WEB PSIKOLOGI & PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI DAN KEPENDIDIKAN
Kumpulan Opini Guru Dalam Uji Publik Kurikulum 2013 bagian 1 lanjutan

  • yulz_cute Jawa tengah, 6 Dec 2012

bagaimana dengan budaya kita apabila bahasa jawa pada kurikulum 2013 ditiadakan, tingkat kesopanan masyarakat jawa akan semakin turun drastis, sebagai anak negeri yang sudah berbahasa jawa sejak kecil, pembelajaran bahasa jawa justru harus semakin ditingkatkan, mengingat sudah banyak anak yang sudah tidak mengenal adanya estetika dalam berbicara berbusana dan lain sebagainya. bahasa asing dilestarikan tetapi bahasa sendiri dihilangkan, maka bangsa asing akan semakin mudah memporakporandakan bangsa kita, budaya sudah semakin tak jelas. katanya budaya ketimuran tapi apa kenyataannya budaya barat yang cenderung pada tindakan yang tidak sesuai dengan citra budaya indonesia hilir mudik pergi dan masuk sesuka hati, katanya bhineka tunggal ika tapi apa kenyataannya? berpedomanlah pada apa yang ada di Alqur'an dan sunnah yang telah Allah sampaikan, sebagai tuntunan yang baik untuk kita, tidak beda dengan bahasa jawa yang justru semakin memprihatinkan.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

ALHAMDULILAH Pemda Provinsi Jawa Tengah telah melahirkan sebuah perda yang sangat penting bagi perkembangan dunia pendidikan di provinsi ini. Yakni Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Pendidikan di Jawa Tengah. Peraturan ini terdiri atas 11 bab dan 62 pasal.. Selama beberapa bulan terakhir ini, Biro Hukum Pemda Provinsi dengan menggandeng Dewan Pendidikan, Dinas Pendidikan, dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah Jateng gencar melakukan sosialisasi perda di seluruh daerah kabupaten dan kota. Menurut Sekretaris Dewan Pendidikan Jateng, Drs H Ragil Wiratno MH yang ikut aktif melakukan sosialisasi, bahwa kehadiran perda ini patut disambut dengan suka cita. Sebab peraturan ini mempunyai banyak makna. Karya besar ini di samping untuk mengakomodasi karakteristik daerah yang spesifik, juga sekaligus sebagai payung hukum penyelenggaraan pendidikan di provinsi ini. ‘’Dan juga sebagai pedoman dalam mengembangkan penyelenggaraan pendidikan baik formal, non-formal maupun pendidikan informal yang dilaksanakan secara konsisten serta disesuaikan dengan sosiokultural agar siswa bisa memahami materi ajar,’’ kata Ragil yang juga Wakil Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Islam Nasima Semarang. Sebagai sebuah pedoman, dia mengingatkan agar perda ini jangan diabaikan begitu saja melainkan harus dihormati, ditaati dan dilaksanakan secara konsekuen. Lahirnya perda ini mencerminkan adanya kepedulian yang serius dari Pemda Provinsi Jateng dalam melaksanakan pembangunan bidang pendidikan. Dengan perda ini Pemda berharap terwujudnya pendidikan yang bertumpu pada kualitas, kekhususan dan potensi daerah. Maka tidak begitu berlebihan, menurut Ragil, kalau perda ini dengan sungguh-sungguh mencoba menggali potensi daerah untuk melahirkan anak bangsa yang berbudi pekerti luhur dan rasa cinta kepada budaya adhiluhung. Guna mewujudkan cita-cita ini perda dengan tegas mengatur pemberlakuan mata pelajaran Bahasa Jawa dan Budaya Jawa bagi peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar sampai sekolah menengah. Mengenai pembelajaran Bahasa Jawa, misalnya, dengan tegas diatur dalam Pasal 46 dan Pasal 47. Pasal 46 ayat 1 menyebutkan bahwa dalam rangka penyelenggaraan pendidikan berbasis keunggulan lokal, setiap satuan pendidikan harus menggunakan Bahasa Jawa sebagai bahasa pengantar atau komunikasi. Ayat 2 mewajibkan penggunaan Bahasa Jawa dilakukan setiap hari Kamis. Sementara itu Pasal 47 menyebutkan, mata pelajaran seni budaya diutamakan seni budaya yang menjadi keunggulan Jawa Tengah. Pembelajaran muatan lokal berupa Bahasa Sastra dan Budaya Jawa pada semua jenjang pendidikan ini dengan alokasi waktu 2 jam per minggu. Menurut Ragil, sebelum lahirnya perda, Dinas Pendidikan Jateng sudah melaksanakan penerapan pendidikan Bahasa Jawa di sekolah-sekolah tingkat dasar. Hal ini berdasarkan surat kesepakatan bersama tiga gubernur yakni gubernur Jatim, Jateng dan Yogyakarta dalam upaya pelestarian Bahasa Jawa. Namun pelaksanaan mata pelajaran ini masih berjalan di tengah jalan. Sekolah masih sulit mendapatkan guru Bahasa Jawa yang kompeten mengingat jumlah sarjana Bahasa Jawa masih tergolong sedikit. Alat peraga untuk mendukung pembelajaran Bahasa Jawa juga masih kurang memadai. Maka, dengan adanya perda yang secara tegas mengatur soal pembelajaran Bahasa Jawa, Ragil berharap pembelajaran Bahasa Jawa bisa dilaksanakan secara lebih berkualitas. Karena tanpa disadari kalau kita berhasil menerapkan pembelajaran Bahasa Jawa dan Budaya Jawa dengan baik, insya allah kelak akan lahir generasi muda yang berbudi luhur serta memiliki rasa cinta yang mendalam terhadap budaya adhiluhung yang kita miliki. http://majalahmerahputih.wordpress.com/2012/08/30/perda-pendidikan-jateng-kawal-ketat-pelestarian-bahasa-jawa/

  • Samin Jawa tengah, 6 Dec 2012

Mohon dengan kearifan mencermati pengahapusan Mapel TI & K dengan dampak yang ditimbulkan : 1. Mau dikemanakan guru mapel TI&K yang sudah diangkat/ditugaskan baik yang berstatus PNS maupun honorer. 2. Berapa dana yang sudah di mubadzirkan untuk proses pensertifikasian guru/PLPG guru mapel TIK, dan yang sudah lulus sertifikasi mau dikemanakan. 3. Untuk menjembatani anak menguasai TIK dalam pembelajaran siswa di kelas, masih dibutuhkan mapel TIK seperti kelompok mapel adaptif di SMK.

  • mukhtarom Jawa tengah, 6 Dec 2012

pada peminatan akademik (kelompok c) alangkah lebih baiknya di sertakan bahasa daerah, apapun bahasa tersebut, hal ini dikarenakan perlunya pendalaman karakter daerah. Perlu diingat bersama bahwa manusia hidup juga mengikuti morna adat (daerah). Apabila tidak memiliki kompetensi kedaerahan bisa jadi manusia terssebut tidak dapat diterima di daerahnya sendiri... terimakasih,,,

  • purwanti Jawa timur, 6 Dec 2012

Akar budaya Indonesia adalah budaya -daerah yang ada di seluruh wilayah nusantara tercinta ini,ta'terkecuali bahasa -bahasa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.Kalau kita mau menghilangkan pelajaran bahasa daerah (Jawa) maka kita akan kehilangan jati diri dan identitas Indonesia yang "BHINEKA TUNGGAL EKA", sebaiknya bahasa daerah d masukan dalam kurikulum 2013 mendampingi pelajaran baha Indonesia. Cantikkan ??????....

  • Samin Jawa tengah, 6 Dec 2012

Mohon dengan kearifan mencermati pengahapusan Mapel TI & K dengan dampak yang ditimbulkan : 1. Mau dikemanakan guru mapel TI&K yang sudah diangkat/ditugaskan baik yang berstatus PNS maupun honorer. 2. Berapa dana yang sudah di mubadzirkan untuk proses pensertifikasian guru/PLPG guru mapel TIK, dan yang sudah lulus sertifikasi mau dikemanakan. 3. Untuk menjembatani anak menguasai TIK dalam pembelajaran siswa di kelas, masih dibutuhkan mapel TIK seperti kelompok mapel adaptif di SMK.

  • mukhtarom Jawa tengah, 6 Dec 2012

pada peminatan akademik (kelompok c) alangkah lebih baiknya di sertakan bahasa daerah, apapun bahasa tersebut, hal ini dikarenakan perlunya pendalaman karakter daerah. Perlu diingat bersama bahwa manusia hidup juga mengikuti morna adat (daerah). Apabila tidak memiliki kompetensi kedaerahan bisa jadi manusia terssebut tidak dapat diterima di daerahnya sendiri... terimakasih,,,

  • purwanti Jawa timur, 6 Dec 2012

Akar budaya Indonesia adalah budaya -daerah yang ada di seluruh wilayah nusantara tercinta ini,ta'terkecuali bahasa -bahasa yang ada di seluruh wilayah Indonesia.Kalau kita mau menghilangkan pelajaran bahasa daerah (Jawa) maka kita akan kehilangan jati diri dan identitas Indonesia yang "BHINEKA TUNGGAL EKA", sebaiknya bahasa daerah d masukan dalam kurikulum 2013 mendampingi pelajaran baha Indonesia. Cantikkan ??????....

  • tini srihartati Sumatera selatan, 6 Dec 2012

Saya guru TIK di SMP tidak setuju apabila mata pelajaran TIK dihapuskan, karena mata pelajaran TIK sangat dibutuhkan oleh siswa SMP untuk mempelajari dasar-dasar komputer, apalagi bagi siswa yang kurang mampu dan tinggal di pinggiran, yang orang tua mereka tidak mampu memberikan fasilitas komputer di rumah, mereka akan semakin terbelakang, di era globalisasi sekarang ini, di saat anak-anak dari negara maju di tingkat sekolah dasar sudah mahir mengakses internet, tapi anak-anak Indonesia khususnya dari masyarakat kurang mampu dan tinggal di pinggiran baru akan mengenal apa itu komputer dan bagaimana cara menggunakannya di tingkat SMA nanti, apalagi sebagian besar guru SMP/SMA saja masih banyak yang gagap teknologi alias belum bisa menggunakan komputer, bagaimana pengenalan TIK dapat diharapkan dari guru-guru mata pelajaran lain tersebut? Saya berharap agar para penyusun kurikulum 2013 dapat mempertimbangkannya kembali, kami sebagai guru yang langsung terjun ke kelas, kami lebih memahami apa yang dibutuhkan oleh siswa.

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al-Hujuraat:13). Jika Allah saja menciptakan berbagai suku yang di dalamnya terdapat berbagai macam bahasa Daerah, bagaimana bisa pemerintah menghapuskan bahasa Daerah dari pendidikan? Bila Indonesia mempunyai kebudayaan yang sama dengan luar negeri, maka hal apa yang dapat dikenalkan kepada dunia dari Indonesia? Mohon bahasa Daerah ditetapkan sebagain muatan wajib sejajar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terima kasih.

  • akadir Kalimantan barat, 6 Dec 2012

Perubahan kurikulum adalah kebijakan tidak terhindarkan demi menyesuaikan dengan perkembangan global. Walaupun harus dengan kata-kata yang dapat diterima publik seperti: penyesuaian, penyempurnaan, pengembangan, dan lain-lain. Landasan penting yang perlu diperhatikan adalah filosofi yang kuat, baik filosofi pendidikan maupun filosofi perubahan kurikulum itu sendiri. Karena terbatasnya ruang untuk memberi tanggapan maka secara singkat dapat disampaikan catatan berikut. 1. Pada Standar Isi Kurikulum 2006, KD untuk SD banyak menggunakan kata “memahami”. Pada jenjang SMP mulai ada kata “menerapkan” dan pada jenjang SMA sudah ada kata “menganalisis”. Salah satu slide dari Uji Publik ini terdapat skema level penguasaan kognitif: SD (faktual – konseptual), SMP (konseptual – prosedural), SMA (prosedural – metakognitif), PT (metakognitif). Kalau landasan teori psikologi kognitif ini digunakan sebagai dasar menentukan kedalaman dan keluasan isi kurikulum maka harapan agar murid SD dan SMP dapat menjadi critical, creative, innovative thinker dan enterprising problem solver tidak akan terwujud. 2. Salah satu alasan perubahan kurikulum adalah kurikulum terdahulu sarat materi, sehingga muncul gagasan pengurangan matapelajaran. Kalau hanya matapelajaran yang berkurang sementara materi masih tetap maka tidak akan terjadi perubahan. Materi pembelajaran hanya pindah ruang, dulu masuk matapelajaran ini sekarang masuk ke matapelajaran lain. 3. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang mengembangkan nilai (etika dan estetika). Karena itu pendidikan karakter perlu mencermati aksiologi nilai tersebut. Tujuan pendidikan ini adalah terbentuknya moral atau akhlak sehingga seseorang dapat berperilaku benar dan menghindari perilaku salah, bukan justru mengakali agar perilaku salah tidak terungkap. Kasus-kasus korupsi, narkoba, plagiarism, dan lain-lain adalah contoh pelanggaran nilai. Perlu jelas dipahami dan disadari nilai-nilai yang dilanggar, sehingga menumbuhkan keyakinan kuat untuk benar-benar tidak melakukan perbuatan salah itu. Mudah-mudahan tanggapan singkat ini bermakna. Terima kasih.

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al-Hujuraat:13). Jika Allah saja menciptakan berbagai suku yang di dalamnya terdapat berbagai macam bahasa Daerah, bagaimana bisa pemerintah menghapuskan bahasa Daerah dari pendidikan? Bila Indonesia mempunyai kebudayaan yang sama dengan luar negeri, maka hal apa yang dapat dikenalkan kepada dunia dari Indonesia? Mohon bahasa Daerah ditetapkan sebagain muatan wajib sejajar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terima kasih.

  • santi Jawa tengah, 6 Dec 2012

Kebangkitan industri kreatif tidak lepas dari penggunaan TIK. bagaimana industri kreatif akan berkembang kalau dasar TIK aja ndak ada......anak berjalan itu saja dari merangkak tidak mungkin lahir langsung lari....demikian pula dengan Teknologi.....kita bisa mengenal teknologi lebih jauh kalau kita sudah mempelajari dasarnya terlebih dahulu...jangan biarkan anak mengenal teknologi dasar saat kuliah di fak. ilmu komputer....ya kalau mereka mampu kuliah...kalau ndak....semakin gaptek lah anak-anak kita

  • syaiful Jawa timur, 6 Dec 2012

Yth. Bpk/Ibu Usul, UN diganti menjadi Ujian Minat dan Bakat Siswa dan tidak menjadi acuan kelulusan, dengan demikian akan diketahui bakat dan minat siswa tersebut yang kemudian akan kita kembangkan di perguruan tinggi atau di Balai Keterampilan Kerja (BKL)

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al-Hujuraat:13). Jika Allah saja menciptakan berbagai suku yang di dalamnya terdapat berbagai macam bahasa Daerah, bagaimana bisa pemerintah menghapuskan bahasa Daerah dari pendidikan? Bila Indonesia mempunyai kebudayaan yang sama dengan luar negeri, maka hal apa yang dapat dikenalkan kepada dunia dari Indonesia? Mohon bahasa Daerah ditetapkan sebagain muatan wajib sejajar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terima kasih.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

bahasa Jawa harus tetap jadi mapel mandiri tdk digabung dg mapel lain sampai kapanpun dg model kurikulum apapun...perda baru saja disahkan oleh DPRD...

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012
  • Ø Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, serta menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal (QS Al-Hujuraat:13). Jika Allah saja menciptakan berbagai suku yang di dalamnya terdapat berbagai macam bahasa Daerah, bagaimana bisa pemerintah menghapuskan bahasa Daerah dari pendidikan? Bila Indonesia mempunyai kebudayaan yang sama dengan luar negeri, maka hal apa yang dapat dikenalkan kepada dunia dari Indonesia? Mohon bahasa Daerah ditetapkan sebagain muatan wajib sejajar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Terima kasih.
  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional Bukankah bahasa Jawa termasuk bahasa daerah...????????????maturnuwun

  • santi Jawa tengah, 6 Dec 2012

Pak menteri YTH....gimana nasib adik2ku yang sudah terlanjur ngambil jurusan pendidikan TIK Lha wong mapel dihapus......Kembangkan saja SK dan KD TIK yang sudah ada jangan dihilangkan. TIK itu sangat penting apalagi di era globalisasi ini....

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional Bukankah bahasa Jawa termasuk bahasa daerah...????????????maturnuwun

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional Bukankah bahasa Jawa termasuk bahasa daerah...????????????maturnuwun

  • rahmad Gorontalo, 6 Dec 2012

Mata pelajaran TIK yang rencana dihilangkan tidak semudah yang dibayangkan untuk diintegrasikan pada semua mata pelajaran. Dahulunya mata pelajaran TIK sudah ada toh belum bisa diintegrasikan alias sulit, karena gurunya tidak mau berkembang, apalagi jika dihapuskan. ini akan membuat peradaban TIK dijenjang SMP akan mundur. kemudian guru TIK-nya mengajar apa dong pak menteri? mhon kebijakannya. Guru TIK di Indonesia cukup banyak dan yang sudah sertifikasi. ini akan memunculkan persoalan baru alias keresahan bagi pengajarnya. terima kasih.

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional." Jika bahasa Daerah dihapus dari kurikulum, di mana dan bagaimana pemerintah dapat menjalankan amanah UUD 1945 tersebut? Terima kasih.

  • santi Jawa tengah, 6 Dec 2012

santi jepara oh sungguh malang nasibmu TIK..... anak mengenal dari tulisan tangan ke mesin ketik manual, dari mesin ketik manual ke komputer.....lha sekarang bagaimana anak mau bisa mengenal teknologi lebih lanjut kalau tidak melalui pelajaran TIK....di negara lain TIK semakin dikembangkan justru di Indonesia dihentikan. Kembali ke jaman Batu aja sekalian....

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

sudah habis kata2 saya utk mengungkapkan betapa sayangnya jika basa Jawa tidak dimasukkan dalam kurikulum 2013 ini....bagi para pemerhati yg peduli dg karakter dan budaya lokal pasti sudah tanggap dan tahu betul pentingnya bahasa Jawa....saya yakin pembuat kurikulum 2013 adalah org yg cinta budaya dan bahasa lokal yg tetap mencantumkan basa Jawa dalam mapel mandiri di kurikulum 2013...demi karakter anak bangsa, demi hidupnya bahasa ibu.....bukankah begitu Pak, Bu, perancang kurikulum baru?????

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

sudah habis kata2 saya utk mengungkapkan betapa sayangnya jika basa Jawa tidak dimasukkan dalam kurikulum 2013 ini....bagi para pemerhati yg peduli dg karakter dan budaya lokal pasti sudah tanggap dan tahu betul pentingnya bahasa Jawa....saya yakin pembuat kurikulum 2013 adalah org yg cinta budaya dan bahasa lokal yg tetap mencantumkan basa Jawa dalam mapel mandiri di kurikulum 2013...demi karakter anak bangsa, demi hidupnya bahasa ibu.....bukankah begitu Pak, Bu, perancang kurikulum baru?????

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional." Jika bahasa Daerah dihapus dari kurikulum, di mana dan bagaimana pemerintah dapat menbjalankan amanah UUD 1945 tersebut?

  • santi Jawa tengah, 6 Dec 2012

santi jawa tengah kenapa kita harus tiru negara lain ?(finlandia). disana serba tutorial berbasis IT. sudahkan semua wilayah NKRI memperoleh dukungan fasilitas IT ? Siswa bisa melihat dan mendengarkan tutorial tapi bagaimana mereka bisa membuat kalau TIK dihappus.......karena melalui TIK anak diajarkan dasar-dasar penggunaan komputer....Ayo Pak Menteri yang terhormat pikirkan kembali TIK......

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional."

  • rahmad Gorontalo, 6 Dec 2012

Jika dihapuskannya mata pelajaran TIK di jenjang SMP, lantas Guru TIK yang telas tersertifikasi dan memiliki kompetensi mengajar apa nantinya? Kami kurang setuju, mata pelajaran TIK masih dibutuhkan terutama bagi sekolah yang jangkauan sarana dan pendukung lainnya kurang memadai. nah ini jika dihapus pasti akan mematikan kreatifitas guru TIK itu sendiri.

  • idameyka Di. yogyakarta, 6 Dec 2012

kenapa harus bahasa daerah harus dihilangkan pak? seharusnya bahasa daerah itu tetap dipertahankan,, bagaimana kita bisa bersaing dengan negara maju bila kita tidak punya bahasa daerah. bahasa daerah itu sangat penting, kita bisa bangga mempunyai beraneka ragam bahasa daerah.. bila bahasa daerah dihilangkan lalu bagaimana anak cucu kita nanti.

  • rudi Jawa timur, 6 Dec 2012

Saya Guru Bahasa Daerah (Jawa), Kurikulum Bahasa Daerah (Jawa) selama ini dari tingkat pusat belum mendapatkan perhatian yang lebih intensif. Menurut Undang-undang Dasar 45 Pasal 32 Ayat (2) "Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional." implementasi dari UUD 45 tersebut harusnya tampak pada kurikulum di setiap tingkat jenjang pendidikan. Jika konsep pemerintah lebih mengedepankan pada pendidikan karakter, maka dalam mata pelajaran bahasa daerah (Jawa) banyak muatan karakter (unggah-ungguh) oleh sebab itu pencantuman mata pelajaran Bahasa Jawa di dikurikulum 2013 sangat tepat, jangan hanya sebagai pilihan atau tidak dicantumkan sama sekali, bahwa hilangnya eksistensi kedaerahan yang merupakan aset kepribadian bangsa menjadi luntur karena hilangnya perhatian maksimal dari pemerintah di jenjang pendidikan. Budaya dan bahasa daerah merupakan aset bangsa yang harus dilindungi. Sekali lagi untuk mengiplementasikan UUD 45 pasal 32 ayat 2 tersebut langkah konkrit yang harus dilakukan adalah mengadakan mata pelajaran bahasa daerah mulai dari tingkat pra sekolah sampai perguruan tinggi. Oleh sebab itu pada mapel prakarya, seharusnya ditulis lebih spesifik mulok bahasa daerah.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

basa jawa harus tetap ada sudah jelas perdanya...tdk ada alasan utk mnghapus ataupun menggabung basa Jawa dengan mapel lain....mohon dipertimbangkan dan diambil keputusan yang tepat....maturnuwun sangettttttttttt

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Saya berharap bahasa Jawa tetap diadakan dalam mata pelajaran di sekolah sebagai salah satu cara untuk melestarikan kebudayaan daerah. Jangan sampai 10 tahun lagi tidak ada seorang pun yang dapat berbahasa Jawa dan menulis aksara Jawa karena tidak diajarkan di sekolah.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

kurikulum diganti2 terus...dlu waktu saya SMA slama 3 taun saya mengalami 3 kali perubahan kurikulum...piye jan-jane iki?kayak pake baju aja gonta ganti terus....padahal kalo dipikir materi ya sama...smentara siswa harus beli buku baru lagi yg sesuai kurikulum...hufttttt kurang bijak sekali

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

kurikulum diganti2 terus...dlu waktu saya SMA slama 3 taun saya mengalami 3 kali perubahan kurikulum...piye jan-jane iki?kayak pake baju aja gonta ganti terus....padahal kalo dipikir materi ya sama...smentara siswa harus beli buku baru lagi yg sesuai kurikulum...hufttttt kurang bijak sekali

  • muslani Di. yogyakarta, 6 Dec 2012

Bahasa jawa / bahasa daerah sebaiknya tetap berdiri sendiri. Dengan kondisi seperti sekarang saja, banyak generasi muda yang tidak bisa berbahasa jawa dengan baik dan benar. Bagaimana kedepannya kalau kurikulum saja tidak mendukung dalam upaya pelestariannya. Pelajaran yang sarat dengan moral dan budi pekerti harus lebih dikedepankan daripada semata-mata mengejar kelulusan Ujian Nasional dan prestasi akademik.

  • AKtriJuna Jawa tengah, 6 Dec 2012

Mohon mata pelajaran bahasa Daerah dijadikan mata pelajaran muatan wajib yang sejajar dengan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, Barulah diatur lebih lanjut mengenai mapel bahasa Daerah tersebut. Terima kasih.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

basa jawa akan digabung dengan mapel lain...tetapi mapel ini jelas2 beda muatan materi dg bahasa jawa...itu sama saja dihapus pelan2....mohon diperhatikan, budaya dan bahasa lokal harus tetap hidup berdampingan dg modernisasi dan globalisasi,,,jgn malah dihilangkan...

  • islamia Jawa barat, 6 Dec 2012

aneh dunia pendidikan Indonesia, dari dulu sampai sekarang Dunia pendidikan indonesia sibuk bongkar pasang dan uji coba kurikulum, kasihan anak-anak sekolah, dan guru-guru selalu di paksa untuk menjadi kelinci percobaan. mengapa setiap ganti pemerintahan kurikulum juga berubah... menurut saya tidak perlu ada perubahan dan pengurangan mata pelajaran, cukup hal-hal yang kurang dari kurikulum sebelumnya di sempurnakan, dan yang tau hal ini adalah para guru dan pihak sekolah, maka sekolah dan guru harus mengevaluasi penerapan kurikulum yang telah di gunakannya sehingga mencapai standar kelulusan yang di harapkan.

  • sinta anggun Jawa tengah, 6 Dec 2012

saya adalah salah satu mahasiswa pend. bahasa jawa di FKIP yang ada di jawa tengah. Nama saya sinta Anggun. saya mohon maaf sebelumnya bila ada komentar saya yang tidak berkenan. untuk wacana kurikulum 2013 yang menggabungkan mulok khususnya bahasa jawa dengan seni budaya untuk dipertimbangkan lagi. karena kedua ilmu itu berdiri sendiri. pada para penyusun kurikulum, saya ingin memberikan sedikit komentar, bahwa pend. bahasa jawa itu harusnya tetap ada dan berdiri sendiri. karena dalam bahasa jawa, peserta didik diajarkan tentang tatakrama, unggah-ungguh, sopan santun yang pastinya dapat mendidik peserta didik menjadi insan yang berkarakter. bukankah kurikulum 2013 ini mengedepankan pendidikan karakter??bahasa jawa juga merupakan bahasa daerah yang harus kita jaga, bila bukan kita yang nguri-uri (melestarikan) mau siapa lagi, apa kita tidak malu dengan negara asing yang banyak mempelajari bahasa jawa dan kebudayaan jawa??? apa kita mau dibilang orang jawa yang tidak njawani?? bila bahasa jawa dihilangkan, bagaimana nasib peserta didik yang ada dilingkup Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, yang basicnya atau bahasa ibunya adalah bahasa Jawa?? untuk itu saya dan teman-teman seperjuangan yang sedang menuntut ilmu pend. bahasa jawa memohon pada para penyusun kurikulum untuk meninjau ulang kebijakan ini. terima kasih dan mohon maaf bila kurang berkenan

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

basa jawa akan digabung dengan mapel lain...tetapi mapel ini jelas2 beda muatan materi dg bahasa jawa...itu sama saja dihapus pelan2....mohon diperhatikan, budaya dan bahasa lokal harus tetap hidup berdampingan dg modernisasi dan globalisasi,,,jgn malah dihilangkan...

  • nuri Sumatera barat, 6 Dec 2012

Bapak mentri yang terhormat, ,mohon maaf apabila komentar saya tidak berkenan di hati Bapak. Pak saya tidak setuju klu pelajaran TIK dihapuskan krn guru dan siswa msh banyak yg belum bs mempergunakan komputer dengan baik, sarana dan prasarana disekolah juga tidak memadai serta tingkat perekonomian siswa kami yang relatif menengah kebawah. Selain itu, Pak Menteri bagaimana nasib kami sebagai guru honorer mapel TIK yang sudah sekian tahun mengabdi, mau kemana kami akan dialihkan Pak? apa kami akan dirumahkan. Mohon diperhatikan dan dipertimbangkan pak, Terima kasih

  • teguh pramono Jawa tengah, 6 Dec 2012

Assalaamu’alaikum Wr. Wb. Pak Menteri Moh. Nuh Yang Terhormat SAYA SANGAT TIDAK SETUJU Kalau Mapel TIK di SMP/MTs di ” HAPUS ” KARENA TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education . Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: 1. dari pelatihan ke penampilan, 2. dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, 3. dari kertas ke “on line” atau saluran, 4. fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, 5. dari waktu siklus ke waktu nyata. SEKALI LAGI UNTUK BAPAK MENTERI / PERUMUS KURIKULM 2013, Mohon dengan ” HORMAT ” Mapel TIK Tetap ada di kurikulum 2013, kalau tidak ada bagaimana Nasib Guru Sertifikasi TIK,………………??????????????????? , Terima Kasih. Wassalaamu’ alaikum Wr. Wb.

  • islamia Jawa barat, 6 Dec 2012

seharusnya pemerintah tidak perlu merubah kurikulum, cukup disempurnakan hal-hal yang kurang dari kurikulum yang sebelumnya sehingga guru-guru tidak lagi kesulitan menerapkan pembelajaran di kelas mereka. muda-mudahan kurikulum tidak berubah cukup di sempurnakan hal-hal yang kurang.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

ada info jika bahasa Jawa akan digabung dg seni budaya....apakah ini benar? alasannya pembelajaran tematik...menurut saya ini sangat konyol sekali,,,jelas2 keduanya memiliki muatan materi yang berbeda...masa guru bahasa Jawa juga mengajar tentang gambar perspektif...waoow bangettt gituuu lohhh...mohon ditinjau ulang....bahasa adalah salah satu ilmu linguistik bukan budaya dan bukan seni.....itu jelas beda muatan...bagaimana mau digabung, bagaimana caranya? apakah gurunya sanggup dan yg lebih penting apakah gurunya berkompeten.....?? kalau sperti itu percuma saja ada teori kurikulum 2013 yang bagus tapi pelaksanaannya tetap terkendala karena SDM yg terlalu dipaksa....bahasa daerah adalah bahasa ibu jika dihilangkan sangatlah lucu sekali...moral akan semakin bobrok, karakter akan hancur, budaya dan unggah-ugguh akan luntur...skrg kami guru basa Jawa sedang berjuang mati-matian....untuk memperbaikinya...belum selesai visi kami,,, setengah jalan pun belum...malah akan dihentikan....pemikiran dan kebijakan yg sungguh sangat aneh....kurikulum untuk memperbaiki karakter kok malah menghilangkan mapel basa Jawa yang sarat dengan karakter!!!!!!!!!!

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

ada info jika bahasa Jawa akan digabung dg seni budaya....apakah ini benar? alasannya pembelajaran tematik...menurut saya ini sangat konyol sekali,,,jelas2 keduanya memiliki muatan materi yang berbeda...masa guru bahasa Jawa juga mengajar tentang gambar perspektif...waoow bangettt gituuu lohhh...mohon ditinjau ulang....bahasa adalah salah satu ilmu linguistik bukan budaya dan bukan seni.....itu jelas beda muatan...bagaimana mau digabung, bagaimana caranya? apakah gurunya sanggup dan yg lebih penting apakah gurunya berkompeten.....?? kalau sperti itu percuma saja ada teori kurikulum 2013 yang bagus tapi pelaksanaannya tetap terkendala karena SDM yg terlalu dipaksa....bahasa daerah adalah bahasa ibu jika dihilangkan sangatlah lucu sekali...moral akan semakin bobrok, karakter akan hancur, budaya dan unggah-ugguh akan luntur...skrg kami guru basa Jawa sedang berjuang mati-matian....untuk memperbaikinya...belum selesai visi kami,,, setengah jalan pun belum...malah akan dihentikan....pemikiran dan kebijakan yg sungguh sangat aneh....kurikulum untuk memperbaiki karakter kok malah menghilangkan mapel basa Jawa yang sarat dengan karakter!!!!!!!!!!

  • teguh pramono Jawa tengah, 6 Dec 2012

saya sangat tidak setuju kalau Mapel TIK di hapus karena TIK telah membawa perubahan penting dalam perkembangan peradaban dunia terutama ekonomi. Dari berbagai peranan TIK salah satunya yaitu peranan Teknlogi Informasi dan Komunikasi di bidang pendidikan (e-education) tidak dapat dihindarkan lagi. Misalnya tidak mungkin lagi mengecek jumlah siswa yang hadir mengikuti pelajaran dari tahun ke tahun hanya dengan catatan di buku tahunan saja, demikian juga hasil nilai siswa yang diperoleh selama mengkuti pendidikan hanya mengandalkan buku nilai guru, leger sekolah atau buku induk sekolah , begitu pula pekerjaan sederhana apapun pekerjaan akan menjadi lebih efisien jika menggunakan computer. Pendidikan yang menggunakan sarana TIK terutama internet biasa disebut e-education . Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) telah memberikan pengaruh terhadap dunia pendidikan khususnya dalam proses pembelajaran. Menurut Rosenberg (2001), dengan berkembangnya penggunaan TIK ada lima pergeseran dalam proses pembelajaran yaitu: 1. dari pelatihan ke penampilan, 2. dari ruang kelas ke di mana dan kapan saja, 3. dari kertas ke “on line” atau saluran, 4. fasilitas fisik ke fasilitas jaringan kerja, 5. dari waktu siklus ke waktu nyata. HIDUPPPPPPPPPPPPPP TIK yesssssssssssss, Terima Kasih.

  • Pangestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

ada info jika bahasa Jawa akan digabung dg seni budaya....apakah ini benar? alasannya pembelajaran tematik...menurut saya ini sangat konyol sekali,,,jelas2 keduanya memiliki muatan materi yang berbeda...masa guru bahasa Jawa juga mengajar tentang gambar perspektif...waoow bangettt gituuu lohhh...mohon ditinjau ulang....bahasa adalah salah satu ilmu linguistik bukan budaya dan bukan seni.....itu jelas beda muatan...bagaimana mau digabung, bagaimana caranya? apakah gurunya sanggup dan yg lebih penting apakah gurunya berkompeten.....?? kalau sperti itu percuma saja ada teori kurikulum 2013 yang bagus tapi pelaksanaannya tetap terkendala karena SDM yg terlalu dipaksa....bahasa daerah adalah bahasa ibu jika dihilangkan sangatlah lucu sekali...moral akan semakin bobrok, karakter akan hancur, budaya dan unggah-ugguh akan luntur...skrg kami guru basa Jawa sedang berjuang mati-matian....untuk memperbaikinya...belum selesai visi kami,,, setengah jalan pun belum...malah akan dihentikan....pemikiran dan kebijakan yg sungguh sangat aneh....kurikulum untuk memperbaiki karakter kok malah menghilangkan mapel basa Jawa yang sarat dengan karakter!!!!!!!!!!

  • sonopatik Jawa timur, 6 Dec 2012

yth. Tim Penyusun Kurikulum 2013, saya guru Sekolah Dasar , sangat menyayangkan kalau muatan lokal Bahasa Jawa dihilangkan. Menurut pandangan saya Mapel Bahasa Jawa sangat memberi pengaruh positif dalam pembentukan budaya dan karakter bangsa. Budaya ketimuran/tata krama sekarang ini mulai luntur,bagaimana lagi bentuk bangsa ini kalau sampai budaya warisan pusaka nenek moyang bangsa ini tidak dipedulikan/diperhatikan untuk dikembangkan kepada generasi penerus bangsa.Pembentukan karakter dimulai dari pendidikan dini/dasar.Oleh karena itu kami berharap dan memohon agar mapel Bahasa Jawa tetap dimasukan kedalam kurikulum 2013 sebagai Muatan Lokal wajib khususnya Prop. Jawa Timur,Jawa Tengah dan DI Jogjakarta. terima kasih

  • eko Jawa tengah, 6 Dec 2012

pak MENTRI bahasa jawa harus ada, cintailah produk dalam negri,karena merupakan penerjemah dari kata bineka tunggal ika di burung garuda.

  • sintayuni Di. yogyakarta, 6 Dec 2012

yth Bapak menteri, menurut saya bahasa daerah itu sangatlah penting bagi suatu bangsa. jika tidak dipelajari bagaimana dengan pelestarian budaya kita sendiri? jadi, kalau bisa mata pelajaran pendidikan bahasa Jawa tetap ada Pak karena, melalui mata pelajaran ini siswa bisa mengenal budaya sendiri. selain itu, muatan lokal juga dapat membentuk karakter bangsa yang tentunya sesuai dengan adat istiadat kita. cekap semanten, matur nuwun.

  • srikhandi Jawa tengah, 6 Dec 2012

Mohon dengan sangat kepada Pak Mentri. Bahasa daerah jangan dihapus, bagaimana nanti dengan nasib para guru yang benar2 asli lulusan bahasa daerah tersebut khususnya bahasa Jawa (Jateng, Jatim & DIY). Bhs daerah merupakan tonggak asli kebudayaan kita yg patut untuk dipelajari. Apa lagi anak-anak sekolah jaman sekarang yang sudah kehilangan "unggah-ungguh". Ada salah 1 universitas di luar negeri yang memberikan materi kuliah yaitu pembelajaran bahasa Indonesia. Kita bangga bukan? bahasa kita di pelajari oleh bangsa lain. Suriname (berdasarkan sejarah) yang notabene warganya adalah masyarakat Jawa (Khususnya Jateng) juga mempelajari bahasa Jawa. Tetapi mengapa justru di negara kita sendiri bahasa ibu masing2 daerah dihapus dari mata pelajaran. Banayk turis asing yang datang ke Indonesia untuk belajar seni tari/bahasa Jawa (khusus untuk mata pelajaran bahasa Jawa). Jangan-jangan nanti Lama kelamaan bahasa Jawa/ bahasa daerah masing akan musnah ditelan jaman bahasa Inggris, Mandarin, Perancis, Arab, dll.

  • kangmencho Jawa tengah, 6 Dec 2012

SEBAIK APAPUN KURIKULUM DIRANCANG, GURU YANG MENENTUKAN http://edukasi.kompas.com/read/2012/12/05/2314287/Sebaik.Apa.Pun.Kurikulum.Dirancang.Guru.yang.Menentukan.http://edukasi.kompas.com/read/2012/

  • Agus Jawa tengah, 6 Dec 2012

bagus juga rancangan kurikulumnya tetapi alangkah bagusnya indonesia mulai membuat kurikulum sesuai dengan situasi dan kondisi dilapangan terutama di daerah 3T, dan alangkah baiknya juga kurikulum jangan sentralisasi dalam pembuatannya... mungkin kurikulum ini hanya berlaku di wilayah kota-kota besar, terutama di Pulau Jawa, Bali dan Sumatera, tetapi untuk teman-teman guru di Indonesia Timur, merupakan hal yang kurang baik. menurut pengalaman saya sistem KTSP yang sekarang ini berjalan, di Indonesia Timur malah kurang berjalan karena sarana dan prasarana serta guru yang kurang memadai dalam pengalaman.

  • sujadi Jawa tengah, 6 Dec 2012

cukup jelas

  • mediasmo Jawa timur, 6 Dec 2012

Untuk matpel penjas kami setuju 3 jam perminggu untuk jenjang SMP. Kalau bisa yang 1 jam berdiri sendiri bidang KESEHATAN, yang 2 jam olahraganya. Apabila olahraga saja 3 jam, maka yg jadi penilaian motoriknya adalah produk hasil, bukan prosesnya, karena untuk pembibitan calon atlit atlit berprestasi, terimakasih

  • anang Jawa tengah, 6 Dec 2012

bahasa daerah jika tidak dimasukkan dalam susunan kurikulum, maka penanaman karakter akan lebih sulit untuk dicapai

  • anang Jawa tengah, 6 Dec 2012

hendaknya bahasa daerah dimasukkan kedalam susunan kurikulum, jangan malah bahasa asing yang diperbanyak, jepang, cina berhasil justru karena bangga dengan bahasa daerahnya,...sebuah peradaban yang maju salah satu unsurnya adalah bahasa, kenapa justru menghilangkan pengembangan bahasa daerah??????

  • angestika Jawa tengah, 6 Dec 2012

dengan adanya sertifikasi yang harus 24 jam...lulusan keguruan sangat sulit mencari tempat GTT....banyak lulusan yang nganggur padahal lulusan ini sangat berkompeten bahkan bila dibanding dg guru2 yg sudah PNS....bagaimana ini Pak Muh Nuh...tolong dipertimbngkan....banyak lulusan keguruan yg stress dan patah semangt bahkan ada yg ingin kuliah lagi dg alasan ijazah keguruannya tidak laku....bagaimana ini..dimana keadilan untuk pendidikan..kalo memang kami tdk mendapat tempat lebih baik tidak usah dibuka kampus keguruan...jadi tidak PHP= pemberi Harapan Palsu.....hemh cobaab apalagi ini......

  • yabang_marhabang@yahoo.com Sulawesi selatan, 6 Dec 2012

Kami sePtuju dan akan mengawal implementasi kurikulum 2013 sebagai pejabat fungsional widyaiswara di LPM olehnya itu kalau boleh ada pembekalan khusus bagi para widyaiswara LPMP mengingat LPMP satu2nya perpanjangan tangan Kemendikbud di Propinsi

  • iwan Jawa tengah, 6 Dec 2012

Intinya, Kami tidak setuju dengan kurikulum 2013 karena mengorbankan Nasib guru yang Mapelnya yang di hapus. Saya guru IPA SMK telah bersertifikat pendidik, merasa sangat dirugikan. Apa dengan cara begini pemerintah mengurangi kouta penerima tunjangan sertifikasi ?? Mohon di dengar aspirasi kami, pak..

  • suwandi Jawa timur, 6 Dec 2012

suatu langkah yang bagus dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI untuk, melakukan revisi kurikulum dengan Kurikulum 2013 ini sejalan dengan dimanika global, sebelum di aplikasi dilapangan, hendaknya dilakukan sosialisasi terhadap guru-guru yang sudah mendapat sertifikat pendidik dan guru-guru yang belum bersertifikat pendidik dengan harapan agar para guru siap menyongsong pemberlakuan kurikulum ini secara efektif

  • myusro Dki jakarta, 6 Dec 2012

Secara pribadi, sebagai pendidik saya menyambut baik adanya rumusan baru terhadap kurikulum yang ada. 
Semoga menjadi formula yang ampuh untuk meningkatkan prestasi anak didik kita.
Sukses selalu untuk Tim Perumus.

  • hanunta Bengkulu, 6 Dec 2012

Kurikulum boleh baru atau berganti, tapi jangan korbankan kami anak-anak yang sedang menuntut ilmu, jangan hanya sekedar beda kata orang tua "Ganti Mentri pasti Ganti Acara" kasihanilah kami , jangan kami dijadikan korban idealisme yang ambisius atau kami dijadikan kelinci percobaan saja. Semoga Bapak mentri mendengar/membaca keluhan anak sekolah. Yang Tawuran di Jakarta, Kami di desa jauh dari Jakarta ikut jadi korbannya.

  • rudianto Jawa barat, 6 Dec 2012

1. Salah satu prinsip pengembangan kurikulum adalah Kesinambungan. Namun pada kurikulum 2006 (KTSP) hal tersebut tidak tampak. Pada mata pelajaran Bahasa Indonesia SD ke SMP ke SMA/SMK tidak sinambung, bahkan terkesan tumpang tindih. sebagai contoh di SD, SMP dan SMA ada SK membaca cerpen, cakupan materi untuk hal ini pada jenjang yang berbeda tidak jelas.
Untuk itu kurikulum perubahan diharapkan memperhatikan hal itu.
2. Kurikulum 2006 masih gemuk dengan struktur kurikulum yang ada. Harapan saya kurikulum 2013 lebih memperhatikan keterbatasan kemampuan siswa. Siswa jangan terlalu dijejali banyak materi pada waktu yang singkat.
3. Antara Kompetensi inti kurikulum dengan UN tidak sejalan. Dan UN telah mengebiri kecerdasan majemuk siswa sebab setiap siswa memiliki bidang kecerdasan yang berbeda. Pdahal UN, khususnya SD dan SMP hanya mengukur dua kecerdasan majemuk yaitu logic matematic dan linguistik
4. Terima kasih.

  • hafit_smaker Jawa timur, 6 Dec 2012

Kepada Bapak KEMENDIKNAS
Tolong agar MUATAN LOKAK BAHASA JAWA tetap diadakan dan dimasukkan kedalam KURIKULUM 2013...
Banyak generasi penerus bangsa yang mulai tergerus arus globalisasi.... di dalam pendidikan BAHASA JAWA terdapat filosofis yang mencerminkan budaya timur contohnya UNGGAH UNGGUH BASA.... selain itu di dalam pendidikan BAHASA JAWA terdapat kebudayaan seni yang sangat banyak dan perlu dilestarikan oleh generasi penerus bangsa ... jangan sampai BUDAYA kita khususnya KESENIAN JAWA diakui oleh NEGARA LAIN... 
Mohon Ini menjadi bahan pertimbangan ... jangan sampai menyesal dibelakang.
mahasiswa PENDIDIKAN BAHASA dan SASTRA JAWA 
UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA

  • hafit_smaker Jawa timur, 6 Dec 2012

Tolong dijelaskan masalah MUATAN LOKAL.... apakah pendidika bahasa JAWA akan dihapuskan...
Padahal di dalam pengajaran pendidikan bahasa jawa terdapat pesan moral dan pendidikan tata perilaku yang mencerminkan budaya timur... selain itu pendidikan bahasa jawa juga memberikan dan membudidayakan kebudayaan jawa asli milik indonesia yang seharusnya terus dikembangkan dan dipelajari oleh seluruh masyarakat agar nantinya dapat terus dilestarikan dan tidak diakui sebagai milik negara lain.
Bahkan warga negara asing bersedia mempelajari budaya kita yang sangat banyak dan menarik untuk dilelajari,tetapi andaikan pendidikan bahasa jawa dihapuskan lalu bagaimana nasib kebudayaan kita. Dan siapa nantinya yang akan meneruskan kebudayaan tersebut kalau tidak generasi muda kita. Mohon dijadikan pertimbangan agar MUATAN LOKAL pendidikan bahasa jawa tetap dimasukkan kedalam kurikulum

  • kruget Jawa barat, 5 Dec 2012

Perlu usaha yang lebih serius untuk menerima masukan dari warga, misalnya menyediakan kolom voting agar masukan yang menarik tidak perlu ditulis berulang kali, warga cukup menambahkan vote up saja. Seperti REDDIT gitu.

  • shanty Di. yogyakarta, 5 Dec 2012

bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu menghargai budaya daerahnya. bagaimana nasib guru bahasa daerah SMA SMK yang mengajar di Jateng, DIY dan sekitarnya..mohon kurikulum 2013 ini dikaji dengan cermat tidak hanya mengikuti trend.apakah nantinya anak kita akan belajar budaya Jawa ke LUAR NEGERI???sangat mengejutkan sekali ketika mapel bahasa daerah tidak diajarkan, bagaimana dengan nasib para mahasiswa termasuk saya yang kini tengah menuntut ilmu pendidikan bahasa daerah, bagaimana dengan mereka yang mencintai bahasa daerah ini. saya sangat tidak setuju dengan dihilangkannya Bahasa DAERAH dari kurikulum. apa jadinya dengan moral atau unggah ungguh anak-anak kalo tidak ada bahasa daerah di sekolah?? bahasa daerah adalah bahasa ibu dan juga bahasa yang mengajarkan sopan-santun dan unda usuk yang bagus. NANTI KALAU BAHASA DAERAH SUDAH DIAKUI NEGARA LAIN BARU KOAR KOAR MENGAKUI ITU MILIK KITA.. . pasti nenek moyang kita sangat kecewa melihat kebijakan seperti ini... inikah efek globalisasi???? yang menyebabkan menghilangkan budayanya sendiri...

trimakasih

  • muhammad soekarli Jawa barat, 5 Dec 2012

Berbagai aturan legal telah diterbitkan oleh pemerintah mengenai pelayanan Bimbingan dan Konseling (seperti yang telah disampaikan Pak Prayitno). Sebaiknya aturan legal itu dikuatkan dalam kurikulum 2013 ini. Sudah banyak sekali waktu, tenaga, pikiran, dan biaya yang telah dikeluarkan oleh penggiat Bimbingan dan Konseling serta pemerintah dalam proses untuk menghasilkan berbagai aturan legal serta kelengkapannya. untuk itu, menurut saya sangat perlu redaksi Bimbingan dan Konseling tertulis dalam rancangan kurikulum 2013, khususnya di slide 7. saya sarankan kepada Tim, supaya melibatkan Prof. Prayitno dan Prof. Sunaryo dalam penggodogan kurikulum ini. Saya yakin Tim mendapat masukan yang sangat berarti dari beliau-beliau sebagai pakar BK. Dengan demikian kurikulum 2013 ini dapat menjadi kurikulum yang benar-benar komprehensif. Terima kasih.

  • edi s Jawa tengah, 5 Dec 2012

UN Bahasa Inggris vs Tantangan Globalisasi

OPINI | 10 November 2012 | 10:06 Dibaca: 51 Komentar: 0 Nihil

Tidak dapat dipungkiri penguasaan bahasa Inggris sangat penting di era global saat ini. Karena itu pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengambil kebijakan memasukkan mata pelajaran bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran yang diujikan secara nasional. Harapan Kemdikbud tentunya mendorong para siswa untuk lebih giat belajar bahasa Inggris. Sampai di sini mungkin harapan Kemdikbud tercapai. Di sekolah-sekolah, pelajaran bahasa Inggris mendapat porsi yang lebih besar dari beberapa pelajaran lain, bahkan ditambah lagi dengan les sore hari. Dalam benak masyarakat jadi tertanam keyakinan bahwa penguasaan bahasa Inggris akan menentukan kesuksesan seseorang.

Yang jadi pertanyaan, dengan dimasukkannya pelajaran bahasa Inggris dalam UN apakah bangsa Indonesia mampu menghadapi tantangan globalisasi dan menjadi pemenang? Mari kita lihat apa saja kompetensi bahasa Inggris yang harus dikuasai seseorang dalam era global? Kompetensi bahasa Inggris bisa dikelompokkan menjadi empat yaitu mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Keempatnya bisa dikelompokkan lagi menjadi dua yaitu aktif dan pasif. Kelompok pasif meliputi mendengarkan dan membaca, kelompok aktif mencakup berbicara dan menulis. Bisa juga dikelompokkan lagi menjadi lisan dan tulisan. Mendengarkan dan berbicara adalah kelompok lisan, membaca dan menulis merupakan kelompok tulisan. Dari kelompok-kelompok tadi, manakah yang paling dominan dalam globalisasi? Globalisasi erat kaitannya dengan dunia bisnis. Dalam dunia bisnis, yang dominan adalah bahasa lisan aktif. Untuk memenangkan persaingan atau menjalin hubungan dengan perusahaan asing atau hubungan antar personil dalam suatu perusahaan, kemampuan menyampaikan ide, melobi atau mempengaruhi pihak lain sangat penting. Atau dengan kata lain, kemampuan berbicaralah yang menentukan.

Sekarang kita lihat apa sajakah kompetensi yang diujikan dalam UN bahasa Inggris. Dalam UN bahasa Inggris baik di tingkat SMP atau SMU/SMK, 90% yang diujikan adalah kompetensi pasif: di SMP membaca, di SMU/SMK membaca dan mendengarkan. Jadi, UN bahasa Inggris tidak nyambung dengan tutuntutan globalisasi. Memang ada 10% uji kompetensi aktif, tetapi lagi-lagi tidak nyambung karena aktif tulis. Apalagi menulisnya cuma menyusun kata menjadi kalimat, kalimat menjadi paragraf dan melengkapi paragraf dengan kata-kata yang ada di pilihan jawaban. Maka tidak bisa dianggap fitnah bila ada staff personalia yang mengatakan hasil UN bahasa Inggris tidak mencerminkan kemampuan berbahasa Inggris seseorang secara nyata. UN seorang siswa mungkin bagus, 9,0 misalnya, tapi itu cuma diatas kertas. Ketika diuji berkomunikasi secara langsung, dalam tes wawancara seleksi calon karyawan misalnya, adakah pihak yang bisa menjamin hasilnya juga bagus? Tidak bisa dianggap salah guru juga, meskipun faktanya nilai UKA/UKG mereka buruk, bila para orangtua siswa terpaksa memasukkan anak-anak mereka dalam kursus bahasa Inggris kelas percakapan. Bukannya kemampuan berbicara tidak diajarkan di kelas, tapi porsinya kecil terbatasi oleh situasi, kondisi dan system. Guru harus tunduk pada aturan, yang mereka ajarkan harus fokus pada SKL (Standar Kompetensi Lulusan). Yang harus mereka pertanggungjawabkan kepada kepala sekolah dan orangtua siswa adalah nilai UN.

Kalau demikinan masalahnya, lalu siapakah yang harus mengambil tindakan untuk mengatasinya? Guru? Ibarat prajurit, mereka tidak berhak dan tidak akan bertindak serempak tanpa instruksi sang jendral. Mungkin pembuat kebijakan pendidikan di negri ini lupa. Fokus pembelajaran bahasa Inggris pada kemampuan membaca sudah tidak relevan lagi di era global. Kurikulum lama memang konsentrasinya pada kompetensi membaca, karena sesuai dengan program pemerintah pada saat itu yaitu melakukan alih tehnologi. Rezim saat itu nampaknya ingin meniru Jepang pada jaman dahulu yang berhasil melakukan alih tehnologi barat dengan menerjemahkan literatur-literatur barat. Saat ini mengalih bahasakan dari bahsasa Inggris ke bahasa Indonesia dan sebaliknya bukan hal sulit. Semua orang bisa melakukannya cukup dengan program aplikasi computer yang bisa diperoleh dengan mudah. Bila kurikulum yang baru nanti tidak ada perubahan paradigma pembelajaran bahasa Inggris, maka sepadankah biaya bertrilyun-trilyun yang dikeluarkan rakyat? Untuk UN bahasa Inggris, UKA/UKG bahasa Inggris, pelatihan guru bahasa Inggris, buku teks bahasa Inggris dan masih banyak lagi proyek yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Inggris. Mungkin rakyat tidak merasa keluar biaya karena ada BOS. Tapi darimanakah dana itu berasal? Dari kantong rakyat yang mungkin merasa tidak pernah bayar PPh tetapi rutin bayar PKB, PPN 10%, pajak bunga bank dan pajak-pajak lain yang dibayar tanpa sadar.

  • eka Di. yogyakarta, 5 Dec 2012

KEMBALIKAN BAHASA DAERAH KE MUATAN WAJIB.
jangan biarkan generasi Indonesia tak kenal dengan identitas sendiri. pendidikan tak semata-mata mengoyak materi teori namun lebih memberikan sesuatu yang berguna untuk hidup bermasyarakat. pengakuan yang baik oleh masyarakat menjadi hal yang utama untuk melangkah lebih jauh. 
SEHARUSNYA PENGENALAN BAHASA DAN BUDAYA JAWA (unggah-ungguh bahasa dan bersikap) DILAKUKAN SEJAK AWAL AGAR ANAK TERBIASA DENGAN HAL YANG BAIK BUKAN DIKUCILKAN PELESTARIANNYA...

  • edi s Jawa tengah, 5 Dec 2012

Ujian Nasional, Kebijakan “Salah Obat”

Gelaran akbar Ujian Nasional baru saja usai. Apakah hasil yang didapat sebanding dengan biayanya yang maha besar? Lebih dari setengah triliun rupiah dihabiskan untuk melaksanakan kebijakan yang sampai sekarang masih memancing kontroversi tiada henti ini. Hasilnya sebagian sudah diketahui khalayak. Di tingkat SMA/SMK, taraf kelulusan secara rata-rata mencapai 99,9%, niali rata-rata di atas 7 di seluruh pelosok negeri ini. Sungguh hasil yang sangat bagus, kalau dilihat secara harfiah. Sungguh sangat konyol kalau kita melihatnya dari kulitnya saja. Tapi itulah budaya orang Indonesia, lebih mementingkan kulit daipada isi. 
Mari kita tengok lebih dalam, apa yang sebenarnya terjadi dibalik itu semua. Di dunia pendidikan, yang katanya segalanya harus ilmiah, setiap tes harus dilihat validitasnya. Siapa yang berani menjamin validitas hasil ujian ini? Sementara perguruan tinggi-perguruantinggi yang juga terlibat dalam penyelenggaraannya tak satupun yang mengakui hasilnya. Belum lagi kabar berita yang menyebutkan masih terjadinya berbagai macam kecurangan di sana-sini, itu yang ketahuan. Siapa yang tahu apa yang sebenarnya terjadi di ruang ujian? Adaka pihak yang berani menjamin hasil koreksian ujian ini benar-benar akurat? Sementara anak-anak yang telah susah payah menyiapkan diri menghadapinya tidak bisa melihat dimana letak kesalahannya. Mungkin ada anak-anak yang ketika mengerjakan merasa tidak bisa menyelesaikan dengan baik tetapi ketika melihat hasil pengumuman dia kaget melihat hasilnya yang sanga bagus atau sebalinya,ada anak-anak yang biasanya berada di peringkat atas tetapi nialinya lebih rendah daripada anak-anak troublemaker. Coba bandingkan dengan yang terjadi di sekolah. Fakta, setiap kali diadakan tes, harian atau semesteran, lembar jawab dibagikan ke anak dan dimintakan tandatangan orangtua murid. Jadi setiap anak dan orang tua murid bisa melihat sendiri berapa jawaban yang benar dan mana saja jawaban yang salah. Ada kekhawatiran ada faktor selain penguasaan materi pelajaran yang ikut menentukan kelulusan seorang anak seperti rusaknya lembar jawab, pensil yang tidak asli atau cara membulati jawaban yang tidak benar. Faktor-faktor semacam ini seharusnya tidak ikut menentukan kelulusan seorang murid.
Itu tadi baru dilihat dari hasilnya secara kasat mata, sekarang mari kita lihat dari manfaatnya? Masyarakat bisa terkecoh melihat hasil ujian anaknya, mereka mengira anak mereka adalah anak-anak yang hebat karena nilai UN mereka tinggi-tinggi. Padahal UN hanya mengukur kemampuan anak secara akademik dan pada tingkat kemampuan berpikir terendah yaitu tingkat kognitif. Sementara hasil penelitian di AS yang sudah dilakukan bertahun-tahun lalu menyebutkan bahwa kecil hubungannya antara prestasi akademik dan kesuksesan seseorang ketika dewasa. Fakta, para pejabat di negeri ini tentulah bukan orang-orang yang ketika sekolah dulu nilai rapornya merah, tapi sekarang ketika menjadi penentu kebijakan di negeri ini, mengapa nilai rapor mereka banyak yang merah? Adakah hasil survey yang menyatakan kinerja mereka memuaskan? Fakta juga, para pengusaha- yang menentukan tingkat kemakmuran suatu negeri, artis, olahragawan atau orang-orang sukses lainnya bukanlah orang yng prestasi akademiknya bagus. Jadi, kita sudah sangat ketinggalan jaman kalu masih mengagung-agungkan angka. 
Bandingkan lagi biayanya dengan efek sampingnya. Pemerintah berpikir bahwa UN adalah obat mujarab untuk membuat bangsa Indonesia menjadi sejajar dengan negara-negara yang sudah maju. Benarkah demikian? Sayang sekali sang dokter telah menginjeksi pasiennya dengan obat yang sama sekali belum pernah diuji di laboratorium, pemerintah belum pernah mengadakan penelitian tentang UN atau apa sebenarnya masalah dalam dunia pendidikan saat ini, sehingga belum diketahui sama sekali efeknya. Alih-alih membuat pasiennya jadi sehat, sebaliknya malah membuatnya sekarat. Sang dokter menyangka sang pasien sakit otaknya. Padahal, yang sakit adalah hatinya. Siapa bilang orang Indonesia bodoh? Produk mulai dari yang berteknologi jadul, misalnya tempe, sampai yang berteknologi mutakhir macam pesawat terbang, semuanya bisa dibuat di sini. Sayang mereka adalah orang-orang yang punya penyakit hati. Sang dokter telah salah obat, fatal akibatnya, penyakit hatinya makin parah tapi otak mereka makin cerdas, cerdas melakukan penyimpangan. Lihatlah, mafia ada di mana-mana. Mulai dari tingkat terbawah, misal pedagang di pasar tradisional, berapakah yang jujur? Apalagi di tingkat elit. Dan kini, UN telah mencetak generasi baru yang tidak jujur. Memang masih banyak orang baik tetapi itu sebagian besar bukan karena pengaruh pendidikan tetapi karena memang mereka berasal dari keluarga yang punya karakter baik. Bahkan sebaliknya, ada anak baik yang terpengaruh hal jelek gara-gara UN, misalnya, demi suksesnya UN dia harus menolong temannya dalam mengerjakan soal. Memang pemerintah telah berusaha mengantisipasi hal ini dengan mengadakan pakta kejujuran. Tetapi apakah seperti itu caranya mengajarkan kejujuran? Mungkin para professor itu kelewat pintar sehingga lupa tentang ilmu kependidikan. 
Sekarang ini sedang ramai digembar-gemborkan tentang pendidikan karakter. Hal ini bagus karena ini menunjukkkan bahwa pemerintah mulai menyadari kesalahannya yang terlalu mementingkan kemampuan akademik. Tetapi sayang pemerintah masih bingung bagaimana pelaksanaannnya karena sampai saat ini tidak ada petunjuk pelaksanaannya. Padahal pendidikan karakter ini harus segera dilaksanakan mengingat burknya karakter bangsa ini. Seorang dokter yang baik tentu akan memprioritaskan penyakit mana yang harus diobati terlebih dahulu dan menghentikan pengobatan yang menimbulkan alergi yang serius. UN telah menimbulkan reaksi alergi yang parah yaitu menghasilkan generasi yang sudah belajar tidak jujur pada usia dini. Layakkah dana yang sedemikian besar tetapi hanya menghasilkan hal buruk semacam ini? Dana ini sebenarnya bisa digunakan untuk hal lain, misalnya berapa banyak gedung SD reot yang bisa diperbaiki, siswa miskin yang bisa dibantu untuk mendapat akses pendidikan yang mereka inginkan? Sayang dana ini malah dinikmati oleh orang-orang yang berada di luar dunia pendidikan, misalnya perusahaan percetakan, pihak keamanan atau panitia penyelenggara UN mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat pusat.
Jadi, sebaiknya program UN ditiadakan di tingkat pendidikan dasar dan menengah, tetapi bisa dilaksanakan di perguruan tinggi. Sebagai gantinya, pendidikan karakter harus segera dilaksanakan. Bagaimana caranya? Kembalikan wewenang guru sepenuhnya. Dalam dunia pendidikan, hanya gurulah mahluk paling idealis. Biarkan mereka mengembangkan idealismenya. Sayang idealisme mereka harus dikalahkan oleh kepentingan lain. Sesuai dengan teori kependidikan, pendidikan harus dimulai sejak dini, pada pendidikan anak usia dini (PAUD). Barulah nanti pada pendidikan tinggi, kemampuan akademik atau keahlian lebih ditekanakn. Jika karakter seorang anak sudah terbentuk dengan baik, bila dewasa nanti, jadi apapun dia; tukang becak atau presiden, pastilah tukang becak dan presiden yang baik dan jujur. 

  • mathjanvier Sumatera selatan, 5 Dec 2012

hm,,,, mengenai kurikulum baru untuk SD, saya agak sedikit rancu melihat kelompok struktur pemisahan IPA dan IPS. flash back mengenai perubahan kurikulum baru, tujuannya adalah pembentukan karakter.

yang lucu disini adalah pemaksaan penambahan jam. Intinya saja langsung saya paparkan, untuk kls I perlunya penambahan 4 jam lagi, dengan 1 jam ditambahkan k mapel PPKn, 2 jam ke Bahasa Indonesia, 1 jam matematika. Untuk kelas 2, penambahan 2 jam yang dialokasi penambahanny ke mapel bahasa indonesia. Untuk kelas 4 sd klas 6, penambahan mat pel dirasa perlu, dg alokasi pend. agama, PPKn, IPA, IPS, Seni Budaya & Prakarya, dan Penjas Orkes masing2 4 jam. Untuk matematika dan bahasa indonesia masing2 6 jam pelajaran. Jd kls 1-3, alokasi waktuny 34 jam pelajaran. kls 4-6 alokasi waktu


Komentar :

No Komen : 7
Riyono :: 31-03-2013 14:17:02
Setuju aja, ganti aja pelajaran yang bisa menjadikan anak berbudi pekerti yang luhur yang bisa menghormati dan menghargai orang lain bukannya menjadi tukang tawuran bikin film porno dll.
masalah pengenalan komputer dirumah rata-rata sudah punya komputer, untuk pendalaman di kejuruan atau di perguruan tinggi aja...
 
No Komen : 6
derbi :: 20-02-2013 10:59:37
saya tidak setuju bagaimana dengan pelajaran tik dihilangkan berarti dikarenakan anak perlu adanya penambahan bahan pelajaran yang bernafaskan TIK supaya tidak gaptek
 
No Komen : 5
david :: 18-01-2013 16:21:52
Rangkuman dari teman-teman diatas
BAHASA JAWA adalah bahasa "IBU".
 
No Komen : 4
nurisa :: 14-12-2012 12:25:39
aslmkum,,,,pak mentri yang terhormat.
kalau bahasa jawa dihapuskan,haruskah kita para guru bahasa jawa pindah ke suriname????
laaa kalo yang punya bahasa sendiri saja sudah tidak peduli trus nasibnya mau bagaimana??besok tidak boleh marah kalau seandainya bahasa jawa di klaim negara lain.wong sudah tidak di openi kok....nuwun.
 
No Komen : 3
my name is umam :: 12-12-2012 20:04:15
salam koplak buat mendikbud, enak aja dihapus. ngomong n bikin peraturan tu gampang ye. tp ap kalian tau perjuangan saia? saia mahasiswa smester 7 bhs daerah, bgmn dgn nasib saia? mentang2 nt dah mapan, main obrak abrik kurikulum. fuck you
 
No Komen : 2
rossa :: 12-12-2012 19:34:39
Kepada Yth. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Bapak Prof. Ir. H. Muhammad Nuh, D.E.A. Bagaimana "nasib" mata pelajaran Bahasa Jawa yang notabenenya adalah Muatan Lokal jika kelak "dimerger" dengan mata pelajaran Seni Budaya? Dan bagaimana "nasib" para guru dan calon guru Bahasa Jawa? Bahasa Jawa adalah aset kebudayaan Jawa, kebudayaan Nasional sejatinya berasal dari kebudayaan Daerah yang berintegrasi menjadi kebudayaan Nasional. Mohon ditinjau ulang rancangan Kurikulum 2013. Mohon lihat kembali Pasal 31dan 32 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta Pasal 36 dan 37 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
 
No Komen : 1
indi larasati ( mahasiswa) :: 10-12-2012 18:01:01
mohon pada bapak mentri jangan menghapus mata pelajaran bahasa daerah,,,,, bagaimana dengan nasib saya????? saya mahasiswa pendididikan bahasa daerah semester 5,,,, saya bisa kuliyah dengan perjuangan,,,, siang saya kuliyah dan malam saya kerja..... kalau pelajaran bahasa daerah dighapus,,,, sia2 perjuangan saya selama ini,,,,, tenaga, biaya dan waktu,,,, dan jika dihapus apa yang akan terjadi? negara kita tidak mempunyai jati diri,,,, cina, jepang dll mera kukuh dalam mempertahankan bahasanya,,,,mereka bangga dengan bahasa mereka,,,, kenapa kita malah tidak menjaga yang ada. dimana kebinekaan yunggal ika????? menghargai n melestarikan yang ada tapi kenapa sekarang mau dihapus. yang menjadi daya tarik indonesia adalah keberagaman budhaya, bahasa, dan seninya..... seandainya dihapuskan,,,, seperti apa indonesia????? saya mohon pada bapak mentri mempertimbangkan semunya,,, supaya kurikulum yang baru nanti tidak membuat polemik baru, n baik untuk semua masyarakat, tanpa merugikan pihak lain. n BINEKA TUNGGAL IKA akan tetap jaya.
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (777)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (320)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (223)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (217)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (209)

Pengunjung

    1376476

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner