadir Sumatera barat, 11 Dec 2012
    Ass. Yth, Bapak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, saya salah seorang guru TIK SMP memohon agar mata pelajaran TIK tetap dipertahankan dan jangan dihapus pak. Kalau dihapus akan menimbulkan masalah baru antara lain : 1. kami guru TIK akan dikemanakan Pak ? apa kami ini di mutasi ke struktural atau mengajar mapel lain ? sehingga kami guru TIK merasa tidak jelas jobnya lagi. 2. Siswa SMP merupakan usia remaja awal yang perlu di ajarkan bagaimana menggunakan TIK dengan baik. saya yakin dengan dihapusnya TIK siswa SMP akan menggunakan TIK seenaknya dan lebih banyak orientasinya kepermainan atau game dan melupakan bagaimana mengolah informasi dan menggunakannya dengan baik. apalagi siswa di daerah yang tinggal dipinggiran yang belum akrab dengan TIK pastinya memegang dan menggunakan mouse saja mungkin mereka tidak bisa. apa mungkin guru mapel lain itu mau mengajarkan cara menggunakan mouse dan alat-alat lainnya ? sementara guru mapel lain pun dituntut untuk mengajar materinya dengan menerapkan TIK yang saya pikir tidak semua guru di Indonesia mampu menggunakan TIK dalam pembelajaran Pak. 3. kalau memang jadi TIK di integrasikan ke semua mapel, terus siapa yang mengajar guru mapel lain itu untuk mampu menerapkan TIK dalam pembelajarannya. apa guru-guru tersebut di suruh les komputer atau private pak ? kesimpulannya sangat tidak tepat mapel TIK di hapus pak dan tolong dipertimbangkan. kalau jadi TIK dihapus sungguh membingungkan dan sungguh terlalu... akhir kata assalamualaikum wr wb.
  • sri sukarmi Jawa tengah, 11 Dec 2012
    Jika mapel TIK dihapus, dan menjadi media pembelajaran semua mata pelajaran bagaimana siswa belajar TIK. Dan bagaimana dengan guru-guru TIK di SMP ?
  • encesutisna Jawa barat, 11 Dec 2012
    Setuju jika kurikulum sekolah dasar lebih bersifat holistik dan integratif, akan tetapi harus ada perbedaan fokus antara kelas rendah (1 - 3) dengan kelas tinggi (4 - 6). Untuk kelas rendah lebih baik materi membaca, menulis dan berhitung (calistung) yang dijadikan fokus.
  • kasman mappa Sulawesi selatan, 11 Dec 2012
    Saya sulit komentar kalau hanya kulit luarnya saja, hanya alasan-alasan klasik kenapa kurikulum berubah, krn perubahan jaman dsb, jadi yang benar tolong tampilkan SK dan KD kurikulum baru semua mata pelajaran terutama tingkat Sekolah Dasar krn saya guru SD dan rekan-rekan lain guru SD bisa menanggapinya, tampilkan contoh RPP lengkap silabus krn kls 4-5-6 sdh berbentuk tematik sekali lagi kirimi saya SK atau SI dan KDnya di alamatku kasmanmappa@yahoo.co.id saya mohon kepada pak menteri agar saya diikutkan pd sosialisasi ataupun pelatihan kurikulum 2013 di kota tempat mengajarku trimsbyk
  • pakhadi Dki jakarta, 11 Dec 2012
    Proses pembelajaran dengan pendekatan sains, PENALARAN dan keTUHANan YANG MAHA ESA.
  • endangme Jawa barat, 11 Dec 2012
    Sebuah fakta, betapa masih banyaknya guru SMP/MTs gagap teknologi. Lihatlah kasus UKG. Jika TIK di SMP/MTs hanya sebagai sarana pada berbagai mata pelajaran, tidak secara khusus diajarkan dalam satu mata pelajaran, dapatkah semua guru melakukanya? Padahal kemampuan menggunakan TIK sangatlah penting bagi siswa yang hidup di masa sekarang dan masa datang. Terutama harus diajarkan secara khusus bagaimana mereka bersikap selektif dalam menerima informasi dan menggunakan TIK, jangan sampai mereka mencari sendiri yang akhirnya akan menjadi korban sampah informasi
  • nasruddin Sulawesi selatan, 11 Dec 2012
    Jika TIK menjadi media pembelajaran bagi semua mata pelajaran, sudahkan pihak pemerintah melakukan uji kelayakan tentang kompetensi TIK semua guru ? Sudakah balitbang kementerian pendidikan pendidikan dan kebudaya melakukan survei tentang fasilitas TIK yang ada di sekolah ? Kalau belum, waktu yang masih tersisa 6 bulan agar balitbang atau yang berwenang untuk itu segera melakukan cek and ricek ke semua sekolah. Sebab kalau tidak, TIK akan menjadi mata pelajaran yang terkubur dengan nisan bertitel kurikulum 2013.
  • diah muslichdah Dki jakarta, 11 Dec 2012
    Materi TIK yang sekarang , khususnya SMP memang tdk lg relevan dgn jaman, anak2 kita lahir, hidup n besar di era digital tp kurikulum TIK SMP misalnya hanya membahas pengolah kata, angka, dll . Jangan hapus TIK tapi ganti kurikulumnya, up grade kemampuan guru TIK, sehingga siswa kita punya skill (mampu mendesain web misalnya)
  • krysna Jawa timur, 10 Dec 2012
    Jika mata pelajarannya ada yang dikurangi, bagaimana nanti dengan guru yang sudah sertifikasi, tentu mengatur lagi pembagian jam agar bisa terpenuhi 24 jam. Jika sekolah yang ada di kota besar dengan jumlah kelas yang banyak hal tersebut bukan menjadi penghambat, tetapi untuk sekolah pinggiran akan kesulitan mengatur alokasi jam mengajar.
  • pitoyo Jawa tengah, 10 Dec 2012
    saya hanya menggaris bawahi masalah penambahan jam pelajaran. Perlu deskripsi yang jelas tentang hal yng disebut jam pelajaran, dan pemahaman ini sampai ke semua sekolah2. Saya khawatir di sekolah2, penambahan jam pelajaran hanya diartikan sekedar dari yng semula pulang jam 2 mjd jam 3.

 

  • qimal Jawa timur, 10 Dec 2012
    Bapak menteri yang terhormat kurikulum 20013 merupakan kelanjutan dari kurikulum 2004 yaitu kurikulum KBK, kalau bapak menghapus TIK maka kompetensi yang diajarkan kepada siswa tidak akan maksimal guru mapel yang lain tidak akan mampu mengajarkan TIK dan tidak akan sempat mengajarkannya maka apabila Bapak bersikokoh menghilangkan TIK agar kompetensi KBK tidak mandek yang sarankan mapel TIK menjadi PTD (Pendidikan Teknologi Dasar) yang didalamnya ada muatan TIK dan Teknologi dasar yang lain sehingga benang merah tetap ada apalagi kebutuhan pembelajaran berbasis tik nilainya untuk sarana dikelas sangat tinggi
  • mas odjie Di. yogyakarta, 10 Dec 2012
    Apakah dengan meniadakan Mata Pelajaran TIK bisa menjamin sistem pendidikan kita jauh lebih baik, sementara kedepan kita dihadapkan dengan perkembangan ilmu tekhnologi yang semakin canggih. Menjadi sebuah ironi dan memprihatinkan apabila anak-anak kita pada akhirnya nanti mengalami gagap tekhnologi hanya karena tidak menerima materi TIK di sekolah.
  • vytry Sumatera barat, 10 Dec 2012
    Kurikulum 2013??...Posisi guru TIK dikemanakan? Bpk yg terhormt...sy slah st guru mapel TIK...Untuk mapel TIK diharapkan jgn ditiadakan...cukup kurikulum Mapel TIK lebih disempurnakan lagi...saya setuju TIK diintegrasikan keseluruh mata pelajaran..tapi knapa malah TIK yg jadi KORBAN...dilihat praktek dilapangan apakah semua guru Mapel bisa menggunakan ICT dalam pembelajarannya...toch..untuk saat ini sarana prasarana masih kurang memadai terutama untuk daerah2 seperti di wilayah kami..dilihat pada saat sekarang masih banyak guru2 yg belum bisa menggunakan ICT dengan sempurna...untuk itu saya harapkan kepada Bpk2 untuk mentelaah kembali rancangan kurikulum 2013 ini...terimaksih!
  • ayatollahhidayat Sulawesi selatan, 10 Dec 2012
    Hasil pengamatan di kelas ternyata mata pelajaran IPA itu adalah mata pelajaran tervaforit jika dibandingkan dengan mata pelajaran lain, mohon jangan menghilangkan mata pelajaran IPA ini karena juga merupakan pata pelajaran dasar. Pilihan Opsi kedua (Slide 42) yakni Pemisahan IPA kelas IV-VI kayaknya yang paling tepat.
  • yogirenhil@ymail.com Banten, 10 Dec 2012
    TIK SMP dihapus,,,, ???? Sangat aneh sekali,, kebiasaan lama terulang kembali, setiap mau habis jabatan pastinya ingin merubah kurikulum,,,,, padahal kurikulum yg sekarang saja belum dilaksanakan dengan baik, eh..sekarang mau di rubah lagi,,, aneh !!! Dulu mata pelajaran TIK harus ada di disetiap sekolah, sehingga setiap sekolah memasukan TIK ke dalam MULOK,,. Pada era KTSP TIK menjadi mata pelajaran wajib dan masuk dalam kurikulum, eh,,, sekarang mau di hapus,, sungguh aneh,,,, ini suatu kemunduran bagi bangsa kita,, sebaik nya TIK tetap berdiri sendiri walaupun diintegrasikan ke semua Mapel yang lain, tetapi tidak dihapus, malah lebih bagus diadakan UN ( Ujian Nasional ) TIK. Kalau seandainya TIK jadi dihapus,,, mau dikemanakan nasib guru TIK yang sudah disertifikasi,,, ????? apakah guru tersebut bebas tugas tetapi tetap dapat tunjangan,,,,,???????
  • syaniz Jawa timur, 9 Dec 2012
    TIK menjadi media semua mata pelajaran maka di setiap kelas di semua sekolah harus dilengkapi dengan sarana TIK yang memadai, sepertinya baru di sekolah RSBI yang bisa melaksanakan.
  • Sunar Banten, 9 Dec 2012
    Penambahan jmlh jam pelajaran pada SD dan SMA bukan elemen perubahan krn pada ktsp 2006 menurut standar isi satuan pendidikan memang boleh menambah jam belajar maksimal 4 JP. Jd, hanya jenjang SMP yg ada perubahan jam pelajaran.
  • devipopi Jawa barat, 9 Dec 2012
    Setuju dengan penambahan jam, agar guru dapat leluasa menyajikan pembelajaran dengan pendekatan yang sesuai dengan hakikat pembelajarannya. Pengembangan diri dalam setiap mapel di SMP harus jelas arahnya
  • masis_kandar Jawa tengah, 8 Dec 2012
    Sebaiknya mapel TIK SMP tidak dihilangkan , tetapi Standar Kompetensi ,Kompetensi Dasarnya yang di perbaharui... disesuaikan dengan perkembangan TI. Contoh multi media , desain grafis , belum diajarkan di SMP .. sebaiknya perlu disampaikan di tingkat awal...
  • mgbk Jawa barat, 8 Dec 2012
    Deskripsi pd SMP, dlm pengembangan diri terintegrasi pd setiap mapel & ekkstrakurikuler, berarti kedudukan guru BK tdk ada,tdk jelas,& mau dikemanakan Guru BK( MGBK kab.Bekasi)
  • marjono27 Jawa tengah, 8 Dec 2012
    Sangat setuju jumlah mata pelajaran dikurangi dari 10 menjadi 6. Di kelas 4, 5, 6 dikembangan Tematik, cocok dengan perkembangan pesdik yang masih holistik
  • JUNAIDI Jawa timur, 8 Dec 2012
    Bagaimana nasib kami guru TIK yang sudah tersertifikasi ? Apa harus kuliah lagi ?
  • indra_p Dki jakarta, 8 Dec 2012
    TIK tidak berdiri sendiri sebagai mapel? lalu bagaimana nasib infrastruktur sekolah yang telah berusaha untuk membuat LAB dengan biaya yang sangat besar, bagaimana nasib guru TIK nya? apakah kementerian sudah memikirkan dampaknya ketika kurikulum ini dijalankan. siapkah seluruh guru mapel melakukan ini. tidak usah terlalu jauh didaerah, di DKI tepatnya Ibu Kota, guru yang menguasai IT dan menggunakannya dalam media pembelajaran masih sangat rendah, jangankan menggunakan IT sebagai media pembelajaran, mengolah nilai secara komputerisasi saja mereka membutuhkan guru TIK untuk menginput nilai. ini jelas suatu kemunduran. alangkah baiknya pengambil kebijakan memikirkan kembali dan tetap menjadikan TIK sebagai mata pelajaran Mandiri.
  • sutrisnots Sulawesi tengah, 7 Dec 2012
    saya setuju kalau tik diintegrasikan ke semua mapel,karena memang begitu tuntutan globalisasi.tetapi tdk seharusnya tik dihapus sebagai mapel yang berdiri sendiri.masalahnya (khususnya didaerah), blm semua guru menguasai tik.tik berdiri sendiri aja masih banyak kendala, apalagi dihapus.kalaupun diintegrasikan, blm tentu jg siswa dan guru paham TIK.Kendala dilapangan nantinya jadwal penggunaan lab komputer jika masing-masing guru akan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran.Tp sy yakin para penyusun kurikulum punya rencana dan strategi yang positif
  • eros Jawa timur, 7 Dec 2012
    1). Saya sepakat dengan pengurangan mata pelajaran dan penambahan jam pelajaran 2). kalau pengembangan diri terintegrasi pada setiap mata pelajaran akan menambah beban guru...sementara menjalankan proses pembelajaran sangat terbatas waktu...persoalannya berapa jam penambahan setiap mata pelajaran per minggunya? kalau signifikan tidak jadi soal. 3) Kalau hanya penambahan 2 JP/minggu sangat kurang...pelajaran wajib dan pilihan...untuk wajibnya lebih baik bidang studi ciri khas jurusan saja 4) untuk SMK...saya sangat sepakat.
  • taufik Kalimantan timur, 7 Dec 2012
    TIK menjadi media semua mata pelajaran itu betul, sangat tepat. Tapi... yang sebenarnya terjadi di lapangan masih banyak guru yang belum bisa menguasai TIK, hal ini salah satu penyebabnya karena "TIDAK ADANYA MOTIVASI" untuk mau menggunakan TIK dalam pembelajaran. Nah... sementara itu bagi siswa pada sekolah RSBI, TIK merupakan suatu materi yang harus mereka kuasai sebagai wujud keinternasionalan dalam hal menguasai teknologi. Dan sebenarnya tidak hanya siswa pada sekolah RSBI, siswa sekolah lainpun harus bisa menguasai TIK sebagai pintu menuju pembelajaran mandiri (siswa aktif). OK BOS!
  • frangkismo Sulawesi utara, 7 Dec 2012
    Wah ini sih kemunduran kalau TIK "digusur" dari struktur kurikulum. Sebaiknya tetap dipertahankan sebagai mapel pilihan. Usul saya, kita lebih spesifik lagi untuk pelajaran ini kita ganti dengan Pelajaran Ilmu Komputer, karena tuntutan saat ini seseorang harus mampu mengoperasikan dan menjalankan aplikasi-aplikasi pada komputer.
  • candrayana Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Siswa SMP masih membutuhkan mata pelajaran TIK, meskipun selama ini proses pengajarannya masih bersifat teoritis. Ya saya berharap mapel TIK di lingkungan SMP/SMA tidak dihapus.
  • otomuch Jawa barat, 7 Dec 2012
    Bagai mana bisa lulusan SD yang melanjutkan ke SMP harus bisa membuat laporan, membuat surat, menggambar menggunakan komputer, jika tidak di ajarkan di SD nya. Siswa harus bisa mengakses internet mengirim tugas melalui e-mail mengunduh bahan pelajaran atau tugas dari guru jika mereka tidak di ajar secara khusus. Anak SMP saja bila tdk diajarkan/ mempunyai komputer di rumah nya sendiri, menggerakkan most saja tidak bisa apalagi memakai program sederhana seperti word atau excel. Indonesia itu bukan jakarta, lihat di kota-kota kecil apakah mereka di biarkan tidak bisa komputer sampai tamat SMA ? TIK memang bukan hanya komputer tapi di dalamnya banyak hal yang berhubungan dengan teknologi dan komunikasi, semua itu tdk lepas dari komputer. Menurut saya TIK itu banyak berhubungan dengan kemajuan teknolgi jaman sekarang, install TV pake inet, HP mau ngisi lagu/film pakai kompi, jaringan satelit pakai kompi, buat game saja pakai kompi. Pertanyaan saya bagai mana mengintegrasikan TIK kedalam pelajaran, bila TIK nya sendiri tidak diajarkan, Apakah semua guru wajib mengajarkan TIK pada pelajarannya....habis dong waktu pelajarannya, karena lebih sibuk mengajarkan TIK nya....makasih
  • idrisharta Di. yogyakarta, 7 Dec 2012
    Sepertinya draft ini disusun tidak berdasarkan kajian yang mendalam terhadap apa yang terjadi dilapangan. Menurut pengamatan saya, prinsip yang terkandung pada beberapa permen: 22, 23, dan 41 misalnya, sdh sangat ideal. Masalahnya para guru termasuk kepala sekolah tidak memiliki keterampilan untuk menerapkannya. Mengapa demikian? Jawabnya karena para guru tidak diberi kesempatan berlatih secara komprehensif. Sebagai contoh, pendekatah tematik telah ada pada kurikulum 2006. Masalahnya tematik yang dilaksanakan oleh guru (berdasarkan pengalaman menjadi instruktur plpg) sebenarnya bukan tematik. Andaikan mereka terlatih, akan lain ceritanya. Jadi, latih para guru, BUKAN ganti kurikulum.

 

  • bambang.askn@yahoo.com Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Pertimbangan apa yang mendasari secara umum katanya sesuai dengan kebutuhan tetapi TIK(Komputer) justru dihilangkan ?. Apa siswa tidak boleh belajar, hanya gurunya saja
  • alfiandri Sumatera barat, 7 Dec 2012
    Dengan adanya pengurangan mata pelajaran akan dihadapkan kepada masalah guru TIK yang telah diangkat dan telah disertifikasi di "kemana" kan? dan akan lebih bagus lagi jika dipakai sistim SKS dan moving class
  • choiri1112@gmail.com Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Jenis keahlian di SMK perlu dipadatkan sehingga tidak tumpang tindih satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini perlu dianalisis betul kebutuhan kompetensi di dunia kerja, sehingga dapat ditetapkan jenis keahlian yang pas. Mapel produktif harus disesuaikan dengan kebutuhan riel dunia kerja saat ini. Hal-hal yang sudah rinci tidak perlu dirinci-rinci lagi karena akan mempersempit jam pembelajaran.
  • untari Jawa tengah, 7 Dec 2012
    bapak mentri pastinya bijak menyikapi nasib guru TIK dan guru Bahasa Daerah.......
  • mangidotua Riau, 6 Dec 2012
    saya sangat bingung apakah dalam penyusunan kurikulum ini mengkaji juga nasib para guru mapel tik, terutama yang honor dan sudah sertifikasi dan mau sertifikasi, mau diapakan kami pak. kalau negara ini tidak melindungi hak hak warga negaranya, dimana keadilan sosial yang tercantum dalam butir pancasila kita. tolong dipikirkan mau diapakan kah kami kelak?
  • dedirahmathidayat@yahoo.com Jawa barat, 6 Dec 2012
    Pertimbangkan lagi untuk menambah jam pelajaran, untuk bahasa Indonesia tidak terlalu penting untuk ditambahkan apalagi untuk daerah perkotaan, bahasa Inggrispun sudah terintegrasi dengan semua pelajaran, jadi untuk sekolah yang memang butuh penambahan jam pelajaran dapat dilakukan dengan pelajaran tambahan, demikian juga dengan ekstra kurikuler yang terpenting adalah pelaksanaannya yang kadang terbentur dengan siswa yang sedikit sehingga berimbas dengan dana bos, sedangkan pungutan tidak diperbolehkan sehingga menghambat kemajuan siswa.
  • youlnh Sumatera barat, 6 Dec 2012
    Saya setuju sekali dengan struktur kurikulum SMA seiring usulan : 1. Mata pelajaran agama dikembalikan ke surau/ langgar/masjid/pesantren atau sejenisnya. Sekolah hanya menunggu nilai saja dari guru-guru ngaji tersebut. 2. Mata pelajaran seni dan penjaskes menjadi mata pelajaran pilihan di samping kelompok mata pelajaran IPA, IPS dan Bahasa. 3. Penjurusan dilakukan di awal tahun dengan di dahului oleh tes penempatan. 4. Penilaian pada kelompok mata pelajaran kepribadian HANYA AFEKIF, kognitif hanya sebagai pendukung. wassalam.
  • dad murniah Dki jakarta, 6 Dec 2012
    kata matapelajaran pada kolom elemen seharusnya ditulis mata pelajaran. Kata "Industri" pd kolom SMK butir 3 seharusnya huruf "i" awal kecil. Pada butir ke-4 kolom SMK kata mata pelajrn seharusnya mata pelajaran.
  • dindin Jawa barat, 6 Dec 2012
    Kalau TIK dijadikan sebagai media semua pelajaran, yang sebelumnya juga sudag dijalankan. Bagaimana nasib guru TIK??? apakah harus mengajar para guru yang sudah pada bisa.... sedangkan untuk siswa sendiri tidak ada mata pelajaran TIK. jadi Guru TIK NGANGGUR!!!! Bagaimana nasib Kami Guru TIK dan sudah mendapatkan Sertifikat Sertifikasi Guru TIK???
  • djarot Jawa barat, 6 Dec 2012
    Usulan 1 : jam pelajaran boleh bertambah tapi hari Sabtu siswa libur dan tidak boleh ada kegiatan ekstra kurikuler di hari Sabtu. Usulan 2 : jam pelajaran JANGAN ditambah supaya sore hari bisa utk kegiatan ekstra kurikuler.
  • draw Sumatera utara, 6 Dec 2012
    Setuju dengan penggunaan TIK di setiap Mapel, Sudah sepatutnya bangsa ini "melek tekhnologi", tapi tidak mesti menghapus pelajarannya skalian. Karena TIK bukan hanya mengenal program pengolah kata(word) atau pengolah angka(excel). TiK lebih luas dari itu. RJ45 Kabel UTP atau mungkin Uji Publik Pengembangan Kurikulum 2013 Siap Menjerumuskan Pendidikan Nasional Ke Jurang Terbawah (function() { var a=window,b="jstiming",d="tick";var e=function(c){this.t={};this.tick=function(c,p,h){h=void 0!=h?h:(new Date).getTime();this.t[c]=[h,p]};this[d]("start",null,c)},f=new e;a.jstiming={Timer:e,load:f};if(a.performance&&a.performance.timing){var g=a.performance.timing,j=a[b].load,k=g.navigationStart,l=g.responseStart;0=k&&(j[d]("_wtsrt",void 0,k),j[d]("wtsrt_","_wtsrt",l),j[d]("tbsd_","wtsrt_"))} try{var m=null;a.chrome&&a.chrome.csi&&(m=Math.floor(a.chrome.csi().pageT),j&&0
  • deka Sumatera selatan, 6 Dec 2012
    Sebagai bagian dari llmu terapan, sudah sewajarnya pendidikan berkembang sesuai dengan perubahan sosial kemasyarakatan serta teknologi yang ada. Namun dari telaah saya sebagai orang awam, pemerintah tidak menjelaskan secara rinci sehingga menimbulkan berbagai polemik yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah bagaimana nasib guru TIK yang (dari telaah saya) mata pelajarannya dihapuskan. Kemudian ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya: 1. Sebagaimana yang telah dijelaskan oleh beberapa teman sebelumnya bagaimana menstandarisasi kompetensi dan kualifikasi para guru. Sebagai contoh guru yang berasal dari daerah memiliki keterbatasan, namun pada kurikulum baru (Slide 24) Guru SMP dituntut untuk memanfaatkan TIK sebagai media semua mata pelajaran... Hal ini akan menimbulkan persoalan baru apakah sar-pras sekolah telah memenuhi kriteria ini? Apakah kompetensi guru (secara nasional) sudah memenuhi ketercapaian yang diharapkan? Kemudian bagaimana dengan guru TIK? Apakah mereka menjadi operator pengembangan media di sekolah atau ada solusi lain yang ditawarkan oleh pemerintah?? Untuk saya pribadi belum ada kejelasan mengenai hal ini. 2. Pada rencana kurikulum SMA ada wacana mata pelajaran wajib dan pilihan. Secara pribadi saya mendukung hal ini, karena pengelompokan ilmu IPA/IPS/Bahasa selama ini terkesan dipaksakan dan menu pembelajaran sudah disediakan dan harus "dimakan mentah" oleh siswa tanpa memikirkan kebutuhan siswa. Namun hal ini menimbulkan pertanyaan baru. Tanpa membandingkan jurusan satu dengan yang lain, IPA menjadi jurusan yang memiliki peminat yang cukup banyak. Jika kurikulum ini dilaksanakan apakah ketersedian guru cukup? bagaimana dengan kualifikasi guru? Apakah pola pendidikan akan kembali "mirip" ke tahun 80-an ketika jurusan masih dalam bentuk mata pelajaran?? Banyak pertanyaan yang muncul dari kurikulum baru ini. Saya berharap proses sosialisasi yang ada mampu menjembatani perbedaan konsep, kepentingan dan persepsi yang ada. Apapun keadannya, semua orang disini berada dalam satu perahu yang sama dengan tujuan memajukan pendidikan Indonesia. Best Regads
  • darso Sumatera selatan, 6 Dec 2012
    Tolong dicarikan solusi untuk guru mapel TIK. Apalagi ybs. sudah sertifikasi, yang harus memenuhi yam mengajar 24 jam. Bila mapel TIK dihilangkan, bagaimana nasib guru tsb.
  • dody setiawan Dki jakarta, 6 Dec 2012
    Jika di tingkat SD ada mapel yang digabung/dihilangkan mungkin tidak terlalu berpengaruh karena yang mengajar guru kelas ( kecuali mapel B. Inggris, Penjas, P. Agama), tapi kalau pengurangan / penyatuan mapel ada di tingkat SMP/SMA/K maka akan menimbulkan masalah pada guru bidang studi yang dimaksud, APAKAH SUDAH JADI KEBIASAAN PEMERINTAH MENGATASI MASALAH DENGAN MASALAH, MENGEDEPANKAN KURIKULUM DAN MENGORBANKAN GURU. JELAS YANG JADI KORBAN PERTAMA ADALAH GURU, MARI PARA GURU JANGAN MAU JADI KORBAN KEBIJAKAN. tolong sosialisasi dulu, baru diterapkan.
  • slamslam Jawa timur, 5 Dec 2012
    Kalau memang tik dihapuskan, maka kasihan guru tik yang sudah tersertifikasi. Hal ini memang aneh, dulu pemerintah memaksa membuat mata pelajaran TIK, yang pada saat itu tidak ada satupun LPTK yang menghasilkan lulusan sarjana pendidikan TIK. sekarang mau dihapus? Mohon ada kebijaksanaan dan kebijaksinian yang betul-betul bijkasana.
  • pakwo Di. yogyakarta, 5 Dec 2012
    "Ini Baru Sosialisasi, Jangan Khawatir untuk para guru nanti ada PERATURAN yang menyertai, tidak akan merugikan hak-hak SERTIFIKASI GURU..." (Sosialisasi Kurikulum 2013-UNY-01 November 2012).
    Buktikan ya pak Menteri ! Jangan Jadi Nila Setitik ! Sungguh Berat Memikul Amanah! Salam buat pak Boediono dari Guru-guru TIK JOGJA...
    "Ketika Hidup Memberi Kata TIDAK atas apa yang kita INGINKAN, Percayalah... TUHAN akan selalu memberi kata YA atas apa yang kita BUTUHKAN”
  • fxcahyor72 Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Kalau mapel TIK menjadi sarana pembelajaran pada semua mata pelajaran saya tentu sangat setuju sekali, tetapi tidak berdiri sendiri alias mapel khusus TIK dihapus?bukankah seiring dengan perkembangan & tuntutan jaman serta misi pendidikan yang ingin dicapai di Indonesia yaitu Pendidikan berbasis Tehnologi Informasi justru seharusnya mapel TIK menjadi mapel wajib?mohon bapak menteri dan para perumus mempertimbangkan dan juga memikirkan nasib kami-kami para guru TIK, apalagi guru honor di sekolah swasta seperti saya ini, yang tidak memiliki jaminan apapun seandainya terjadi pemutusan hubungan kerja karena mapel TIK dihapus,, :(
  • Cah Bagus Sumatera selatan, 5 Dec 2012
    Saya sangaaaaaaaat setuju kalau TIK itu dijadikan media semua mata pelajaran tapi jangan dihapus dong mata pelajaran itu, dibuat independen saja siswanya masih cengah cengoh apalgi diintegrasikan
  • rafmawan Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan Sains? Bagaimana nanti teknis pelaksanaannya apakah guru bisa mengadopsi ini? Apakah nanti tidak akan menjadi bias dan permasalahan baru?? Jumlah mata pelajaran dikurangi tapi jam pelajaran ditambah. Dampaknya apa? Apakah Bab pelajaran ditambah? bagaimana pengaturan porsinya ketika nanti IPA, IPS dan Bahasa dilebur. Lihat saja kurikulum sekarang, bagaimana melakukan blend (peleburan) dari bahan-bahan tersebut menjadi satu pelajaran. Detailnya yang saya khawatirkan tidak akan mencapai sasaran yang diinginkan.
  • wawan Jawa timur, 5 Dec 2012
    bapak pemerintah yang terhormat mohon dengan sangat MAPEL TIK SMP jangan di hapus biarkan seperti sekarang, saya masyarakat awam yang bergerak dalam lsm peduli pendidikan amat disayangkan apabila mapel TIK SMP dibubarkan aliar menjadi media saja, anak anak masih sangat membutuhkan MAPEL TERSEBUT karena zaman sudah edan akibat carut marut teknologi inforfmasi
  • Guru TIK Jawa tengah, 5 Dec 2012
    WAH-WAH, KALAU MAPEL TIK tingkat SMP/MTs diintegrasikan kesemua mapel berarti GURU TIK jd GURUnya para GURU mapel laen dong? Nanti yang pinter TIK gurunya, trs siswanya pada salah arah dalam penggunaan TIK, bukannya PERANAN GURU TIK tingkat SMP/MTs itu mengarahkan peserta didik yang sudah mengerti TIK agar tidak salah arah? Contohnya anak bisa komputer tanpa diajari, tapi siapa yang mau mengarahkan mereka2 (peserta didik) untuk menggunakan TIK yang benar dan lebih bermanfaat? JAWABNYA adalah GURU TIK melalui MATA PELAJARAN TIK tentunya. Jadi Mapel TIK HARUS TETAP BERDIRI SENDIRI JADI MAPEL UTAMA TERFOKUS PADA PENGARAHAN PENGGUNAAN TIK (PRAKTEK) agar peserta didik lebih tahu manfaatnya. Diarahkan pada mapel TIK aja msh ada yang buka2 situs terlarang apalagi mapelnya akan dihapus? Semakin tambah pelanggaran2 penggunaan TIK tentunya. Sebaiknya kandungan isi kurikulum untuk mapel TIK itu yang lebih disempurnakan, tidak malah dihilangkan. BRAVO Teknologi dan Pendidikan.
  • qimal Jawa timur, 5 Dec 2012
    Dihapusnya Mapel TIK tingkat SMP perlu pengkajian kembali, kurilulum yang sekarang sedang berjalan TIK sudah merupakan kewajiban dalam pembelajaran karena pelaku adalah guru namun kenyataan yang ada guru yang memberlakukan pembelajaran berbasis TIK masih sedikit sekali prosentasenya, terutama sekolah yang berada di wilayah pedesaan, sedangkan Mapel TIK keperuntukannya adalah untuk siswa yang notabene siswa yang berada dibawah garis perkotaan masih terlalu banyak yang gaptek, ini tidak selaras dengan era yang sekarang disebut era informasi, TIK hanya sebuah media pembelajaran bukan sebuah tranformasi ilmu kepada siswa bagaimana mungkin mampu sorang guru mapel yang lain untuk menjelaskan tentang hakekat TIK kepada siswa sementara guru itu sendiri masih terlalu banyak yang gaptek atau pegang mouse saja tidak bisa, selain itu filosofi Mapel TIK pada tingkat SMP akan banyak membantu pada siswa baik secara kompetensi yang akan menunjang didalam pembelajaran yang lain. bukan hanya itu pembekalan IT seharusnya sudah diperkenalkan kepada anak sejak pendidikan usia dini, sebagai masukan pula bahwa yang perlu direnovasi bukanlah content mata pelajaran melainkan bagaimana guru mengajarkan kepada siswa, pada tataran bawah masih terlalu banyak guru yang sistem pembelajarannya masih menggunakan metode konvensional CTL (catat tinggal lungo), namun yang perlu direnonasi adalah mindset para guru dalam sistem pembelajaran tanpa itu sebaik apapun kurikulum yang dikeluarkan oleh pemerintah maka hasilnya akan tetap.
  • hamiprabowo Jawa timur, 4 Dec 2012
    (SMA) Harus dipastikan bahwa pada saat proses pemilihan mata pelajaran siswa benar-benar tahu mata pelajaran mana yang mau mereka pilih bukan atas dasar IKUT-IKUT atau desakan ortu.
  • engkuswk Jawa barat, 4 Dec 2012
    Dengan diintegrasikannya mapel TIK dengan mapel lain, akan mendapat kendala teknis : 1) guru yang menguasai TIK hanya sedikit (tidak lebih dari 10 orang dari 50 guru). Ini di sekolah saya, di sekolah lain juga tidak jauh berbeda, dimana sekolah saya berada di Kota Besar), apalagi yang berada di daerah. Dengan kondisi ini, bagaimana bisa melaksanakan KBM yang berbasis TIK kalau gurunya tidak menguasai TIK? belum lagi siswanya yang berasal dari kalangan bawah yang belum tentu bisa beli komputer/laptop. 2) Guru TIK yang sudah bersertifikasi mau diapakan? apakah harus ikut sertifikasi lagi mapel yang lain?
  • Katam Jawa timur, 4 Dec 2012
    Kalo jam belajarnya ditambah, seharusnya bukan dalam bentuk tatap muka di kelas, karena anak sudah stress dengan kegiatan kelas. Sudah seharusnya Fasilitas Belajar di ruang terbuka dan natural/sebagaimana lingkungan rumah yang harus diciptakan. Jadi penambahan jam pelajaran diwujudkan dalam bentuk belajar di halaman atau lingkungan sekolah secara alami dengan fokus penerapan praktek nilai-nilai Agama yang terpantau dengan ketat. Sekalilagi AGAMA. ya... AGAMA yang utama dan pertama dan wajib diutamakan.
  • Glen_m Sulawesi utara, 4 Dec 2012
    Jumlah jam siswa di sekolah masih sangat kurang, karena setelah pulang sekolah siswa sering jalan jalan dulu sebelum pulang ke rumah. Untuk siswa SD yang masih harus diantar jemput, selain menimbulkan masalah kemacetan, juga efisiensi kerja yang akan berkurang bagi orang tuanya yang harus mengantar pagi, kemudian ke kantor, jemput siang, bawa ke rumah, makan siang, kembali ke kantor. apabila di teliti dengan serius maka dengan menambah jam pelajaran akan memperbaiki banyak hal. Saya pikir tim penyusun kurikulum pun tahu permasalahannya. bagi guru yang sudah sertifikasi tidak perlu lagi mencari cari sekolah yang lain untuk memenuhi jumlah jam mengajarnya. Terima kasih
  • enuazizah Jawa barat, 4 Dec 2012
    TIK jadi basis untuk setiap matpel bagus, tapi coba liat kira-kira apakah gurunya bisa dan fasilitas memadai di setiap sekolah? saat SM-3T pun jangankan untuk siswa yang pandai memegang mouse, gurupun masih kelimpungan menggunakan alat teknologi seperti laptop. Jika TIK dihilangkan, betul seperti kata rekan-rekan di atas. Kita hanya akan menjadi pengguna teknologi saja tanpa adanya "membuat sesuatu". Menurut saya, yang seharusnya dipikirkan adalah materi TIK SMP dan SMA yang sekarang hampir sama, jadi terkesan TIK tidak diperlukan apalagi di SMA.
  • istiyadi Jawa tengah, 4 Dec 2012
    Saya mengajar TIK SMP. Sangat setuju apabila TIK dijadikan media semua mapel. Akan tetapi sangat tidak setuju apabila mapel ini kemudian dihilangkan. Hal ini bukan merupakan sebuah kemajuan pendidikan berbasis sains. Karena kalau disekolah hanya sebagai media pendidikan, praktis nanti generasi bangsa hanya sebatas User saja. Hal ini terjadi diakibatkan tidak dipelajarinya komputer dari semua lini sejak usia dini, baik software, hardware ataupun jaringan komputernya dll. Jadi bagaimana bangsa mau bisa menciptakan teknologi kalau hanya sebatas pengguna (USER) saja???
  • maria Di. yogyakarta, 4 Dec 2012
    saya mengajar TIK di SMP, kalau mapel TIK dihapus mau mengajar apa saya?? bagaimana nasib guru TIK yang sudah bersertifikasi atau yang tinggal menunggu sertifikat turun? apa bisa mengajar mapel lain, sedangkan kemampuan kita pada bidang TIK, kl seperti itu apakah kita jadi guru profesional ???? kemudian Jika TIK dihapus, siapa yang akan menuntun anak didik mengikuti perkembangan TIK, padahal perkembangan TIK tidak pernah berhenti. Tetapi banyak yang harus dipelajari di sana. Generasi kita tidak hanya mengunduh saja, tapi harus menciptakan. Jadi siswa tidak hanya sebagai pengguna saja tetapi suatu saat bisa menciptakan teknologi dibidang informasi dan komunikasi. Bukankah kalau seperti itu justru kita akan mengalami kemunduran?? tolong kebijakan dipikirkan kembali, jangan sampai kebijakan ini merugikan kami yang ada di bawah.
  • yuni1871 Kalimantan timur, 4 Dec 2012
    Saya mengajar KKPI (Keterampilan Komputer dan Pengelolaan Informasi) di SMK, di draft kurikulum baru KKPI dihilangkan. Jadi saya harus mengajar apa nih? padahal sertifikasi saya KKPI. Kenapa TIK di SMA tetap ada, padahal pelajaran itu kan sama dengan KKPI di SMK. Penggunaan Media TIK untuk semua pembelajaran di SMP juga harus diperhatikan, apalagi masih ada beberapa daerah yang belum teraliri listrik. Dan ditemukan masih banyak pengajarnya yang buta komputer sama sekali.
  • gurusendang Jawa timur, 4 Dec 2012
    Apapun kebijakan yang diambil oleh yang berwenang tentunya harus disertai dukungan yang penuh oleh bawahan, akan tetapi yang berwenang seharusnya punya kebijakan yang baik untuk nasib Ribuan guru PNS yang ada di bawahnya.
  • yayan Jawa barat, 3 Dec 2012
    saya mengajar TIK dan telah sertifikasi, mohon kejelasannya mau diapakan
  • khairuddinhsb Sumatera utara, 3 Dec 2012
    TIK dihilangkan di SMP/MTs ? saya hanya bisa ucapkan Alhamdulillah 'ala kulli hal. Walau pun saya guru TIK dan sudah mengajar 4 tahun menuju 5 tahun, saya pastikan akan tetap ikhlas menerima ketetapan yang pemerintah lakukan. Sedikit ber opini, TIK memang pelajaran yang dengan nya bisa menguasai dunia, tapi sungguh pelajaran ini tidak diperlukan dan cukup dipelajari secara person-person. Lihat lah betapa banyak orang yang mampu mengetik, menghitung via Excel, berinternet ria (game online, FB, TW, dll). Akan tetapi, saran saya alangkah bagusnya bila pelajaran TIK di baharukan dan lebih spesifik, seperti misalkan ; Mengelola blog, membangun WEB, mulai memahami bahasa pemrograman dasar. Bukankah mata pelajaran Bahasa Indonesia ditambah ? Maka, murid dapat meningkatkan bakatnya dalam bidang sastra dengan menulis di blog yang diajar oleh guru TIK yang lama. Bisa juga di blog ini siswa mulai berkreasi membuat toko online. Dan kedepan dengan menggunakan kemudahan teknologi, tidak diperlukan lagi ujian kertas bagi sekolah yang telah mampu secara fasilitas. Guru bisa menggunakan blog nya untuk memuat ujian online yang bisa dengan mudah dengan bantuan formulir google. wallahu a'lam....
  • andi kurniawan Jawa tengah, 3 Dec 2012
    negara kita negara agraris seharusnya kita bangga dengan itu................kenapa yang kita tiru negara industri apa ya cocok? coba difikir yang realistis!!!!!!! bisa matematika saja gak ada gunanya kalau siswanya GAPTEK!!!!!!!!!!!!!
  • mrgenius6@gmail.com Jawa tengah, 3 Dec 2012
    jika di berlakukan kurikulum baru guru nyaris jadi dagelan....masuk ovj aja pak kalau gitu..
  • Guru TIK Jawa tengah, 3 Dec 2012
    Konsep awal perlu penambahan jam belajar tetapi sekarang adanya pengurangan Mapel, Wah mapel TIK untuk SMP/MTs hilang dan terintegrasi itu maksudnya bagaimana?? Guru Mapel TIK yang PNS dan atau sudah sertifikasi TIK akan diberdayakan kemana ? Guru TIK Wiyata bakti dan atau sudah sertifikasi TIK nasibnya bagaimana? Ruhnya mapel TIK adanya teknologi komputer yang sarat akan pengetikan dan perhitungan serta keterampilan peserta didik yang menjadi dambaannya akan menjadi sebuah impian saja. Akan adanya perubahan kurikulum ini ternyata membuat resah dan membikin lesu semangat mencerdaskan generasi bangsa khususnya saya pribadi sebagai guru TIK SMP/MTs, karena saya jg terbesit hati "saya nanti akan mengabdi dmn kalau saya sebagai guru TIK SMP kok mapelnya tidak ada?" TIK menjadi media semua mapel, terus guru TIK nya harus bagaimana? Keharusan guru sertifikasi berkewajiban mengajar minimal 24jam itu bagaimana kalau mapel TIK tidak ada? Perlu adanya kejelasan demi kemantapan pendidikan di Negeri ini !
  • rosyid Di. yogyakarta, 3 Dec 2012
    perlu dipikirkan nasib guru yang nantinya mapelnya di hilangkan atau jam dikurangi
  • osusanto Dki jakarta, 3 Dec 2012
    Kurikulum 2013 ini amat menggairahkan! Saya senang sekali dengan konsep "Pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan sains" di SD.     Bayangkan betapa menggairahkannya suasana belajar ketika anak2 diberi Tema "Coklat" dengan diawali dengan penataan kelas seperti film "Charlie & The Chocolate Factory" atau Pabrik Coklat S*lver Q*een. Didalamnya ada pusat-pusat belajar: "Pusat Produksi", "Divisi Riset", "Divisi Pemasaran", dll. Di Pusat Produksi, anak-anak bisa belajar membuat cetakan coklat dengan motif batik (seni), menghitung komposisi bahan (matematika), menimbang, dst. Di Divisi Riset, anak-anak bisa belajar sikap ilmiah dari mulai mempersiapkan penelitian, memprediksi hasil, menggunakan alat penelitian, dst. Pada saat melaporkan, anak-anak mendapatkan bantuan dari Guru Bahasa Indonesia untuk menyusun laporan yang baik dalam tulisan deskriptif! Di Divisi Pemasaran, anak-anak belajar menjual coklat yang mereka hasilkan dengan bahasa tulisan persuasif, dilengkapi dengan pengetahuan seni, untuk membuat poster atau tarian yang menarik pembeli!
  • wendierazif Dki jakarta, 3 Dec 2012
    A. Untuk deskripsi SD : 1.Sebaiknya menggunakan Calistung (Reading comprehension, Writing and aritmatika) 2. Pendekatan sains harus menggunakan analisa konteks B. Untuk SMP : 1.TIK menjadi media semua pelajaran berarti harus tersedia laptop dengan harga terjangkau dan jaringan internet dengan bandwidth yang memadai 3.Rincian mata pelajaran yang dikurangi harus dijelaskan terbuka karena hal ini menyangkut nasib ribuan guru PNS yang nantinya tidak kebagian jam mengajar C.Untuk SMA : 1.SMA adalah persiapan untuk masuk ke Perguruan Tinggi, kalau mata pelajaran wajib tidak dibenahi kurikulumnya, maka kualitas SDM kita (Human Development Index kita) akan makin merosot - contoh : Mata pelajaran Kimia pada KTSP tidak lagi mencantumkan Kimia Analitik yang sangat dibutuhkan bagi siswa yang akan melanjutkan ke Jurusan-jurusan applied science


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

  • Ketentuan Pendaftaran
    PPMB UNAIR - 16-01-2014 11:23:07
  • Cara Pendaftaran Mahasiswa Unair Jalur Mandiri
    PPMB UNAIR - 16-01-2014 10:39:01

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (760)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (296)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (204)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (198)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (196)

Pengunjung

    1054547

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner