WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Kumpulan Opini Guru Dalam Uji Publik Kurikulum 2013 bagian 2 lanjutan

  • pipi Jawa tengah, 6 Dec 2012
    mata pelajaran TIK dan Bahasa Daerah malah seharusnya di berikan dan di terapkan mulai dari SD terutama TIK, karena pengenalan akan teknologi sejak awal bisa menambah pengetahuan generasi bangsa sekaligus SDM yang bisa bersaing kelak, anak2 kita akan mengerti positif dan negatifnya penggunaan teknologi, kita bisa bandingkan dengan negara maju lainnya yang anak2nya sudah melek teknologi dengan bimbingan guru bukan dari teman ataupun autodidak dari warnet yang malah bisa menjurus ke segi negatif. mohon pengambil kebijakan (MENDIKBUD) untuk penghapusan mata pelajaran ini jangan direalisasikan,semoga tulisan saya bisa dilihat dan dibaca bukan hanya sepintas dihitung berapa banyaknya responden yang masuk, terima kasih semoga penghapusan dan perubahan kurikulum ini tidak dilaksanakan dan tetap majulah pendidikan negeriku Indonesia
  • pujo _widodo Jawa tengah, 6 Dec 2012
    Assalamualaikum Wr Wb pak Mendiknas yang terhormat saya sebagai guru TIK sangat menyayangkan jika memang benar2 mapel TIK SMP mau dihilangkan karena : 1) tidak semua guru bisa mengoperasikan komputer 2) bagaimana dengan guru negeri yang SKnya ngajar TIK dan kebetulan sudah sertitifikasi.3) Bagaimana nasib PT yang baru membuka program TIK...? jadi mohon dipikirkan masak2 sebelum mengambil keputusan untuk menerapkan kurikulum baru dengan menghilangkan Mapel TIK
  • saidaulfa Jawa timur, 6 Dec 2012
    Yth Bapak Menteri Pendidikan RI, Saya sangat setuju dengan adanya perubahan kurikum ini, utamanya perubahan kurikulum pada pendidikan dasar. Pengurangan jumlah mata pelajaran ini sudah merupakan langkah yang tepat, karena memang seperti IPA dan IPS itu sepertinya sudah cukup dengan metode pembelajaran tematik. Tolong dimatangkan dan direvisi berdasarkan masukan-masukan yang akan diterima setelah uji publik. Saya berharap adanya perubahan kurikulum di pendidikan dasar secara otomatis juga akan mengubah kurikulum yang ada di taman kanak-kanak. Saya hanya akan lebih mengkritisi perubahan kurikulum di Sekolah Dasar (SD), karena menurut saya ini adalah masa pendidikan yang sangat krusial yang akan membentuk karakter dan kematangan seseorang. Saya sebagai pendidik dan juga orang tua yang mempunyai anak yang duduk dibangku SD sangat resah dan prihatin melihat kurikulum yang ada di pendidikan dasar saat ini. Betul, kurikulum saat ini tidak tidak berpihak pada peserta didik karena materi yang diajarkan tidak mempertimbangakan mempertimbangkan usia dengan isi materi. Seakan-akan semua materi ingin disampaikan semuanya di pendidikan dasar sehingga definisi “usia dini” harus diperjelas karena menyangkut dengan materi/kurikulum yang akan diajarkan termasuk metode/teknik/pendekatan pembelajaran. Belajar itu ibaratnya pelari marathon atau jarak jauh bukan sebagai pelari sprinter atau jarak pendek. Sebagai contoh pembelajaran bahasa Inggris disekolah dasar menggunakan teknik yang sama dalam mengajar bahasa pada orang dewasa. Banyak pendidik lupa bahwa adalah kesempatan emas mengajarkan bahasa kedua pada usia anak-anak. Namun sayangnya metode yang digunakan tidak tepat. Misalkan untuk anak usia dini tidak perlu mengajarkan tatabahasa asing namun cukup dengan bernyanyi dan bermain. Kenyataan ini tidak hanya pada i pendidikan dasar, namun di semua jenjang pendidikan kita, umumnya banyak yang lupa bahwa hakekat dalam belajar bahasa itu supaya kita bisa berkomunikasi, kenyataanya pembelajaran bahasa asing yang ada lebih menenkankan pada drill/latihan soal saja sehingga hasilnya adalah walaupun pembelajaran bahasa asing dimasukkan mulai dari dasar sampai menengah atas namun hasilnya tidak banyak yang mampu berkomunikasi secara fasih. Oleh karena itu, saya juga setuju dengan dihilangkannya bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di SD dan dijadikannya sebagai mata pelajaran ektrakurikuler saja. Harapannya, biar anak-anak kita fokus pada bahasa Indonesia untuk mengembangkan kemampuan komunikasi menggunakan bahasa ibu mereka. Tetapi dengan masuknya bahasa Inggris sebagai materi ektrakurikuler (yang wajib), peserta didik diharapan proses pembelajaran lebih santai . Karena ketika dimasukkan dalam mata pelajaran wajib, targetnya utamanya adalah nilai diatas kertas. Penggunaan LKS Kurikulum sebelumnya dan baru 2013 ini juga akan berpusat pada peserta didik (learner centered), namun perlu diperhatikan kategori learner centered itu seperti apa. Perlu dipertegas, definisi learner centered bukan berarti hanya siswa yang aktif dalam pembelajaran tetapi guru dan siswa aktif dalam proses belajar mengajar. Kenapa saya berkata demikian, dengan pemahaman learner centered sebagai pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, lembar kerja siswa atau LKS menjadi alat utama dalam pembelajaran. Penggunaan LKS ini akan “membunuh” kreatifitas guru dan peserta didik. Apalagi LKS ini adalah “bukan hasil karya guru” yang notabene guru yang lebih tahu karakter dan kondisi peserta didiknya, sehingga isi latihan-latihan yang ada disekolah tidak harus konstan seperti LKS namun memperhatikan kebutuhan akan peserta didik saat itu. Dan yang menjadi pertanyaan saya, apakah semua LKS yang diterbitkan itu sudah divalidasi sebelumnya ? dan siapa yang bertanggunga jawab untuk memvalidasinya ? Contohnya, ada LKS matematika untuk sekolah dasar kelas 1 semester 1 pengarangnya terlalu “berimprovisasi” sehingga materi yang harus nya belum disampaikan sudah tersampaikan. Perlu diingat pebedaan usia dalam bulan sangat signifikan bagi anak usia dini, mereka diajarkan aritmatika pada usia lima tahun dan lima tahun enam bulan signifikan perbedaannnya. Jadi mohon penggunaan LKS di sekolah dasar dihapus saja karena selain pengadaannya juga akan membebani orang tua murid. Dengan tidak adanya LKS, guru wajib menerapkan berbagai metode pembelajaran yang berpusat pada peserta didik seperti jenis-jenis metode pembelajaran “cooperative learning”. Dari metode ini, anak-anak kita tidak hanya dijejali model “academic training” yang akan membentuk karakter mereka sampai dewasa nanti. Sebaiknya pelatihan untuk guru mengenai metode pembelajaran dan karakter building rutin diadakan, apakah setahun sekali atau enam bulan sekali pada saat libur sekolahan. Pembangunan Karakter di Sekolah Pelajaran moral dan empati perlu ditanamkan untuk membentuk karakter kuat anak-anak kita. Perlu diingat, pada semua pendidikan kita hanya sampai pada moral knowing, belum sampai moral feeling dan moral action. Ketiga poin dalam membentuk karakter anak didik kita ini juga perlu dimasukkan dalam kurikulum kita. Kita tidak bisa membentuk karakter seseorang dimana kita juga tidak memiliki karakter yang kuat. oleh karena itu sebelum karakter peserta didik dibentuk karakter pendidiknya terlebih dahulu dimatangkan . Karena pembangunan karakter disekolah ini juga butuh kreatifitas dan inovasi dari pendidik. Penambahan Jam Pelajaran di Sekolah Terkait Fasilitas Sekolah Memang kita akui, jumlah jam pelajaran kita lebih sedikit dibandingkan jam pelajaran di beberapa negara maju dan berkembang lainnya. Dengan penambahan jam pelajaran, berarti anak akan berada lebih lama disekolah. Otomatis, kenyamanan peserta didik disekolah wajib diperhatikan. Masih banyak sekolah yang fasilitasnya tidak memadai, contoh kecil termasuk perhatian terhadap toilet sekolah tidak menjadi perhatian utama, sehingga “gambaran toilet” bagi seorang anak itu selalu kotor dan jorok. Masih ada sekolah yang jumlah murid melebihi kapasitas sekolah. Jadi mohon, sampai urusan sekecil-kecilnya tolong dipertimbangkan, karena kalau tidak ada standar dari pemerintah pusat saya pesimis semuanya akan berjalan sesuai rencana, termasuk untuk akreditasi sekolah juga perlu dibenahi. Semoga dengan adanya perubahan kurikum ini, akan membawa perubahan menuju perbaikan generasi muda Indonesia. Mohon Maaf jikalau ada kesalahan akan komentar saya. Terima kasih
  • purwanti Jawa timur, 6 Dec 2012
    Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah yang ada d Indonesia,kalau di hilangkan maka sama saja menghilangkan Identitas Indonesia yang Bhineka Tunggal Eka.....ya to......sebaiknya ya tetep ada meski 2 jp aja...
  • yulie_rma Jawa timur, 6 Dec 2012
    saya adalah guru tik di salah satu smp negeri kabupaten di jawa timur sangat menyayangkan apabila benar nantinya mata pelajaran tik akan dihilangkan karena di sekolah saya ini lab komputer tidak memadai,dan banyak guru mata pelajaran yg tidak melek teknologi.bahakan hanya untuk sekedar ngetik soal dan ngeprin saja belum bisa,lalu nasib para guru tik mau dikemanakan?
  • igo Jawa barat, 6 Dec 2012
    Saya menyayangkan TIK dihilangkan atau paling tidak diintegrasikan dengan pelajaran yang relevan dengan TIK. boleh saja dalam pelaksanaan pembelajaran dalam kurikulum 2013 ini ditekankan penggunaan TIK dalam proses belajar mengajar, tapi..apakah sekolah telah siap dan pendidik mampu mengimplementasikannya???
  • niam.ambarwati@yahoo.com Di. yogyakarta, 6 Dec 2012
    bahasa jawa sebagai bahasa ibu, orang Iran mendidik rakyatnya diutamakan menggunakan bahasa ibu, baru dididik yang lainnya, maka hasilnya cerdas.. bahasa Jawa penuh muatan budi pekerti bahasa Jawa efektif untuk membentuk karakter bangsa...
  • bram Dki jakarta, 6 Dec 2012
    saya ornag tua dr 3 anak,apakah bapak2 sekalian bisa menjamin kurikulum tidak berubah smp brp tahun?mengapa UN msh ttp jadi syarat kelulusan?lalu apa guna SKL?apakah buku juga dibagikan gratis kpd siswa sekolah swasta?krn akan menjadi beban jika setiap tahun/ganti menteri-ganti kurikulum-ganti buku pula.apakah penambahan jam pelajaran sudah diperhitungkan daya tampung-operasional sekolah?karena banyak sekolah yg msh sistem shift (ada yg masuk pagi dan siang)
  • sigit Jawa tengah, 6 Dec 2012
    saya sebagai seorang guru tik merasa menyayangkan kenapa TIK dihapus sebagai mata pelajaran,1. dalam perekembangan teknologi yang semakin pesat sekarang ini tik merupakan terobosan dan kunci bagi siswa dalam mengikuti perkembangan teknologi yang ada,sehingga diharapkan mampu memiliki kompetensi yang mumpuni dijaman globalisasi,2.pengintegrasian tik sebagai media bagi mapel adalah kurang tepat karena media sangat banyak yg bisa digunakan,sehingga nantinya hanya akan menjadikan pembahasan tik terbatas pada kulit luarnya saja,tidak mendalam dan menyeluruh.3.perlu dipikirkan nasib guru tik yang ada,dengan kompetensi tersebut guru mapel tik akan mengajar apa.kiranya ini jadi masukan bagi pengambil kebijakan yang ada dipusat,sebelum diterapkan kurikulum baru,trimakasih
  • suparyadipakem@gmail.com Di. yogyakarta, 6 Dec 2012
    MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Sleman Dan forum komunikasi MGMP Bahasa Jawa se DIY mengusulkan agar mapel mulok bahasa daerah tetap berdiri sendiri dengan alokasi waktu 2 jam mengingat mapel inilah yang menjadi ujung tombak pembenahan karakter yang semakin memprihatinkan. Dengan alokasi waktu 2 jam rasanya sangat kuraharus digabungng untuk membenahi arakter anak anak kita agar menjadi seperti yang kita harapkan. Sekarang kalo mulok dibagungkan, alokasi waktunya berkurang tentu guru guru akan semakin menemui kesulitan dilapangan. oleh karena itu mohon dipertimbangankan lagi jangan buat anak jadi pinter saja tetapi juga harus bener. ngajari anak yang bener lebih mudah dari pada ngajari anak yang pinter tapi kuang bener. Silahkan pak mentri mohon untuk berpikir jauh kedepan tetapi jangan melupakan yang dibelakankang. boleh cita-cita setinggi langit tetapi harus kita ingat kaki-kaki kita masih tetap berpijak dibumi . matur nuwun
  • dori1978 Sumatera barat, 6 Dec 2012
    Kenapa jam bahasa inggris di SMA dikurangi. Bagaimana meningkatkan daya saing bangsa jika bahasa internasional ini semakin dikurangi jamnya di SMA
  • wawan Jawa tengah, 6 Dec 2012
    bahasa jawa mau dihilangkan? mbok y mikir... kalau dihilangkan pindah saja dari Indonesia, jadi WNA saja!!! katanya bahasa daerah adalah bahasa nasional apa itu hanya slogan belaka??? giliran budaya kita diambil orang saja bengok-bengok, ada malah dihilangkan... mau jadi apa negara ini, kalau para pejabat yang berwewenang kurang bijaksanan dalam mengambil keputusan??kalau mau merusak moral anak bangsa yang seharusnya bisa ditanamkan karakter yang baik lewat bahasa jawa teruskan saja menghilangkan bahasa jawa!!! BUAT APA PANDAI TETAPI TIDAK PUNYA MORAL YANG BAIK???sungguh ironis..... maaf kalau bahasanya kasar karena saya kurang mendapatkan pelajaran bahasa Jawa yang penuh dengan unggah - ungguh dan sopan santun.. saya begini karena tidak mau anak cucu saya tidak sopan seperti saya!!!
  • akbar_1209@yahoo.com Jawa timur, 6 Dec 2012
    Namanya saja penyempurnaan kan pak, yang penting kan hasilnya pendidikan dapat meningkat. Itu tinggal sudut pandangnya dari mana dan bukti nyata banyak anak didik bangsa indonesia yang cerdas,trampil,dan pandai kan?.Kalau kwalitas dibanding kwantitas ya harap maklumlah belum fivety2. Mengapa? Indonesia secara geografis banyak daerah pedalaman. Maaf ya ? Bukan berarti mendiskreditkan pedesaan loh? Kan kurikulum berstandart Nasional?.......Kwal : Kwan = Fivety2 huh jelas memuaskan, mari kita kejar.
  • yekti sari Jawa tengah, 6 Dec 2012
    kepada para penyusun kurikulum 2013 mohon dengarkan suara kami,nama saya yekti,saya mahasiswa FKIP salah satu universitas di jawa tengah,mohon perubahan kurikulum 2013 yang akan menghapuskan bahasa jawa untuk dikaji ulang,karena bahasa jawa itu penting untuk membentuk pendidikan berkarakter sesuai dengan tujuan pendidikan,bahasa jawa membentuk anak didik yang mempunyai tatakrama,unggah-ungguh,sopan santun,apa jadinya bila pendidikan bahasa jawa ditiadakan mungkin kesopanan,unggah-ungguh,tatakrama dan tidak adanya jiwa saling menghormati akan hilang.Apakah ini harapan pendidikan masa depan?kami mohon dengan sangat kebijakan ini harap ditinjau ulang dan dipertimbangkan. Terimakasih
  • syamsiah Sulawesi selatan, 6 Dec 2012
    saya sebagai guru Tik menanyakan perihal dihilangkannya mata pelajaran TIK ditingkat SMP dan SMA, padahal jurusan teknik informatika di tingkat universitas adalah salah satu jurusan yang memiliki peminat yang cukup besar. hal ini menunjukkan bahwa mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang perlu diberikan kepada anak2. Adalah hal yang harus diakui bahwasanya majunya suatu negara karena perkembangan teknologi dan informasinya, jadi masukan bagi pihak pengembang kurikulum untuk tidak menghilangkan mata pelajaran TIK di tingkat SMA dan SMP
  • aji Dki jakarta, 6 Dec 2012
    saya tidak setuju karna kita kan hidup di daerah jawa kalau nanti bhs.jawa di hilangkan ank cucu kita tidak tau budaya jawa donk
  • agus Jawa tengah, 6 Dec 2012
    Bapak-Ibu yang berwewenaNG dan yang budiman saya dengar kabar bahwa muatan pelajaran bahasa jawa akan ditiadakan, apakah itu benar? mohon untuk dikaji ulang karena sungguh tidak bijaksana apabila bahasa ibu yang kita kenal dari awal kita lahir akan ditiadakan, karena sungguh ironis sekali manakala bahasa asing kita galakkan tetapi bahasa sendiri kita abaikan, kalau bukan kita yang melestarikannya lalu siapa lagi???? bahasa Jawa adalah bahasa yang diluhung yang penuh dengan muatan sopan santun, tepa selira, andhap asor yang justru perlu kita galakkan dan tanamkan kepada anak didik kita sejak kecil sebagai penanaman pendidikan karakter yang sekarang sudah sangat memperhatinkan Bapak/Ibu yang bijaksana. kalau ditiadakan tidak mustahil banyak anak yang sudah tidak punya sopan santun kepada orang lain, tak heran banyak moralitas anak yang buruk!!! lalu salah siapa?mumpung belum tolong menjadi orang yang bijaksana dalam membuat peraturan. jangan sampai budaya yang kita abaikan akan dicuri negara lain lagi karena kita tidak melestarikannya... mohon yang bikasana
  • dini Jawa tengah, 6 Dec 2012
    bahasa jawa dihapuskan! nanti diakui bangsa lain lo...
  • surip Jawa tengah, 6 Dec 2012
    para pepunden yang terhormat, ingat, Indonesia tidak punya sesuatu yang membanggakan di mata dunia, yang ada hanya jeleknya saja. hanya budaya yang bisa kita banggakan di mata dunia (dalam hal ini adalah bahasa daerah Jawa). jadi haram bapak2 yang terhormat menhilangkan bahasa Jawa bila terjadi hilang mungkin dalam wayang ada istilah "gara-gara" musnahnya bumi Jawa. Ingat Itu. di pIkir nganggo Nalar.!!!!!!!
  • mbah bejo Jawa tengah, 6 Dec 2012
    Saya sebagai orang awam yang tidak tahu masalah pendidikan sebagai orang yang suka nguri-uri budaya jawi sangat terkejut ketika ada wacana pelajaran bahasa jawa akan dihapus dari pelajaran di sekolah. Dengan bahasa jawa yang kaya dengan unggah-ungguh basa akan dapat mendidik jiwa yang halus sopan sesuai dengan kepribadian bangsa timur. Maka kalau pelajaran Bahasa Jawa mau dihilangkan, hendaknya tim penyusun kurikulum berpikir seribu kali bahkan sejuta kali. Menurut saya kurikulum yang cocok untuk Indonesia itu ya KTSP ini kurikulum yang mengatur dan mengakomodir kebutuhan masyarakat lokal. jadi ada keseimbangan antara pusat dan lokal. Kalau ada yang menyatakan / menyarankan pemerintah tinggal mengadopsi kurikulum yang ada di negara maju, lalu diterapkan di Indonesia, itu bukanlah gagasan yang baik dan maju. tapi gagasan orang yang tak mau berpikir kreatif untuk menggali potensi yang ada pada dirinya sendiri dan dikembangkan semaksimal mungkin. Untuk menyusun suatu kurikulum yang akan diterapkan dalam satuan pendidikan haruslah memandang berbagai aspek yang ada pada kondisi sosial dan kebutuhan masyarakat penggunanya. Maka sekali lagi kami mohon perhatian kepada tim penyusun kurikulum pusat untuk memperhatikan hal-hal tersebut.
  • sakijava Jawa tengah, 6 Dec 2012
    saya tidak setuju kalu mapel bahasa Daerah dihilngkan, karena bahasa daerah adalah pelajaran yang mempunyai manfaat dan kaedah untuk memberikan karakter bangsa yang unggul, karena bahasa jawa mengandung ilmu-ilmu yang menitikberatkan suatu unggah-ungguh yang sangat luhur, saya mhon pak menteri jangan dihapus mapel bahasa jawa, karena itu adalah warisan budaya kita pak,,,, nuwun
  • Ratna Jawa timur, 6 Dec 2012
    Saya adalah guru Bahasa Daerah (Jawa) disebuah SMP. Pelajaran Bahasa Daerah yang saya ajarkan salah satu materinya adalah Undha Usuk Basa (tingkatan bahasa). Dimana penerapannya sebagai alat komunikasi untuk menghormati orang yang di ajak bicara. Jadi siswa diajarkan menghormati (ngajeni) orang lain yang lebih tua, maupun yang lebih muda. Dengan mempraktekan basa krama, ngoko, ngoko alus, diharapkan siswa akan tahu sopan santun, budi pekerti, menghargai, rasa menyayangi orang lain. Siswa (anak) yang mempunyai karakter akan membawa bangsa ini menjadi bangsa yang besar, mereka adalah generasi muda penerus pembangunan. Pada UUD 1945, pasal 32 ayat 2 yang berbunyi Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional. Bahasa Daerah adalah salah satu aset bangsa, warisan leluhur yang adiluhung. Negara yang mau melestarikan, mengembangkan, menjaga budayanya adalah bangsa yang berkarakter. Jika pelajaran bahasa daerah tidak dimasukan pada kurikulum 2013, maka akan musna dan hilang salah satu tonggak Bhinneka Tunggal Ika. Bahasa daerah harus diselamatkan, karena sungguh ironis jika suatu saat bahasa daerah akan lenyap di depan mata. Sudah masuk mulok saja mapel bahasa daerah di anak tirikan, apalagi jika di tiadakan. Untuk itu kami mohon mapel bahasa daerah tetap dimasukan pada kurikulum 2013 !!!
  • haristop01 Jawa timur, 6 Dec 2012
    Gak perlu terlalu serius menanggapi rencana pemerintah utk merubah kurikulum, lha wong anak pinter dan bagus meski tidak sekolah, tetaplah pinter dan bagus, yang penting dia mau belajar dan bergaul. Untuk Bpk/Ibu guru maju terus pantang menyerah memperbaiki nasib bangsa ini, semoga Allah selalu membimbing kita tetap pada jalan kebenaran. Amien
  • aneke venny Sulawesi tengah, 6 Dec 2012
    Kurikulum baru 2013...siapa takut??....perubahan kurikuum itu sebuah keniscayaan dan inovasi sesuai perkembangan jaman...khusus kepada Guru BK..mari kinerja kita tingkatkan agar keberadaan kita dilihat, dirasakan dan dimafaatkan masyarakat...kita ramai-ramai buka praktik..tidak perlu menunggu ijin dari organisasi induk..karena nyatanya organisasi kita juga kurang mengurusi kita...di sekolah jangan menjadi guru BK yang mau menerima semua tugas...terima tugas kalu sesuai dengan profesi kita...hayo kurikulum baru segera berlakukan...kami konselor/guru BK menyambut dengan penuh antusias..... HIDUP BIMBINGAN KONSELING....
  • rahma Di. yogyakarta, 6 Dec 2012
    Assalamu'alaikum bapak maupun ibu yang sedang memikirkan majunya pendidikan Indonesia.
    Saya yakin bapak dan ibu disana sedang berusaha memutuskan yang terbaik demi kemajuan bangsa yang kita cintai ini. Semuanya mengharapkan yang terbaik, tentunya untuk generasi penerus, bangsa, dan untuk kita semua. Saya hanya ingin memberikan tanggapan saya untuk kurikulum 2013 ini. Memang benar apa yang dikatakan dosen saya waktu itu, bahwa tim pengembang kurikulum memang sudah seharusnya diimbangi dengan orang-orang yang bekerja langsung di lapangan. Pada kenyataannya saya tidak tahu apakah sudah ada atau belum, sehingga pengambilan keputusan, adanya saran dan kritikan itu menjadi wakil dari orang-orang yang benar-benar merasakan praktik pendidikan yang terjadi di lapangan. Saya sering heran jika mendengar perubahan-perubahan yang diisukan kerap memancing tanggapan orang, semoga bukan pengalihan isu semata, semoga ini benar-benar untuk kemajuan bangsa. Amin.
    Bapak, ibu, saya ingin memberi tanggapan untuk penghapusan mulok bahasa daerah dan diganti dengan seni dan budaya. Menurut saya itu sangat berbeda. Tolong jangan dianggap bahasa daerah hanyalah mapel yang mengajarkan bahasa daerah masing-masing saja, tetapi di dalamnya terkandung pendidikan moral, etika, pengenalan budaya lokal, dan ajakan untuk mencintai budaya sendiri. Itu sebabnya bahasa daerah juga merupakan salah satu mapel yang mendukung terwujudnya pendidikan karakter. Bisa dibayangkan jika muatan lokal ini hilang, bagaimana generasi penerus bisa kenal dengan "Ibu"nya sendiri. Sangat lucu ketika mereka justru akrab dengan budaya asing, tetapi ketika ditanya tentang budayanya sendiri mereka menggeleng, dan hal ini sudah sering saya temui. Jadi, sebenarnya tidak ada hak untuk marah ketika budaya Indonesia diklaim negara lain, karena negara kita tidak menjaganya dengan baik, terlepas dari perjuangan rakyat untuk melindungi budaya tersebut sangatlah keras. Dan percayakah, itu menjadi salah satu soal dalam UAS yang lalu.
    Adanya bahasa daerah di kurikulum merupakan pengimbang dari adanya mapel bahasa asing, harapannya jika para siswa dilatih untuk mempelajari bahasa asing sejak di bangku sekolah, jangan sampai mereka lupa dengan bahasanya sendiri. Saya memahami pentingnya bahasa di kehidupan saat ini, keduanya memang sangat penting, mengingat keterampilan berbahasa adalah sarana untuk menguasai dunia.
    Saya pernah mendengar dari dosen saya beberapa tahun lalu bahwa bahasa daerah tahun depan akan menjadi mata pelajaran wajib, tapi kenyataannya malah dibuang seperti ini.
    Kepada bapak dan ibu yang duduk disana, mohon untuk dikaji kembali, pentingnya bahasa daerah tetap diadakan di kurikulum. Bangsa yang maju adalah bangsa yang memperhatikan kemajuan pendidikannya, bangsa yang maju adalah bangsa yang tidak melupakan jati diri dan perjuangan para pahlawannya. Merdeka... Semoga sukses dalam penyusunan kurikulum 2013 dan tidak merugikan siapapun yang ada di lapangan... ^_-
  • aneke venny Sulawesi tengah, 6 Dec 2012
    Walaupun dalam Draft Pengembangan Kurikulum 2013 tidak dikemukakan secara eksplisit tentang peran BIMBINGAN DAN KONSELING (guru BP/BK), namun saya masih bisa BERPRASANGKA positif. Dalam arti, saya yakin BENAR bahwa pemerintah masih memiliki kearifan untuk melihat bimbingan dan konseling sebagai bagian integral dari sistem pendidikan kita, yang telah diperjuangkan sejak tahun 65-an. Saya MOHON agar PEMERINTAH sebagai Perancang Kurikulum 2013 ini memasukkan yang tepat untuk memposisikan Bimbingan dan Konseling dalam Kurikulum 2013...dimana saya masih ingat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, yang memuat pengembangan diri peserta didik dalam struktur kurikulum setiap satuan pendidikan difasilitasi dan/atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan. INTINYA, APAPUN KURIKULUMNYA BIMBINGAN DAN KONSELING JANGAN DI ABAIKAN DEMI Tingkahlaku,kepribadian,minat dan bakat peserta didik anak bangsa yang akan datang akan lebih baik, dan HARAPAN saya sebagai GURU BK,... Tooolong di libatkan Proffesor2 BK, Praktisi BK, Guru BK dalam setiap PROSES penyusunan Kurikulum Pendidikan Khususnya Penyusunan Kurikulum 2013 ini, sehingga kami Guru BK merasa adil tidak PILIH KASIH...sebab semua Ilmu itu saling mendukung. Trimakasih...HIDUP BIMBINGAN KONSELING YES!!...
  • ilda Sulawesi selatan, 6 Dec 2012
    Kami mohon jawaban bagi pengambil kebijakan tentang peran guru TIK pada kurikulum 2013 kelak.
  • fetiyani Di. yogyakarta, 6 Dec 2012
    Pemerintah telah mencanangkan, "Cintailah produk sendiri daripada mencintai produk orang lain." Dalam hal ini, pemerintah menjadi teladan bagi masyarakat, agar mencintai produk Indonesia. Dalam hal pendidikan, pemerintah sebaiknya mencintai bahasa daerah dibanding mencintai bahasa asing. Bahasa asing membantu negara dalam hubungan internasional, namun buktinya yang menjadi duta Indonesia bukan mereka yang ahli bahasa seperti sarjana, magister, dan profesor jurusan bahasa. Diplomat Indonesia ialah mereka yang lulusan hubungan internasional, kan? Memangnya kemampuan bahasa asing mereka lebih unggul dibanding profesor bahasa ? Lalu mengapa harus mempelajari bahasa asing dengan meniadakan bahasa daerah? Hal tersebut memicu anak daerah makin melunturkan daerahnya. Hal demikian membuat Indonesia makin terjajah dengan budaya asing. Karena itu, pemerintah harus mampu mempertahankan bahasa daerah dalam silabus baru dan dalam kehidupan sehari-hari. BAHASA DAERAH HARUS DIPERTAHANKAN.
  • achmadhandoko Jawa tengah, 6 Dec 2012
    Mohon diperiksa kembali jadwal Implementasi Kurikulum untuk SD, karena siswa yang pada tahun 2013 naik ke kelas II tidak ikut menikmati kurikulum baru ini dan baru bisa mengikuti kurikulum baru pada tahun 2015. 
    Mapel TIK saya sangat setuju untuk dihapuskan sejak tingkat SD, karena selama anak saya mendapat materi TIK yang dipelajarkan malah Sejarah TIK itu sendiri bukannya Praktek Penggunaan Software yang sedang aktif dipergunakan apalagi belajari membuat program. Jika hanya belajar Word dan Excel maka belajar dirumah saja bisa dilakukan.
  • suyadi Sumatera selatan, 6 Dec 2012
    Perkembangan ICT yang begitu pesat menuntut kita untuk mengetahui dan menguasainya. Untuk itu mapel TIK harus ada di setiap jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD.
  • wbas Jawa tengah, 6 Dec 2012
    Yth bapak menteri Menndiknas mohon dikaji kembali mengenai muatan lokal ,kalau harus campuratau digabung dengan mata pelajaran yang lain kurang setuju pasalnya muatan lokal masih sangat kekurangan jam saat ini , jika harus digabung tidaklah setuju karena muatan lokal merupakan cerminan karakteristik budaya masing - masing daerah tentunya yang perlu dimasukan dalam mata pelajaran tersendiri tidak digabung dengan mapel yang lain, dewasa ini muatan lokal juga turut andil dalam menghadapi memberantas dekadensi moral bangsa melaluli budaya setiap daerah sebagai pijakan agar tidak berperilaku yang menyimpang pada setiap peserta didik ,kalau muatan lokal mesti gabung lantas bagaimana dengan jutaan pendidik yang mengajarkan mentranformasikan ilmu dan kompetensinya dalam bidang muatan lokal akan sedikit peminatnya maka tidak dipungkiri nantinya bisa peminat guru muatan lokal tidak ada peminatnya lantas siapa yang akan mengajarkan tentanng muatan lokal , sementara yang anak jaman sekarang acuh tak acuh dengan budaya lokal malah lebih menenkankan pada budaya barat ,lalu apakah akan terus dibiarkan hal tersebut sementara kemrosotan moral semakin meningkat , mohon dipertimbangkan lagi terima kasih .
  • v3 Di. yogyakarta, 6 Dec 2012
    Mohon dikaji ulang untuk menghapus mata pelajaran TIK, karena di lapangan belum semua guru siap untuk mengintegrasikan pelajaran TIK ke semua mata pelajaran, masih banyak guru yang gaptek, nantinya siswa hanya menggunakan peralatan TIK untuk jejaring sosial saja karena tidak mendapatkan dasar-dasar penggunaan peralatan TIK terutama komputer.
  • aku Jawa timur, 6 Dec 2012
    trimakasih pak menteri pelajaran saya dihapus
  • eka Di. yogyakarta, 5 Dec 2012
    perubahan bukan merupakan solusi yang bijak, menyelidiki dengan teliti bibit penyakit dan mencari obatnya adalah solusi dewasa. biarkan kurikulum yang ada berproses, butuh waktu untuk menunjukkan hasil. perombakan hanya akan membuat pelaku semakin bingung. 

    kurikulum 2013 yang didalamnya menyatukan bahasa daerah ke dalam seni budaya, prakarya serta OR bukan suatu pemikiran yang bijak. bidangnya berbeda..
    bahasa daerah khususnya Jawa di dalamnya terdapat aneka ragam tingkat tutur dan unggah ungguh kesopanan dalam bertutur dan bertingkah yang langsung bermanfaat di kehidupan masyarakat. masyarakat selalu mengecap negatif terhadap orang yang tidak memiliki etika yang baik. etika yang sangat mendetail hanya diperoleh di dalam pelajaran bahasa Jawa. orang tua sekarang ini banyak yang menyerahkan pendidikan yang bermanfaat dalam bergaul di masyarakat tersebut di bangku sekolah. jika di sekolah akan dihapuskan atau tidak diprioritaskan apa yang akan terjadi ??? Indonesia yang terkenal akan tata krama, sopan santun akan hilang. kekayaan indonesia seperti sastra-sastra daerah, budaya daerah, huruf-huruf daerah, kesenian daerah, dolanan, dll akan terkikis dan hilang pula. apa yang bisa dibanggakan dari negara ini selanjutnya ?? apakah menunggu diakui oleh negara lain baru akan tersadar ??
    pendidikan karakter yang digembor-gemborkan jelas terpancar di pelajaran bahasa Jawa.
    semoga tim penggagas kurikulum 2013 cinta akan keanekaragaman yang dimiliki negara ini sehingga tidak membiarkan generasi meninggalkan permata dan harus belajar ke luar negeri jika ingin mendapatkan permata itu kembali. 
    matur nuwun, semoga tulisan ini tidak hanya menjadi sederetan kata tanpa tindak lanjut yang bijaksana.
  • warsun_w@yahoo.co.id Lampung, 5 Dec 2012
    yth.tim pengembang kurikulum SMA lebih baik untuk mata pelajaran sosiologi dan antropolgi dipisahkan karena saya sebagai guru sosiologi merasa bahwa nantinya kalau sosantro menjadi pelajaran tersendiri apa tidak akan berdampingan dengan sejarah. disamping itu harus ada acuan pokok penilaian baik domain sikap,keterampilan agar siswa terpantau kegiatannya sesuai peminatan dan jangan sampai perubahan kurikulum 2013 ini hanya normatif teori yang ditonjolkan,masalah ujian nasional sebaiknya bukan dengan passing grade tapi hanya taraf hasil evaluasi terhadap kemampuan siswa dan jangan ditarget hasil ujian karena pasti bermuatan politis dan berikan hak mutlak penuh bagi guru untuk memajukan pendidkan dan semoga kurikulum 2013 berjalan sesuai dengan harapan pakar kurikulum,tehnisi pendidkn dan guru khususnya serta orangtua/wali murid, masyarakat, sehingga pendidkn dinegara ini sedikit demi sedikit tambah kemajuannya, mohon diperhatikan segala urusan masalah pendidikan segera dikembalikan kepusat kemdikbud.catatan khusus ,,,! jika pendidkan masih otonomi daerah maka segala urusan masalah perubahan kurikulum akan rancau seperti kabupaten dilampung atau daerah lainnya karena ada daerah yang siap dgn perubahan kurikulum dan ada daerah yang santai menanggapi perubahan kuriklm, untuk ekstra kurikuler mohon acuan penilaian yang jelas arah dan tahapan tujuannya supaya guru tidak ragu lagi dlm melaksanakan kegiatan untuk kemajuan pendidikan dan majulah pendidikan di Indonesia demi anak bangsa bisa cerdas pikiran ,cerdas hatinya baik budinya dan membawa harum orangtua hormat kepada sesama manusia. sekian terimakasih
  • sukronpkj Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Kurikulum yang dirancang berbasis sains dan teknologi tapi kok mapel Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dihilangkan. Ada mapelnya saja siswa dan gurunya yg melek teknologi masih jauh harapan,terlebih tidak ada mapelnya.
    Terlebih kami sebagai lulusan pendidikan guru TIK dan ribuan orang yg masih menempuh jurusan ini siap-siap menganggur.
  • irvannavri Jawa barat, 5 Dec 2012
    salah satu penyebab kurang berhasilnya KTSP adalah banyaknya guru-guru yg belum memahami kandungan KTSP. oleh karena itu saya berharap untuk kurikulum yg akan digulirkan ini memperhatikan aspek tsb. bagaimana pembelajaran dapat berjalan dengan baik jika guru-gurunya tidak memahami kurikulumnya. terimakasih
  • gusrina Jawa barat, 5 Dec 2012
    Kurikul untuk SMK sebaiknya dalam proses nya melibatkan dunia industri, widyaiswara dan guru sesuai dengan kompetnsi keahliannya, jgn sampai hanya melibatkan para profesor dari LPTK yang tidak mempunyai kompetensi tuk membuat kurikulum, spt kasus di PPPPTK Pertanian dengan bidang studi keahlian yang tidak ada LPTK yang menguasai materi yang terdapat pada kompetensi keahlian tsb, mohon melibatkan orang kompeten untuk merumuskan kompetensi keahlian sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini dan sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan inustri, mohon untuk program studi keahlian agribisnis sumberdaya perairan tidak hanya dibagi menjadi 2 kompetensi tetapi pembagian kompetensi disesuaikan dengan DUDI yg ada di dunia so harus ada perbaikan, semoga dengan perubahan kurikulum ini akan meningkatkan mutu pendidikan, perubahan kurikulum tetapi hanya kulit luarnya saja sementara implemantasi dilapangan sama saja dari kur 84,94,2000, 2006 dan akan menjadi kur 2013. Semoga mutu pendidikan menjadi lebih baik
  • rooniez Jawa tengah, 5 Dec 2012
    pikiran saya..kalo kurikulum ini berawal dari ikut-ikutan dengan negara lain... seperti rumor dari SKKNI yg dulu .... 
    tp kalo kurikulum ini digunakan dan dilaksanakan dengan baik insya allah akan hasillnya bagus.
    tp tolong difikirkan mengenai: bahasa daerah, pelajaran mengenai tata susila, tatakrama, kesopanan, dan bela negara sjuga sangat penting..
  • roberto_hosea Dki jakarta, 5 Dec 2012
    menurut saya kurikulum ini akan semakin jauh dari menciptakan generasi yang siap bersaing. saya kecewa dengan usulan kurikulum baru ini.
  • AKtriJuna Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Kepada Bapak / Ibu Tim Penyusun Kurikulum 2013. Mohon ditinjau dan dipertimbangkan lagi dengan pembagian mata pelajaran yang akan dilaksanakan tahun depan tersebut. Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku yang tentunya mempunyai berbagai bahasa pula di daerahnya masing-masing. Sebagai masyarakat Jawa, tentu saja miris dengan kondisi generasi muda negara ini yang "tidak mengenal" dengan bahasa Jawa. Banyak terjadi di kota, tidak usah terlalu jauh kota kabupaten saja, di sini siswa dan mahasiswa yang berasal dari dareah lebih memahami bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, namun ketika mereka ditanya menggunakan bahasa daerahnya, mereka menjawab dengan malu, gugup, bahkan dapat dikatakan tidak mengerti. Ini adalah bukti bahwa secara kejiwaan merasa malu / tidak tahu dengan bahasanya sendiri. Di desa saja, banyak anak yang sudah tiidak dapat menerapkan bahasa daerah dengan baik, contoh seorang anak ditanya oleh seorang ibu dalam bahasa Jawa,"Arep maring ngendi?" Si anak menjawab, "Badhe kondur." Ya begitulah realita yang terjadi di lapangan. Banyak guru bahasa yang kesulitan mengajarkan bahasa daerah karena bahasa kesehariannya adalah bahasa Indonesia. Bukan karena siswa tidak mengenal bahasa daerah, namun banyak orang tua sekarang yang malu/ enggan mengajarkan bahasa daerah dengan alasan tidak terlalu pintar berbahasa daerah. Itulah yang menjadikan bahasa daerah perlu diajarkan di sekolah sejak dini. Lalu setiap bahasa tentunya membawa suatu ajaran budipekerti, moral, tata krama, dan ilmu yang lainnya. Contoh saja bahasa Jawa, di dalam bahasa Jawa terdapat bahasa Ngoko dan bahasa Krama yang mengajarkan anak untuk sopan santun terhadap orang tua dan orang lain. Begitu juga dengan bahasa Sunda ada bahasa Kasar dan bahasa Alus, yang mana itu digunkan kepada siapa dan di mana si anak berbicara. Di dalam bahasa daerah pula-lah siswa diajarkan untuk dapat memahami, melindungi, dan menjaga budanyanya dari negara asing atau budaya lain yang masuk. Banyak orang yang berpendapat bahwa "Kalau bukan kita sendiri yang menjaga bahasa dan budaya kita, siapa lagi? Jika hilang bahasa dan budaya asli maka harga diri tak adda lagi." Lalu kesimpulannya apakah dengan berlakunya kurikulum baru ini hal itu akan terjadi? Tentu saja jawabannya tidak. Perlu digarisbawahi bahwa pelajaran bahasa daerah tidak sama dengan seni dan budaya, bila pelajaran bahasa daerah dimasukkan ke dalam seni dan budaya maka hasilnya bukan pembelajaran bahasa yang menjunjung tinggu nilai luhur, moral, etika,seni, dan budaya. Tetapi seperti pelajaran kertangkes pada kurikulum sebelumnya yang menghasilkan suatu karya seni melalui budaya yang ada. Jadi mohon dipertimbangkan kembali mengenai keberadaan bahasa Daerah. Terima kasih.
  • ancha Sulawesi selatan, 5 Dec 2012
    slide 2 jelas
  • muliady Sumatera utara, 5 Dec 2012
    Saya bingung dengan perumusan kurikulum baru yang dicanangkan, khususnya dengan pengintegrasian mata pelajaran TIK ke semua mata pelajaran lain di tingkat SMP..Kalau diintegrasikan bagaimana dengan siswa SMP??Banyak siswa SMP kita yang masih bingung dengan penggunaan peralatan TIK.Kalau mata pelajaran TIK di tingkat SMP dihapuskan saya yakin bangsa ini akan semakin hancur dikarenakan dasar untuk menangkis semua dampak negatif dari perkembangan TIK dimulai dari tingkat SMP. Serta akan membuat imbas ke tingkat SMA karena siswa lulusan SMP pada saat belajar TIK di SMA harus dimulai dari hal paling dasar seperti pengenalan peralatan TIK, dampak positif dan negatif dari peralatan TIK,dll..Jadi dengan hormat Pak Menteri beserta seluruh jajarannya untuk mempertimbangkan penghapusan mata pelajaran TIK dari kurikulum 2013, tetapi materi TIK untuk ditingkatkan mutu dan jumlah pertemuannya sehingga generasi bangsa Indonesia dapat kita jadikan sebagai "Creator" di bidang TIK jangan hanya sebagai "User". Apalagi perkembangan TIK merupakan perkembangan yang paling cepat perkembangannya.
  • Kosmas Nusa tenggara timur, 5 Dec 2012
    Dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 ayat (6) disebutkan jelas bahwa " Tenaga Pendidik terdiri atas Dosen, Guru, dan Konselor...dst. Regulasi ini diikuti dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan yang terdiri dari (1) Mata Pelajaran ; (2 ) Muatan Lokal, dan ( 3 ) Pengembangan Diri melalui (a) Kegiatan Ekstrakuler, (b ) Layanan Konseling. Regulasi yang mengikutinya adalah adanya Permendiknas Nomnor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas, Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permenpan RP Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, serta regulasi- regulasi lain yang secara eksplisit adanya layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah yang ditangani Konselor.Panduan Pengembangan Diri melalui Layanan Bimbingan dan Konseling menyatakan Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
    membahagiakan. Saya pesimis, Kurikulum 2013, walaupun masih dalam bentuk Draft, akan tidak membahagiakan siswa/ peserta didik dan tidak menjawab Undang- Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 terutama Bab I Pasal 1 ayat (6). Terima kasih.
  • aq_musti Nusa tenggara barat, 5 Dec 2012
    saya selaku masyarakat tidak setuju dengan pemangkasan beberapa mapel di smp termasuk pelajaran komputer.
  • AKtriJuna Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Kepada Bapak / Ibu Tim Penyusun Kurikulum 2013. Mohon ditinjau dan dipertimbangkan lagi dengan pembagian mata pelajaran yang akan dilaksanakan tahun depan tersebut. Indonesia adalah negara yang terdiri dari berbagai macam suku yang tentunya mempunyai berbagai bahasa pula di daerahnya masing-masing. Sebagai masyarakat Jawa, tentu saja miris dengan kondisi generasi muda negara ini yang "tidak mengenal" dengan bahasa Jawa. Banyak terjadi di kota, tidak usah terlalu jauh kota kabupaten saja, di sini siswa dan mahasiswa yang berasal dari dareah lebih memahami bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, namun ketika mereka ditanya menggunakan bahasa daerahnya, mereka menjawab dengan malu, gugup, bahkan dapat dikatakan tidak mengerti. Ini adalah bukti bahwa secara kejiwaan merasa malu / tidak tahu dengan bahasanya sendiri. Di desa saja, banyak anak yang sudah tiidak dapat menerapkan bahasa daerah dengan baik, contoh seorang anak ditanya oleh seorang ibu dalam bahasa Jawa,"Arep maring ngendi?" Si anak menjawab, "Badhe kondur." Ya begitulah realita yang terjadi di lapangan. Banyak guru bahasa yang kesulitan mengajarkan bahasa daerah karena bahasa kesehariannya adalah bahasa Indonesia. Bukan karena siswa tidak mengenal bahasa daerah, namun banyak orang tua sekarang yang malu/ enggan mengajarkan bahasa daerah dengan alasan tidak terlalu pintar berbahasa daerah. Itulah yang menjadikan bahasa daerah perlu diajarkan di sekolah sejak dini. Lalu setiap bahasa tentunya membawa suatu ajaran budipekerti, moral, tata krama, dan ilmu yang lainnya. Contoh saja bahasa Jawa, di dalam bahasa Jawa terdapat bahasa Ngoko dan bahasa Krama yang mengajarkan anak untuk sopan santun terhadap orang tua dan orang lain. Begitu juga dengan bahasa Sunda ada bahasa Kasar dan bahasa Alus, yang mana itu digunkan kepada siapa dan di mana si anak berbicara. Di dalam bahasa daerah pula-lah siswa diajarkan untuk dapat memahami, melindungi, dan menjaga budanyanya dari negara asing atau budaya lain yang masuk. Banyak orang yang berpendapat bahwa "Kalau bukan kita sendiri yang menjaga bahasa dan budaya kita, siapa lagi? Jika hilang bahasa dan budaya asli maka harga diri tak adda lagi." Lalu kesimpulannya apakah dengan berlakunya kurikulum baru ini hal itu akan terjadi? Tentu saja jawabannya tidak. Perlu digarisbawahi bahwa pelajaran bahasa daerah tidak sama dengan seni dan budaya, bila pelajaran bahasa daerah dimasukkan ke dalam seni dan budaya maka hasilnya bukan pembelajaran bahasa yang menjunjung tinggu nilai luhur, moral, etika,seni, dan budaya. Tetapi seperti pelajaran kertangkes pada kurikulum sebelumnya yang menghasilkan suatu karya seni melalui budaya yang ada. Jadi mohon dipertimbangkan kembali mengenai keberadaan bahasa Daerah. Terima kasih.
  • ancha Sulawesi selatan, 5 Dec 2012
    slide 2 jelas
  • muliady Sumatera utara, 5 Dec 2012
    Saya bingung dengan perumusan kurikulum baru yang dicanangkan, khususnya dengan pengintegrasian mata pelajaran TIK ke semua mata pelajaran lain di tingkat SMP..Kalau diintegrasikan bagaimana dengan siswa SMP??Banyak siswa SMP kita yang masih bingung dengan penggunaan peralatan TIK.Kalau mata pelajaran TIK di tingkat SMP dihapuskan saya yakin bangsa ini akan semakin hancur dikarenakan dasar untuk menangkis semua dampak negatif dari perkembangan TIK dimulai dari tingkat SMP. Serta akan membuat imbas ke tingkat SMA karena siswa lulusan SMP pada saat belajar TIK di SMA harus dimulai dari hal paling dasar seperti pengenalan peralatan TIK, dampak positif dan negatif dari peralatan TIK,dll..Jadi dengan hormat Pak Menteri beserta seluruh jajarannya untuk mempertimbangkan penghapusan mata pelajaran TIK dari kurikulum 2013, tetapi materi TIK untuk ditingkatkan mutu dan jumlah pertemuannya sehingga generasi bangsa Indonesia dapat kita jadikan sebagai "Creator" di bidang TIK jangan hanya sebagai "User". Apalagi perkembangan TIK merupakan perkembangan yang paling cepat perkembangannya.
  • Kosmas Nusa tenggara timur, 5 Dec 2012
    Dalam Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Bab I Pasal 1 ayat (6) disebutkan jelas bahwa " Tenaga Pendidik terdiri atas Dosen, Guru, dan Konselor...dst. Regulasi ini diikuti dengan Permendiknas Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi yang memuat Struktur Kurikulum Satuan Pendidikan yang terdiri dari (1) Mata Pelajaran ; (2 ) Muatan Lokal, dan ( 3 ) Pengembangan Diri melalui (a) Kegiatan Ekstrakuler, (b ) Layanan Konseling. Regulasi yang mengikutinya adalah adanya Permendiknas Nomnor 39 Tahun 2009 tentang Beban Kerja Guru dan Pengawas, Permenpan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kreditnya, Permenpan RP Nomor 21 Tahun 2010 tentang Jabatan Fungsional Pengawas Sekolah dan Angka Kreditnya, serta regulasi- regulasi lain yang secara eksplisit adanya layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah yang ditangani Konselor.Panduan Pengembangan Diri melalui Layanan Bimbingan dan Konseling menyatakan Visi pelayanan konseling adalah terwujudnya kehidupan kemanusiaan yang
    membahagiakan. Saya pesimis, Kurikulum 2013, walaupun masih dalam bentuk Draft, akan tidak membahagiakan siswa/ peserta didik dan tidak menjawab Undang- Undang Sisdiknas Nomor 20 Tahun 2003 terutama Bab I Pasal 1 ayat (6). Terima kasih.
  • aq_musti Nusa tenggara barat, 5 Dec 2012
    saya selaku masyarakat tidak setuju dengan pemangkasan beberapa mapel di smp termasuk pelajaran komputer.
  • wawat setiawati Bali, 5 Dec 2012
    untuk SMK karena ada muatan Pendidikan Sistem Ganda, selayaknya sekolah berdekatan dan berhubungan baik dengan institusi pasangan sesuai dengan program studi keahliannya, jadi, mohon dibuatkan kesepakatan yang mengikat antara institusi pasangan dan sekolah
  • agun Jawa barat, 5 Dec 2012
    Yth. Bpk Kemendikbud RI.
    Diperhatikan dari dulu kita pergantian kurikulum, bpk menteri apalah arti sebuah nama kalo ujungnya diganti tapi mutunya Nol. Coba kita perhatikan dari berbagai aspek. Wacana itu lebih gampang daripada realita di lapangan
    KtSP bersama isinya belum selesai sudah ada yang baru meski taraf ujian tapi jika dilihat hasil semua kurikulum dari tahun ke tahun tidak pernah rampung 100%. mutu hasil malah tawuran, teknologi di desa tertinggal jauh. Mau dikemanakan masyarakat. TIK ditiadakan jangan ambil gampang Pak, Tapi wacana ini membuat semua lapisan NKRI merinding. jangaan ambil keputusan sebelum pooling seluruh guru, investigasi kebawah dan ke atas ke kiri dan kanan, coba analisa SWOT. Kurikulum sebelumnya belum mencapai sasaran sekarang sudah ada yang baru, coba pa bercermin kembali, saya bukan menantang pa, kelinci percobaan tidak bagus dan takkkan pernah selesai, sekarang KTSP, besok Kurikulum 2013, .....2025 ????? dan apalagi , yang menjadi pertanyaan mau dibawa kemana pendidikan kita.......samapai di mana mutu pendidikan kita
  • imran Sulawesi selatan, 5 Dec 2012
    Positif Thinking saja, kalau dulu dasar ilmu itu baca, tulis dan hitung (calistung) sekarang tambah lagi 2, TIK dan B. Inggris jd memang sebaiknya terintegrasi. Tinggal mekanisme konversi dari kurikulum lama ke yg baru perlu di kaji, termasuk peran guru TIK bagaimana?
  • kordet Lampung, 5 Dec 2012
    zaman serba online Mata Pelajaran TIK SMP dihapuskan! kurikulum yang aneh dan membingungkan, setau saya mapel TIK mengajarkan etika dan moral menggunakan peralatan TIK seperti : Hp, Komputer, dan lain2...ni kah kebobrokan Dunia Pendidikan Indonesia????????????????????
  • kordet Lampung, 5 Dec 2012
    Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dihapuskan??? tolong di kaji lagi!!! seiring dengan zaman perkembangan teknologi semakin cepat...
  • kordet Lampung, 5 Dec 2012
    Teknologi Informasi Komunikasi (TIK) dihapuskan??? tolong di kaji lagi!!! seiring dengan zaman perkembangan teknologi semakin cepat...
  • samudra Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Saya harap Penghapusan TIK bisa di kaji ulang lagi

    terimakasih
  • sarif Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Di Sekolah Dasar Anak - anak sudah diberikan ekskul TIK , Dengan harapan ketika masuk jenjang berikutnya dapat mengembangkan konsep dasar TIK yang diberikan di SD, Jika di SMP TIK dihapus mungkin yang secara ekonomi mampu bisa ambil Kursus, Bagi yang ekonomi pas - pasan mungkin "?"
  • Dita Kurniawati Di. yogyakarta, 5 Dec 2012
    Yth. Bapak Menteri Pendidikan yang pastinya sangat bijaksana, tentunya bapak bisa melihat realitas yang terjadi , bagaimana nasib anak bangsa jika yang ditekankan hanya mapel tertentu, menurut saya harusnya perlu juga diperhatikan latar sosial budaya masyarakat Indonesia. budaya seperti bahasa harus tetap dicantumkan dalam kurikulum, kasihan dong Pak Menteri bagi mahsiswa yang kuliahnya jurusan pendidikan bahasa Jawa....mau jadi apa mereka,, para guru bahasa Jawa,,,tentunya akan kehilangan pekerjaanya..... saya harapp kurikulum 2013 perlu ditinjau kembali Pak,,,,lebih adhil jika semua mata pelajaran itu dimasukkan jadi tidak ada pihak yang terdiskriminasi. para guru bahasa Jawa, calon giru bahsa Jawa iti sebagai pahlawan penhyelamat budaya,,kalo pelajaran membatik tentunya masih bisa dimasukkan tanpa harus menghapus mata pelajaran lainn,,,mohon dipertimbangkan kembali lagi Pak,,,,,apakah bapak tega melihat banyaknya penggangguran di masa datang nanti,,, apa bapak tega kalo nantinya budaya termasuk bahasa Jawa itu diklaim negara lain,,,ayo dong Pak Menteri yang terhormat,,,,,pikirkan juga nasib nasib kamiii,,yang hanya sebagai orang bawahh
  • danarjawa@yahoo.co.id Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Yth. Kemendiknas pada hakikatnya Negara yang terhormat adalah Negara yang menghargai Budaya Sendiri. Bahasa Jawa adalah slh satu Bahasa Ibu pengguna no 11 didunia. Apa kata dunia kalau disekolah malah tidak diajarkan. bagaimana nasib bahasa Jawa. Bahasa Jawa merupakan pembinaan karakter dan ciri kecintaan pada negara.Mhn tetap dijadikan muatan Lokal wajib Propinsi Jateng, Yogyakarta dan Jatim.
  • munaqo Jawa barat, 5 Dec 2012
    Komponen Penilaian dengan menggunakan penilaian Patokan kecuali penilaian Kelulusan bersifat penilaian normatif (karakter peserta didik) di sinilah ciri khusus pendidikan Indonesia ada "NILAI/KARAKTER"
  • ctr_kukuh@yahoo.co.id Jawa timur, 5 Dec 2012
    Bapak Menteri dan Tim Perumus yang terhormat dan Penuh bijaksana, Mohon di pertimbangkan lagi. kami Pembina TIK Ingin memberantas GATEK. Dan juga kami membina siswa Mengikuti perkembangan IT disertai akhlak dan norma. Sehingga Jangan sampai siswa yang masih usia dini menyerap IT dengan salah penggunaan. Jangan abaikan siswa SMK Dan Mahasiswa yang terlanjur mengambil jurusan TIK.
  • Fuad Di. yogyakarta, 5 Dec 2012
    Mapel Kewirausahaan di SMK akan dihapus pada kurikulum 2013 apa strategi pemerintah untuk menciptakan para wirausaha? apakah tidak kontra produktif dengan kebijakan SMK(70) :SMA(30)? apakah lulusan SMK akan diciptakan sebagai pekerja, bukan sebagai wirausaha? Globalisasi akan menindas, menggilas dan melibas bangsa ini bila tidak punya jiwa wirausaha. Contoh riil TKI kita di LN banyak yang dianggap sebagai BUDAK oleh bangsa lain. Apakah kita juga akan menciptakan BUDAK untuk perusahaan asing? mohon perhatian yang berkuasa.
  • hanawidyawati@yahoo.co.id Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Yth. Bapak Menteri Pendidikan dan Tim Perumus Kurikulum 2013. Jika mapel Bahasa Jawa dihapus bagaimana nasib kami para guru Bahasa Jawa? Indonesia akan menambah nilai pengangguran karena banyak guru Bahasa Jawa yang akan menjadi pengangguran. Lalu bagaimana seandainya budaya etnik dan unik dari Jawa diakui oleh bangsa lain ? Banyak orang Jepang yang bisa unggah-ungguh bahasa Jawa dibanding generasi muda sekarang. Setelah Reog Ponorogo apa kita akan merelakan bahasa dan budaya Jawa diakui oleh bangsa lain ? Siswa tahu tata krama dan unggah-ungguh adalah cermin dari pendidikan yang berkarakter. Untuk itu mohon mapel Bahasa Jawa tetap ada di setiap jenjang pendidikan. Pendidikan Bahasa Jawa berbeda dengan pendidikan Seni dan Budaya jadi tidak dapat dilebur menjadi satu. Matur nuwun.
  • heru mugo mulyo Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Pak Menteri yang terhormat, Setelah melihat rancangan kurikulum 2013 disitu terlihat bahwa muatan lokal ditiadakan (masuk ke dalam seni budaya), terus terang saya sebagai guru bahasa daerah Jawa keberatan, karena bahasa daerah adalah cerminan luhur dari bangsa . Ada ungkapan bangsa yang baik adalah bangsa yang menghargai budaya luhur bangsa dalam hal ini (bahasa daerah). apa kata dunia kalau sampai bahasa daerah hilang di tempat bahasa tersebut ada/ lahir. Jadi mohon dengan sangat jangan dibuang atau di delete dari peradaban sebagai bangsa yang berbudaya luhur dan menghargai nenek moyang kita.
  • urwono Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Bpk mentri...Perkembangan IT begitu pesat, dan semua itu perlu pendampingan dan pembelajaran... Contoh kecil bagi anak2 kita yang bisa IT mereka masih tetap perlu pembelajaran TIK, karena Bpk tau sendiri sebagai contoh dalam penggunaan internet jika tidak kita dampingi dan beri pengarahan mau jadi apa anak2 kita, suatu sarana layaknya pisau dapur jika di pegang oleh seorang ibu akan berguna untuk memotong sayuran dan dinikmati semua keluarga. tapi jika pisau dapur di pegang perampok maka akan di gunakan untuk kejahan bahkan jadi musibah bagi orang lain... itu bagi anak2 yang sudah tau IT... lalu bagaimana dengan kami dan anak-anak kami yang di pedesaan... di mana di luar sana hampir semua technologi ada di setiap pekerjaan bagaimana nantinya anak-anak kami mampu bersaing jika tidak mulai kita kenalkan dari dini tentang IT ... maka saya rasa TIK di masa sekarang ini sangat lah penting..... mohon jadikan pertimbangan... kami hanya orang bisa dan orang-orang bodo Bpk lah yang lebih tau seharusnya... terimakasih
  • Akim Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Saya pusing baca paparan TEORI tentang paparan kurikulum baru 2013. Dan saya lebih pusing baca tanggapan dari publik yang sebagian besar juga TEORI. Yaah..mungkin karena saya sekarang adalah pekerja swasta, bukan dari kalangan akademisi. Saya sekarang bekerja di perusahaan jepang, bukan di perusahaan indonesia. And finally, silakan diatur lah gmn enaknya.. yang penting pihak sekolah nanti juga bisa sedikit ada kontribusi membuat anak saya berguna bagi Agama, keluarga, bangsa dan dunia. :)
  • tatarma Jawa barat, 5 Dec 2012
    Ada satu kegalauan yang saya coba rasakan setelah mencoba memahami draf kurikulum 2013 ini terutama pada mapel TIK yang diintegrasikan. 1. Sebagai guru TIK, saya belum memperoleh kejelasan bagaimana "nasib" saya pada kurikulum tersebut, apakah harus mengajar mapel yang lain, atau membantu guru mapel lain pada saat materi pelajaran yang terintegrasi TIK. 2. Pengintegrasian TIK pada mapel yang lain bisa mungkin justru akan menghambat proses pembelajaran bagi guru yang belum menguasai TIK, terutama guru2 yang berada di daerah yang mungkin relatif tertinggal dengan di kota besar, belum lagi faktor sarana, usia guru, materi pelajaran, kepraktisan dll. 3. Tidak semua materi pelajaran harus disampaikan dengan basis TIK, ada beberapa materi pelajaran yang justru masih membutuhkan penegasan secara "manual" misalnya rumus-rumus matematika yang akan lebih dimengerti ketika menjelaskan-nya di papan tulis. 4. Dikhawatirkan yang terjadi adalah keengganan mengajar dari guru-guru "sepuh" jika harus mengajar dengan membawa laptop ke kelas misalnya. 5. Masalah waktu penyesuaian materi pelajaran bisa mungkin jadi lebih lama, misalnya pada mata pelajaran Bhs. Indonesia ada tugas membuat makalah, untuk membuat makalah saja harus dijelaskan dulu cara mengatur kertas, margin, header, footer dsb.dsb. yang secara kompetensi bukan termasuk kompetensi mapel Bhs. Indonesia. 6. Jika pengitegrasian ini sebatas menggunakan sarana TIK dalam pembelajaran dikhawatirkan malah tidak akan menambah wawasan anak tentang materi pelajaran tersebut, karena ketika anak mencari sumber dari internet, anak cenderung “copy – paste” tanpa pemahaman dan kemampuan membuat sendiri bagaimana mengedit naskah tersebut. Secara pribadi saya setuju jika semua mapel harus memanfaatkan TIK, tetapi jika dengan ini malah menjadi penghambat kemajuan, mengapa tidak seperti yang sudah berjalan saja dimana TIK jadi mapel tersendiri, setidaknya dengan hal itu - yang saya rasakan - kita bisa membimbing, mengoreksi dan memberikan masukan ketika siswa harus membuat tugas di PowerPoint misalnya. Semoga kurikulum 2013 tidak sekedar kehendak penentu kebijakan tetapi juga mendengarkan aspirasi dari bawah yang justru lebih memahami kondisi di sekolah. Saya berani berpendapat seorang yang telah bergelar “Profesor Doktor” bisa mungkin tidak akan berhasil mengajar anak kelas VII smp di pelosok dibandingkan seorang guru yang hanya lulusan D3 tetapi telah paham betul kondisi anak-anak didiknya.
  • yosvidar Jawa tengah, 5 Dec 2012
    Pemangkasan mapel yang kemudian diintegrasikan ke dalam mapel yang lain sangat berdampak signifikan kepada tenaga pengajar, anak didik serta lembaga pendidikan, karena akan banyak sekali lulusan FKIP yang menjadi pengangguran, juga anak didik yang lebih tidak berkarakter karena pengintegrasian muatan lokal seperti bahasa daerah ke dalam seni budaya adalah sangat rancu, sebab bahasa daerah merupakan pemicu perkembangan bahasa Indonesia, selain itu untuk Bimbingan dan Penyuluhan perlu diberikan jampel tersendiri untuk mencegah kenakalan siswa.
  • Halasan Dki jakarta, 5 Dec 2012
    Yth. Bapak Menteri Pendidikan, sesuai dengan kurikulum 2013 yang dimuat ini, sy mempertanyakan keberadaan guru IPA dan IPS di SMK yang merupakan guru yang sudah sertifikasi 2012, yang merupakan angkatan pertama, selanjutnya guru tersebut mau kemana...!!!! sementara untuk mencapai sertifikasi ini sudah sangat sulit, mohon pertimbangannya. Kemudian permasalahan pendidikan ini terutama tawuran bukan karena di SMK pelajaran tersebut ada, sebagai masukan saja, pelajaran IPA memberikan gambaran tentang keberadaan industri terhadap lingkungan, kerusakan dan menjaga keseimbangan lingkungan yang diarahkan kepada istilah Go green !!! demikian terimakasih..!!
  • Mita Jawa tengah, 5 Dec 2012

    Komentar :

    Nama :
    E-mail :
    Web :
    Komentar :
    Masukkan kode pada gambar


        [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (773)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (320)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (220)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (215)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (208)

Pengunjung

    1343909

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook