WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Kumpulan Opini Guru Dalam Uji Publik Kurikulum 2013 bagian 20 lanjutan

  • Jibralani Nanggroe aceh darussalam, 10 Dec 2012
    sangat setuju
  • rustandi Bengkulu, 10 Dec 2012
    Manajemen kepemimpinan seperti yang ada dalam slide diatas kenyataan dilapangan sangat jauh dari harapan hal ini disebabkan terlalu dominannya Kepala Daerah menempatkan seorang Kepala Sekolah dengan nuansa KKN yang sangat kental.
  • nasruddin Sulawesi selatan, 10 Dec 2012
    Yah, karena kompetensi guru adalah titik tolaknya, apa kabar hasil UKG kemarin ? Telah dimaklumi kadar kompetensi guru Indonesia dari hasil UKG, apa bisa dengan situasi dan kondisi kompetensi seperti itu guru mampu menjadi ujung tombak pelaksanaan kurikulum 2013. Saran saya, guru yang nilainya rendah itulah yang harus diberikan pemahaman terlebih dahulu, bukan guru yang tinggi nilainya yang dipanggil workshop terlebih dahulu dengan harapan akan menjadi tutor bagi guru lain. Itu jangan harap terjadi. Guru mata pelajaran yang diujiannasionalkan sangat penting memahami konsep, subatansi, dan arah kurikulum 2013.
  • supono Jawa tengah, 10 Dec 2012
    mohon lulusan pendidikan selain yang disebut di atas juga diarahkan agar siswa mampu berkreasi, mengembangkan idenya, serta mampu menciptakan sesuatu secara nyata....... supaya indonesia kedepan tidak hanya ahli menciplak dan meniru karya orang lain, maka jam pelajaran yang mengarah " mencipta " ditambah, bukan hanya siswa dibekali banyak berbicara dan menjawab soal teori.
  • nanang musa Jawa timur, 10 Dec 2012
    Dulu jadi guru swasta adalah pekerjaan dari pada tidak ada pekerjaan, mindset ini harus sudah berubah. Diklat, workshop dll demi peningkatan kualitas guru harus kontinu dilakukan !
  • pitoyo Jawa tengah, 10 Dec 2012
    Kurang lebih sependapat dgn slide ini,.. hanya perlu diperjelas terminologi yg disebut pada tujuan, misal: apa definisi sukses? definisi WN yg bertanggung jawab? Dimana letak sikap jujur dan integritas? workmanship? Apa maksud efektif dalam 'kontributor peradaban'? Hal ini harus dipahami benar oleh para guru..
  • imatea Jawa barat, 9 Dec 2012
    guruharusbisamembuatbuku sendiripa
  • widiatno Jawa timur, 9 Dec 2012
    Senang rasanya mendengar pengadaan BUKU BABON. Saya usul peruntukkan buku babon harus merata dan cukup, dalam arti 1murid 1 buku, 1guru 1buku. Semua sekolah baik negeri maupun swasta, baik dikbud maupun kemenag mendapatkan hak yang sama. Ingat ada sekolah SMP/MTs guru mapel lebih dari 1. Usahakan tidak sering ganti buku babon (misal berlaku 5 tahun).Buku babonnya usahakan tidak terlalu tebal dan besar ukurannya, sehingga peserta didik tidak terlalu berat menjinjing tas ke sekolah.
  • devipopi Jawa barat, 9 Dec 2012
    saya setuju adanya buku pegangan guru, agar proses pembelajaran di setiap daerah sampai yang terpencil dapat memenuhi standar
  • pujiono Bengkulu, 9 Dec 2012
    Buku Babon harus disiapkan Pemerintah yang permanen, guru harus profesional, kompetensinya harus jelas, banyak guru S1 yang kuran linier menyebabkan penanaman konsep yang keliru kepada siswa.
  • erasmk_2tbh Riau, 8 Dec 2012
    Banyaknya macam modul dan buku bahan ajar membuat para guru kebingungan akan materi yang sangat tepat untuk diberikan kepada peserta didik. solusinya pada kurikulum 2013 diberikan rambu-rambu yang jelas untuk menentukan bahan materi ajar yang mana yang sangan cocok dengan kompetensi yang ingin dicapai peserta didik.
  • eros Jawa timur, 7 Dec 2012
    1). Penyiapan guru yang efektif melalui pengkajian pembelajaran di kelas secara integral personal dan kolaboratif. 2). Pendidikan kita saat ini kurang mampu menimbulkan rasa empati, rasa memiliki dan bangga terhadap bangsa ini. Harus diusahakan BIN menjadi bahasa internasional, kita tidak boleh malu dengan menggunakan bahasa Indonesia. 3) dalam penyusunan Babon harus melibatkan guru-guru yang profesional karena guru ujung tombak pendidikan di sekolah.
  • frangkismo Sulawesi utara, 7 Dec 2012
    Saya setuju dengan pengadaan buku pegangan siswa dan guru, tetapi hati-hati jangan sampai kebobolan ada buku yang bernuansa sara. Seperti kasus-kasus yang pernah mencuat, lulusnya buku yang tidak layak digunakan di sekolah
  • trimasty Jawa barat, 7 Dec 2012
    Bila kita study banding dengan program Lions Quest, siswa dapat berkembang dengan baik jika sekolah, orangtua, dan komunitas (hobby, olahraga, prestasi, berkarya, dll) bisa bersinergi dan berkolaborasi dengan manis. Anak akan mendapatkan 3 pilar yang kuat untuk menyongsong masa-masa perjuangan mencapai cita-citanya.
  • trimasty Jawa barat, 7 Dec 2012
    Kerangka kerja yang padat berisi, dalam pelaksanaannya memerlukan pemikiran yang seriun untuk menjalankannya. Untuk ini goalnya dari setiap tahapan harus jelas, pendekatan dan strategi pencapaian harus jelas, punya bahasa /kosakata/istilah yang sama serta digunakan secara memasyarakat di dunia pendidikan, serta betul dengan komentar sebelumnya, kurikulum ini harus bisa menyatukan langkah sekolah/guru, orangtua, dan siswa.
  • bambang.askn@yahoo.com Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Kerangka kerja tersebut bila masyarakat tidak dilibatkan maka akan gontai
  • andres Jawa tengah, 7 Dec 2012
    mohon kurikulum jangan terlalu mudah diganti-ganti, jangan ganti menteri ganti kurikulum, dipertimbangkan sampai 10-15 tahun kedepan, untuk mempersiapkan generasi muda yang berkualitas dan bermoral. Karena saya kuatir moralitas anak-anak sekarang tambah merosot, selain tidak ada figur pemimpin yang dapat memberi contoh, sekolah tidak berani mengambil sikap tegas pada siswa yang amoral/terlalu nakal karena kuatir dengan undang-undang, padahal tindakan tegas perlu dilakukan agar mencegah siswa lain bertindak hal yang serupa. namun pada hakekatnya saya sangat setuju pelajaran PKn jadi 3 jam bahkan kl perlu di UN kan seperti dulu, karena siswa sekarang menganggap remeh pelajaran PKn padahal, mereka mengenal hukum negara, konstitusi dan Pancasila dari PKn, dan itu sangat penting untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.
  • swrd_76@yahoo.co.id Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Mohon guru jangan terlalu dibebani dengan administrasi agar fokus untuk mendidik siswa,
  • choiri1112@gmail.com Jawa tengah, 7 Dec 2012
    Buku Babon barangkali diperlukan, namun hanya sebagai acuan dasar. Untuk aplikasi lebih luas lebih baik diserahkan ke tingkat institusi / sekolah. Guru harus mengembangkan lebih lanjut materi yang ada, sehingga lebih sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan daerah.
  • dedirahmathidayat@yahoo.com Jawa barat, 6 Dec 2012
    Untuk pengembangan buku babon ke depan diperlukan buku yang dapat berupa cetakan dan juga e-book yang mudah diunduh oleh sekolah, dengan demikian negara ini punya pengangan yang tetap tidak diserahkan kepada penerbit yang kurang memahami kebutuhan kurikulum, sekarang saja mereka telah bersiap untuk menerbitkan buku baru dengan label kurikulum 2013, namun kadang tidak sesuai dengan kurikulum sendiri dan buku hasil copy paste, juga untuk pembuatan soal dan penilaian sebaiknya diberlakukan nasional untuk UTS, UAS, UKK, US dan UN, dapat diakses melalui kemdikbud.go.id lewat operator sekolah, tanpa lewat MKKS ataupun UPTK yang pembuatan soal dengan materi yang diajarkan guru tidak sejalan.
  • youlnh Sumatera barat, 6 Dec 2012
    Kunci terlaksananya kurikulum nanti adalah dari guru.....ya! Akan tetapi Kunci paling utama adalah CABUT OTONOMI PENDIDIKAN, KEMBALIKAN KE PUSAT.Bagaimana cita-cita luhur ini bisa terlaksana sementara masih banyak disdik kabupaten/kota menempatkan perbup/perwako lebih tinggi dari permen?????! Lihat saja betapa banyak kepala sekolah yang diangkat yang MENYALAHI permendiknas. Kenapa???? Karena pimpinan daerah adalah pimpinan politik maka perpanjangan tangan pimpinan daerah dibidang pendidikan ( kadisdik kab/kota) tentulah juga pimpinan politik yang pada akhirnya perpanjangan tangan pimpinan pendidikan disekolah yakni kepala sekolah juga harus BERKITAB POLITIK produksi walikota dan bupati.Shukur visi misi kab/kota sama dengan visi misi depdiknas, bila TIDAK maka visi misi sekolah WAJIB mengacu ke visimisi kab/kota, TIDAK ke Depdikanas.Singkatnya, PEROBAHAN KERANGKA KERJA PERLU TAPI JAUH LEBIH PERLU PEROBAHAN PADA TATARAN PENANGGUNG JAWABNYA.JANGAN SERAHKAN KE DAERAH!!! Apabila diserahkan maka kiblat PENDIDIKAN akan mengarah ke political will bupati dan walikota, BUKAN ke visimisi kemdiknas!
  • hawe anto Banten, 6 Dec 2012
    Kenapa negara mesti repot-repot membuat buku pegangan siswa dan buku panduan buat guru? Inilah yang selama ini membuat kami para guru selalu merasa dihinakan dan direndahkan kemampuannya, seakan-akan kami guru yang tdk mampu menyusun itu semua sendiri. Kenapa otonomi yang sudah berlaku selama ini dengan KTSP akan dicabut kembali? Ini kemajuan atau kemunduran? Usulan kami, perdayakan guru-guru yang ada dg skill yang cukup untuk menyiapkan itu semua, itu lebih penting, termasuk kurikulum dilembaga tinggi pencetak tenaga pendidik jg disesuaikan dg kebutuhan lapangan pendidikan yg ada. Pengalaman saya merekrut calon guru mulai tahun 2000 s/d sekarang, kemampuan profesional guru lulusan LPTK sungguh sangat rendah sehingga sebelum terjun ke lapangan di hadapan siswa harus dibekali dulu dg berbagai kecakapan yg diperlukan. Dan yg saya tahu guru2 rekrutmen PNS setelah diterima langsung terjun menghajar siswa tanpa diklat lebih dulu. Diklat baru kemudian diberikan itupun hanya org tertentu saja, shg sy pernah menjumpai ada guru yang selama 3 tahun belum pernah ikut diklat.....dan masih ada yg lebih dari itu....... Benarkah kurikulum perlu diganti????
  • donny Maluku, 6 Dec 2012
    Struktur ini pengembangan ini akan tidak efektif karena "guru" sebagai motor pengerak utama dari kurikulum itu menjadi prioritas akhir. Sebaiknya penyiapan (kompetensi) guru dilaksanakan terlebih dahulu sebelum sebuah kurikulum itu dibuat.
  • syaiful Jawa timur, 6 Dec 2012
    Mohon Pembinaan Guru dan stakeholder secara menyeluruh dan berkesinambungan
  • jamian_075@yahoo.co.id Kalimantan barat, 5 Dec 2012
    Kompetensi dan penyiapan guru telah dicanangkan dalam rancangan pengembangan kurikulum 2013, tapi jangan dilupakan pembinaan berkelanjutan dan penyebaran serta pemerataan harus lebih dikawal oleh pemerintah agar guru tidak dilepas begitu saja, tuntutan profesional terus didengungkan tapi apa yang dapat dilakukan guru jika bertugas didaerah pelosok dengan sederet kekurangan: kurang jumlahnya, kurang sarana prasarana pendukung seperti listrik, alat komunikasi tak bersinyal, kurang pembinaan, kurang kesejahteraan akibat selisihnya harga barang kepeluan pokok antara kota dan desa yang cukup signifikan. Sehingga mengakibatkan munculnya beberapa penyakit TIPUS ( tidak punya selera), MUAL (mutu amat lemah), ASMA (asal masuk kelas), LESU (lemah sumber), GINJAL (gaji nihil jarang aktif dan lambat) TBC (tidak bisa computer).

 

  • yoliberty Banten, 5 Dec 2012
    kunci terlaksananya kurikulum nanti adalah dari guru, jadi guru harus benar-benar paham dengan kurikulumnya
  • hamiprabowo Jawa timur, 4 Dec 2012
    Guru harus diberi pengetahuan yg luas dan pemahaman cara-cara menggunakan fasilitas teknologi informasi utk media pengajaran yg bertanggung jwb. Sehingga siswa bs kreatif utk memanfaatkan TI tersebut. Guru pun harus update terhadap perubahan/penemuan hal baru, krn terkadang guru menuntut siswa trs menggali hal baru tetapi guru hanya duduk diam.
  • Sunar Banten, 4 Dec 2012
    Kompetensi guru dan penyiapan guru merupakan kunci utama keberhasilan implementasi kurikulum baru. Jadi, profesionalisasi guru merupakan sebuah keniscayaan
  • Katam Jawa timur, 4 Dec 2012
    Sayang, seribu sayang, Buku Teks Pelajaran yang baru saja diterbitkan yang hak ciptanya dibeli dari para penulis dan penerbit dengan dana bermilyar itu apakah akan diberangus dan diterbitkan buku pegangan siswa yang baru??? Menyedihkan jika itu terjadi. Betapa BOROS kebijakan perubahan Kurikulum ini. Anggaran 20% ternyata bukan untuk Peningkatan mutu yang mendasar, yaitu PENINGKATAN KETELADANAN dari para Pengambil keputusan, tetapi hanya akan habis untuk birokrasi. MOHON TIDAK PERLU MALU MEMBATALKAN PERUBAHAN KURIKULUM.
  • ketut Bali, 4 Dec 2012
    dalam tag kurikulum harusnya sbb: Kurikulum, struktur kurikulum, standar-standar: SKL,Isi,Proses dan penilaian (SKL adalah salah satu standar)
  • Mustadjab Jawa timur, 4 Dec 2012
    Guru harus diberdayakan dulu, ditingkatkan kemampuanya. Jangan guru menjadi sasaran korban penerapan kurikulum baru (2013). Jangan guru dibebani banyak kepentingan malah tidak fokus dalam melaksanakan tugas mendidik/mengajar. Hindarkan guru dari praktek buru pangkat (golongan) dan buru jabatan (kedudukan).
  • momon Jawa barat, 4 Dec 2012
    Kompetensi lulusan yang tertulis, berbeda dengan Tujuan Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
  • mrgenius6@gmail.com Jawa tengah, 3 Dec 2012
    betuul pak wendie....saya idem itu gini kok mau ngrubah kurikulum....
  • rosyid Di. yogyakarta, 3 Dec 2012
    perlu peningkat pemahaman dan penerapan metodologi pembelajaran oleh guru, sehingga diperlukan pelatihan yang relevan
  • wendierazif Dki jakarta, 3 Dec 2012
    1.Kerangka Kerja Pengembangan Kurikulum atau Kerangka Kerja Perubahan Kurikulum ??? 2.Kalau acuan Sosio-eko-kultural adalah "kebutuhan individu" maka acuan Psikologi bukan "peserta didik" tetapi "subyek didik" 3.Di bagian bawah terdapat kata "penyiapan guru" .... kata ini bukan bagian dari perubahan kurikulum, tapi bagian dari tanggung jawab LPTK

 

 


Komentar :

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (770)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (309)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (214)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (205)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (202)

Pengunjung

    1235597

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner