WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Kumpulan Opini Guru Dalam Uji Publik Kurikulum 2013 bagian 2

  • Andika Eko Wiyatno, Jawa barat, 3 Dec 2012
    saya berharap pelaksanaanya dapat berjalan lancar di tingkat bawah dan mohon agar dalam pelaksanaannya terus di pantau dari pusat
  • supartoyo, Jawa timur, 3 Dec 2012
    bagaimana nasib guru tik di smp,apa masih bisa mengajar di smp,karena guru tik yang sudah sertikasi diharuskan mengajar 24 jam, tolong diberi jalan keluar,apa hrs mendampingi semua guru mapel dan bagaimana mengatur jumlah jam guru tik,terimakasih banyak apa bila ada saran dan tanggapanya serta jalan keluarnya.
  • supartoyo, Jawa timur, 3 Dec 2012
    Saya pernah baca Guru TIK dipekerjakan : Konsultan Tik , TU dan Menyatu di Semua Mapel. Kalau memang seperti ketiga tugas diatas bagamana cara mengatur jam mengajar diwajibkan sesuai dengan tugas 24 jam.tolong info sekali info yaaaa. Trims
  • asyri basuki, Jawa timur, 3 Dec 2012
    Saya harap kebikajakan penghapusan mapel TIK ditinjau ulang karena akan berdapak pada : 1. Guru Mapel TIK yang sudah bersertifikasi maupun yang belum akan dikemanakan. 2. Guru non mapel Tik masih belum banyak yang mengusai TIK terutama didaerah, ukg aja bingung ngekliknya 3. Kalau gurunya belum menguasai tik, bagaimana bisa membantu pekerjaan siswanya. Terima kasih
  • andi kurniawan, M.Pd, Jawa tengah, 3 Dec 2012
    1. jika mapel tik di tiadakan.. apakah siswa kita sudah cukup mampu menguasai IT secara otomatis? 2. sejak kurikulum CBSA sampai KTSP toh hasilnya tidak banyak berubah hasil yang diperoleh itu-itu saja. moral bangsa tetap sama, cara mengajar semua tetap sama. menurut saya yang perlu dibenahi bukan kurikulum yang akan menambah bingung. tapi yang perlu diperbaiki adalah cara penyampaian guru
  • Eddy Ruslan, Jawa barat, 3 Dec 2012
    Paket Buku pelajaran harus sama standar nasional, penerbitnya silahkan siapa saja yang mau, penyusunnya satu tim aja, jangan seperti sekarang, buku paketnya banyak ragamnya, lain sekolah lain paket bukunya , padahal ujiannya Nasional, tidak aneh karena ini untuk mencari uang oleh segilintir manusia yang berpikir sangat pendek, hanya kepentingan sendiri untuk mendapatkan uang. untuk kurikulumnya silahkan para pendidik berdiskusi untuk yang terbaik bagi anak anak kita semua,sekian pak Menteri, insya Allah terlaksana.
  • Paijan, Jawa tengah, 3 Dec 2012
    Saya usul seandainya perubahan kurikulum yang bagus itu dilaksanakan, sebaiknya implementasinya ditingkat bawah harus dikawal, diawasi dan dimonitoring karna bukan tidak mungkin di bawah dibijaksanai oleh MKKS yang diantaranya perubahan kurikulum itu tidak dihubungkan dengan perbaikan pembelajaran tapi justru dikaitkan dengan sertifikasi guru. Mohon hal ini menjadi perhatian. Terima kasih
  • Damana, Jawa tengah, 3 Dec 2012
    Saya berharap, sosialisasi kurikulum 2013 dilakukan dengan tepat sampai ke tingkat sekolah sehingga design dan konsep dipahami dengan jelas oleh para guru. Disamping itu, pemerintah hendaknya serius dalam memenuhi sarana prasarana mata pelajaran yang terintegrasi seperti komputer di sekolah SMP agar pelaksanaan pembelajaran TIK yang terintegrasi dapat dilaksanakan dengan baik.
  • Ari Kusworo, S.Kom., M.Cs, Jawa tengah, 3 Dec 2012
    Perubahan merupakan sesuatu yang memang kita hadapi dimanapun termasuk di pendidikan salah satunya adalah kurikulum. Pada prinsipnya saya mendukung adanya perubahan, namun perlu di ingat untuk melakukan dengan baik perlu adanya PDAC (Plaing Doing Action and Controling). Jika sudah menggunakan sistem tersebut saya yakin bisa berjalan dengan baik, tapi perlu di ingat khususnya SMK, pemerintah harus lebih teliti lagi dalam penentukan kebijakan dalam kompetensi karena SMK di rencanakan untuk masuk dunia industri dan usaha. Dan yang prinsip adalah semua pihak mulai dari daerah sampai senayan harus di ikutsertakan dalam revisi kurikulum yang akan diterapkan pada waktunya. Terima Kasih
  • nurkholis, Jawa tengah, 3 Dec 2012
    guru hanya sebagai pelaksana dari kebijakan pemerintah, mau tidak mau harus melaksanakan tugasnya tetapi kemampuan guru yang berbeda-beda hendaknya pemerintah juga memberikaan referensi baru untuk penunjang kegiatan belajar mengajar dan memberikan sosialisasi hingga ke tingkat bawah. perubahan kurikulum ini juga harus diimbangi dengan perhatian ke sekolah terutama sekolah di daerah pinggiran.
  • Ngadilah, M. Pd, Di. yogyakarta, 3 Dec 2012
    Assalamu'alaikum, saya setuju Kurikulum dikembangkan, tetapi saat sosialisasi perlu penyatuan kata dari para pakar, dan mohon para pakar tidak mencari pembenaran diri. Di samping itu keterlibatan guru dalam penyusunan kurikulum ini sangat diperlukan, karena guru sebagai pelaksana di lapangan, jangan sampai teori muluk-muluk setelah sampai praktek gak bisa dilaksanakan. Apapun kurikulumnya, yang penting konsisten dan ada keteladanan (sikap, perilaku & ucapan/kata-kata yang santun) terutama dari para pejabat di daerah sampai tingkat pusat. Maaf dan terimakasih, wass.
  • LUTHER PAMASAN, Sulawesi selatan, 3 Dec 2012
    Ass. Yht.Tim perumus kurikulum baru 2013,kita patut berterima kasih atas semua usaha pemerintah dalam hal ini tim perumus kurikulum baru 2013 sebagai salah satu usaha/langkah dalam meningkatkan SDM anak bangsa, tapi yang menjadi persoalan karena ktsp saja belum tuntas, muncul lagi kurikulum baru.berikutnya draf muatan kurikulm pada SD khususnya IPA dan IPS menurut saya sangat perlu sebagai dasar untuk lanjut ke tingkat SMP.Dan untuk SMP pada (mapel penjas, seni budaya, dan muatan lokal) jamnya tidak perlu ditambah, mapel yang sangat membutuhkan tambahan jam adalah IPA, IPS, karena baik IPA maupun IPS dijadikan terpadu sehingga membutuhkan waktu yang cukup banyak, 5 jam tidak cukup. Tapi sebenarnya kurikulum tidak terlalu menjadi masalah kalu perlu KTSP tinggal tambahan jam untuk beberapa bidang studi, karena sebagus apapun kurikulum kalau SDM yang melaksanakan masih rendah seperti kami yang dipelosok maka hasilnya ya itu2 juga,
  • Wendie Razif Soetikno, S.Si., MDM, Dki jakarta, 3 Dec 2012
    DARI SISTEMATIKA BUTIR 3, 4 DAN 5 NAMPAK BAHWA UJI PUBLIK INI HANYA DIMAKSUDKAN UNTUK PENGEMBANGAN KURIKULUM, BUKAN UNTUK PERUBAHAN KURIKULUM ....??? ATAU BUNGKUS TIDAK SAMA DENGAN ISINYA ???
  • , , 3 Dec 2012
    Dari sisi konsep, draft Kurikulum 2013 cukup ideal untuk mampu melahirkan generasi masa depan yang tidak hanya cerdas otaknya, tetapi juga cerdas emosi, sosial, dan spiritualnya. Hal itu tampak dengan terintegrasikannya nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran, bukan lagi menjadi sebuah tempelan seperti dalam Kurikulum 2006. Pendekatan pembelajaran yang digunakan dengan mengajak siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan baru berdasarkan pengalaman belajar yang mereka dapatkan dari kelas, lingkungan sekolah, dan masyarakat juga akan mampu mendekatkan peserta didik pada kultur masyarakat dan bangsanya. Sekali lagi, dari aras konsep, draft Kurikulum 2013 sangat tepat diterapkan ketika dunia pendidikan kita tengah mengalami “gagap budaya”. Meskipun demikian, draft yang bagus hanya akan berada pada tataran konsep apabila tidak diimbangi dengan pemberdayaan para pemangku kepentingan pendidikan, khususnya guru. Kita sudah memiliki pengalaman yang cukup pahit ketika KBK diterapkan. Guru yang selama ini diabaikan benar-benar tak berdaya ketika harus menafsirkan standar isi ke dalam rencana pembelajaran untuk kemudian diimplementasikan ke dalam pembelajaran. Akibatnya, mutu pendidikan tidak bisa terstandarkan. Model kopi-paste pun menjadi budaya baru di kalangan guru akibat ketidaksiapan mereka dalam menerapkan standar isi. Berkaca dari pengalaman itu, idealnya guru harus dijadikan sebagai “aktor utama” dalam implementasi Kurikulum 2013. Mereka harus benar-benar disiapkan secara matang, mulai dari penyusunan rencana pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, penilaian, analisis, hingga tindak lanjutnya. Hanya dengan memberdayakan pemangku kepentingan utama implementasi kurikulum dapat berlangsung seperti yang diharapkan. Saya pribadi berharap, draf Kurikulum 2013 yang cukup ideal ini bisa melalui uji publik yang representatif sehingga mampu mengakomodasi kehendak dan harapan banyak pihak. Nah, selamat menyongsong perubahan. Sawali Tuhusetya Blog: http://sawali.info Twitter: @Sawalituhusetya FB: facebook.com/sawali
  • Fitriani,SH, Sulawesi tengah, 3 Dec 2012
    bagaimana nasib guru TIK??? baik yang sdh bersertifikasi maupun belum, bagaiamana nasib mahasiswa yang mengambil jurusan TIK di fakultas keguruan? bagaimana nasib guru TIK yang honor yang sdh sertifikasi??? mau dikemanakan kami semua? klaw dijadikan TU apa logis mendapat tunjangan kehormatan sertifikasi, apa Fakultas keguruan harus buka lagi PBS baru yakni prakarya dan menghapus PBS TIK?
  • hablulah, Dki jakarta, 3 Dec 2012
    kurikulum menjadi landasan dan orientasi pendidikan, bahkan dapat dikatakan sebagai strategi dalam peningkatan kualitas hidup generasi yang akan datang..permasalahan yang ada adalah pendidikan selama ini terlalu menitikberatkan pada aspek kognitif, beban siswa yang terlalu berat, dan kurang bermuatan karakter, Revisi ideal dilakukan dengan asumsi kebutuhan siswa, sehingga bukan lagi perubahan yang seolah tidak esensi seperti perubahan nama saja seperti SMA/SMU mungkin guru akan mendapat pengaruh jika perubahannya drastis,,harus ada solusi yang harus disiapkan oleh pemerintah, khususnya sekolah swasta yang sudah kekurangan kelasnya, dalam hal jam mengajar guru sertifikasi.
  • Kalempau Lampaa, Sulawesi selatan, 3 Dec 2012
    Mapel TIK harus dipertahankan, karena peserta didik yang menguasai TIK pasti dia bisa mendapatkan informasi ttg mapel lain lewat internet, Hay jangan dibalik, seperti contoh dengan belajar IPA otomatis tahu TIK, mustahil, gurunya belum tentu tahu TIK, apalagi gurunya sudah tua. Pendek kata dengan menguasai TIK otomatis peserta didik pasti bisa belajar mapel yang lain (tanpa guru). Mohon dipikirkan sebelum mengambil keputusan yang bodoh, sehingga yg mengikuti juga ikut bodoh.
  • farid santosa, Jawa barat, 4 Dec 2012
    Mapel TIK tidak boleh dihapus. Kita dituntut harus MELEK IT.. sangat ironis sekali.jika memang benar Mapel TIK akan dihilangkan. Kita harus ingat siswa/i kita yang pada saat ini lagi semangat2 nya belajar TIK. juga para Bapak/Ibu Guru nya mau dikemanakan apalagi yang sudah tersertifikasi.. mereka sekarang sangat cemas sekali.. Mohon dipertimbangkan kembali dan mohon penjelasan yang sejelas-jelasnya tentang nasib Guru TIK. Pengintegrasian TIK ke semua Mapel tidak akan semudah membalikan tangan.. apalagi sekolah-sekolah yg ada di daerah... Mohon di batalkan Penghapusan Mapel TIK. terima kasih.
  • Fathur Rachim, Kalimantan timur, 4 Dec 2012
    1. Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru adalah TIK itu betul dan mampu berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Mungkin setelah TIK direncanakan Integratif dg mapel lainnya, maka ada baiknya dipertimbangkan pula B. Indonesia juga Integratif dg mapel lainnya (dihilangkan) karena "BIN" paling mudah diintegratifkan, disisi lain mengurangi beban siswa UN. 2. Maksud saya diatas tidak serius, jadi begini ketika siswa tidak diajar TIK (cara searching, buat presentasi, belajar ngetik), trus ketika guru mapel lain memberi tugas (cari bahan di internet, buat makalah, buat presentasi) apa guru mapel lain harus ngajari anaknya dulu powerpoint, internet dst ? perlu diingat juga "Literacy Informasi" menjadi salah satu kompetensi global yang harus dikuasai siswa dan TIK lah "Obat"nya. Dan perlu diingat pula "revormasi pendidikan dan pengajaran Indonesia berkembang cepat ketika TIK masuk menjadi mata pelajaran" 3. Saya setuju di SMA penjurusan hilang (karna ada SMK), Ada mapel wajib dan pilihan (karena amanat UU adalah SKS), masalahnya sampai saat ini, janji UMPTN/SNMPTN akan diadakan 1 tahun 2 kali belum juga terlaksana (padahal sudah ada sekolah yg menyelenggarakan SKS) 4. Yang terpenting adalah peningkatan kualitas guru dari 4 sisi kompetensi khususnya untuk memperkaya model, strategi, pendekatan pembelajaran. 6. Kita kurang mengarah kepada "Creating" (taksonomi bloom revisi), dengan project-based, padahal dengan hal tersebut kognitif, afektif, psikomotor, penilaian proses dan kecakapan abad 21 untuk siswa bisa terpicu dan terpacu.
  • noli, Banten, 4 Dec 2012
    Saya guru TIK yang sudh mengajar 7 Tahun,, Coba Dipikirkan klu TIK tidak ada lagi Bagaimana Anak didik kita tentang pengetahuan TIK. jgan asal dihilangkan saja.
  • Dwi Sunu Pebruanto, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Catatan Antisipatif Kurikulum 2013 Oleh Dwi Sunu Pebruanto, Universitas Ciputra Entreprneurship Centre Setelah mempelajari draft kurikulum 2013 ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bersama. Catatan ini tentunya diwarnai pengalaman aplikasi KTSP di Sekolah Citra Berkat (Sekolah dibawah naungan Grup Ciputra) yang selama ini telah menerapkan beberapa aspek yang dituntut oleh drat kurikulum 2013. Umum 1. Draft kurikulum akan memberi peluang bagi sekolah untuk mengubah orentasi pembelajaran ke Concept based dan pembelajaran terintergasi. Ini akan sangat menarik. Siswa belajar tidak terfokus pada banyaknya materi, melainkan pada kedalaman sebuah konsep yang perlu dipahami. “Enduring understanding” akan menjadi hal penting pagi proses pembelajaran. 2. Pendekatan isi lebih baik berbasis konsep atau pemahaman . Untuk SD konsep dikemas melaui tematik atau pembelajaran terintergrasi; untuk SMP dst konsep disampaikan atau dikemas melalui mata pelajaran, Sebenarnya juga penting kalau usia SMP dan SMA siswa belajar dengan pendekatan interdisipliner. Misal dikemas dalam bentuk proyek. Universitas CIputra Entrepreurship Centre (UCEC) telah mengembangkan model ini. 3. Integrasi sains ke bahasa serta IPS ke PKn dan bahasa harus dilakukan sangat hati-hati mengingat kemampuan guru dalam mengelola pembelajaran terintergrasi masih sangat lemah. Mungkin guru masih membutuhkan list of concept dari bidang sains dan IPS yang harus dipelajari . 4. Sistem penjurusan mulai kelas 10 sebenarnya masih tidak ada bedanya. Penjurusan akan berfungsi dengan baik kalau siswa sudah mengenal tentang hasrat yang dimiliki dan orentasi hidup ke depan. Justru dua hal ini masih sangat lemah. Berarti sejak SMP siswa harus banyak dilatih untuk mengenali hasrat dirinya dan orentasi hidupnya, sehingga ketika masuk kelas 10 dia sudah benar-benar tahu tentang apa yang harus dipelajari. 5. Karena orentasi hidup dapat berubah dan juga ketidak pastian semakin tinggi, maka kurikulum dan pembelajaran yang baik adalah menyiapkan siswa untuk punya kemampuan untuk mengelola tantangan dan situasi. ”Readiness and awareness to manage challenges and cicumtances” menjadi lebih penting daripada memahami materi pelajaranitu sendiri. Pemahaman konsep jauh lebih bermakna dari pada banyaknya latihan. 6. Salah satu critical point dari kurikulum baru ini justru pada perumusan kompentensi yang harus mengandung konsep, skill dan sikap-sikap yang diharapkan. 7. Penambahan jam pelajaran agama tidak selalu berkorelasi dengan peningkatan perilaku siswa. Strategi guru mengajar dan komitmen sekolah dalam menerapkan nilai-nilai akan lebih dapat membentuk perilaku. 4 jam pelajaran agama kalau disampaikan dengan cara monoton hasilnya akan tambah tidak baik. Kebosanan akan menjadi lebih besar. 8. “ICT across curriculum” adalah sebuah peluang untuk dikembangkan. ICT bukan lagi mata pelajaran, tapi sebuah kebutuhan disetiap proses belajar siswa. Orentasi ICT menjadi sebuah supporting system untuk membantu siswa : mengakses informasi, mengelolah informasi dan mengkomunikasikan informasi yang telah diolah. Sayanya dalam draft ini, tidak banyak disinggung tentang pentingnya ICT. 9. Tiga aspek ( pemahaman konsep. Skill dan perilaku posiitif) yang akan dikembangkan secara seimbang dari setiap proses pembelajaran adalah hal yang idial. Kebutuhan baru tentang ini adalah model atau sistem “teaching best practices” yang baru. Dokumen teaching best practices akan menjadi indikator atau panduan bagi guru untuk mengajar. Tanpa teaching best practices yang baik, idial-idial dari kurikulum tidak akan terwujud. Students centered approach seperti yang disarankan di slide 14, akan sangat rawan kalau prose belajar dikontrol melaui buku paket: Approach ini sebenarnya akan mendorong siswa untuk peka terhadap 3 aspek : What to learn, how learn dan what we know what we learnt. Kalau tiga aspek tersebut telah diatur oleh buku paket (apalagi secara kaku dan tidak memberikan perspektif atau cara lain) students centred approach ini tidak berdampak secara optimal. Bahkan akan menjadi textbook centred. Sebaiknya sistem cukup dengan buku panduan untuk guru, sedangkan untuk siswa disediakan buku-buku referensi. Pembelajaran terintergrasi 1. Sebenarnya akan sangat sulit kalau pembelajarn terintergrasi berangkat dari subyek mata pelajaran. Akan lebih mudah kalau berangkat dari konsep-konsep dimata pelajaran. Intergrasi konsep-konsep sains dan IPS sangat memungkinkan untuk mendorong siswa berperilaku analisa, evaluasi dan mencipta. Ini adalah sebuah potensi besar untuk melatih siswa dan guru berperilaku menkoneksi dan mencari perpeksitif baru dalam prose pembelajaran. 2. Kesulitan terbesar adalah di aspek guru. Harus banyak pelatihan-pelatihan tentang cara menyiapkan pembelajaran yang terintergrasi. Cara berpikir guru harus berubah: Dari guru bdang studi menjadi guru yang memfasilitasi siswa untu mengembangkan ketrampilan riset dan ketrapilan “high order of thinking”. Orentasi mengajar juga berubah: Dari memberikan materi ke fasilitasi siswa agar dapat membangun ”pemahaman” sills dan sikap-sikap positif. Ternyata pelatihan-pelatihan saja tidak cukup untuk membuat guru berubah. Sistem mentoring dan coaching akan lebih powerful dalam mendorong guru untuk berubah. 3. Perumusuan konsep-konsep yang harus dipelajari dan rumusan kompetensi siswa menjadi sangat penting. Justru di aspek ini yang masih banyak kelemahannya. Banyak rumusan konsep masih sangat rancu dengan fakta-fakta. Begitu juga rumusan kompetensi masih campur dengan rumusan aktifitas belajar. Contoh rumusan kometensi Agama Islam : “Membaca bismillah tiap kali akan melakukan kegiatan”. Apakah ini aktifitas atau kompetensi. Rumusan “what to learn” yaitu pemahman konsep dan kompetensi akan mejadi sentral pengembanagan proses pembelajaran. Kritikal poinnya adalah di tim penyusun rumusan komptensi dan konsep yang harus dipelajari. Jangan sampai mengulangi seperti di kurikukum 2006. Banyak sekali rumusan SK dan KD tidak mensupport tujuan pembelajaran bidang studi. Ata tujuan pembelajaran bidang studi tidak diterjemahan dengan baik di rumusan-rumusan komeptensi. Buku Sumber Hal-hal ideal yang dituntut oleh kuirikulum tidak akan terwujud kalau guru masih berpaku pada buku teks. Sayang sekali kalau buku teks masih menjadi sentral dalam proses belajar. Alur berpikir Slide 18 akan sangat menjebak guru untuk berada dibawah control buku paket. Justru hal ini harus dihindari. Perilaku guru sangat bergantung pada materi yang ada di buku paket dan akhirnya guru tidak lagi melihat kurikulum. Dominasi buku paket akan sangat besar dan ini sangat konra produktif dengan konsep besar kurikulum yang akan mendorong siswa untuk terbiasa dengan multi resources. Sebaik apapan buku paket, pasti ada keterbatasan. Untuk itu sebaiknya tidak menggunakan buku paket. Tapi menggubakan sistem multi resources. Ingat ! siswa harus berlatih untuk “cook” resources. Padahal buku paket adalah jenis resources yang sudah “dimasak” oleh pengarangnya. Akhirnya siswa tinggal menghafal apa yang akan ada di buku teks. Sistem Penilaian Draft ini memikirkan sistem penilaian otentik (Slide 14). Melihat praktek pengelolaan sekolah saat ini. Justru praktek penilaian akan menjadi driver pengelolaan sekolah. Sistem UN telah menjebak sekolah hanya mengejar nilai lulusan, bukan kompetensi siswa. Proses-proses idial akan diabaikan begitu saja demi mengejar nilai UN Sangat disayangkan kalau nanti best practices sistem penilaian tidak sejalan dengan konsep-konsep idial di kurikulum. Sistem penilaian otentetik harus “dipaksakan” untuk dijalankan. Akan idial kalau sistem UN digantikan dengan sistem penilain yang berkesinambugan. Implementasi Sebenarnya sudah banyak sekolah- sekolah di Indonesia yang telah menerapkan beberapa esensi. Universitas Ciputra Entreprneurship Centra bahkan sudah mengembangkan pola belajar dengan model “learning cycle” • Tahap investigasi dan eksplorasi . Dengan rasa ingin tahu siswa mempelajari beberapa fakta dan data untuk mencari sebuah fokus eksplorasi. Akhir dari tahap ini adalah siswa mempunyai kesadaran akan target, peluang dan ide kreatif. • Tahap perencanaan. Dengan informasi tambahan yang mempunyai hubungan dengan fokus yang dipelajari. Siswa memahami tentang learning outcomes dan indikator ketercapaian, project yang akan dibuat, mmebuat tahapan kerja dengan time lines, identifikasi resources yang diperlukan, kesepakatan-kesepakatan tentang cara kerja serta kriteria penilaian untuk pencapaian kinerja. • Tahap bekerja/produksi. Setelah mempelajari konsep-konsep lebih lanjut dari sumber-sumber yang bervariasi akhirnya siswa menuangkan ide, konsep, ketrampilan ke dalam karya kongkrit yang dapat dihargai oleh orang lain atau bernilai. • Tahap promosi/komunikasi. Siswa mengkomunikasikan hasil kerjanya kepada orang lain agar dapat diterima dan dihargai. • Tahap evaluasi/refleksi. Siswa membuat identifikasi tentang hal-hal yang telah dicapai dan hal yang perlu harus ditingkatkan pada project berikutnya. Refleksi harus tetap mencakup pada aspek konsep/pengetahuan yang telah didapat, skills, dan karakter. Baik yang telah berkembang atau yang masih harus tetap diperhatikan. Pemerintah harus berani memanfaatkan sekolah-sekolah atau lembaga yang selama ini “tidak puas” dengan praket yang ada dan telah melakukan hal-hal yang kongkrit untuk memperbaiki sistem yang ada. Misal : banyak sekolah telah mempraktekan model pembelajaran terintegrasi yang (maaf) lebih baik dari model yang disodorkan oleh pemerintah selama ini. Pelatihan guru tidak akan berfungi dengan baik kalau mindset para pengambil kebijakan tekhnis tidak berubah cara berpikirnya dalam mengelola sekolah. Sehingga sangat perlu untuk dipastikan kalau para: pejabat diknas kota/kabupaten, pengawas dan kepala sekolah harus benar-benar dipastikan memahami esensi kurikulum 2013. Tenpa pemhaman yang benar, kenijakan yang akan dibuat akan bisa kontradiktif. Penutup Kurikuum 2013 mempunyai message yang baik. Message yang baik tidak akan berdampak kalau beberapa atisipasi kelemaham tidak diperhatikan. Mudah-mudahan catatan ini dapat bermanfaat.
  • KHASAN, S.Pd, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Kami bersyukur jika pemerintah berhasil mewujudkan kerangka berpikir yang terdapat Rancangan kurikulum 2013 , karena rancangan kurikulum tersebut sudah mencerminkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik.Tinggal bagaimana seluruh komponen pelaksana pendidikan mewujudkan secara nyata dalam pelaksanaannya nanti di lapangan. perlu adanya komitmen dari seluruh komponen, baik pemerintah pusat, daerah maupun tingkat sekolah. Menurut hemat saya, standar kompetensi lulusan perlu dirumuskan lebih rasional yaitu: jika sekarang penilaian aspek kognitif mendominasi lebih dari 50 % bobot kelulusan ( mengacu pd konversi nilai akhir, yang tidak seimbang dengan nilai proses).Efek negatif siswa yang saling contek mencontek dalam ujian nasional menunjukan sistem yang kurang tepat dalam hal evaluasi dan penentuan kelulusan tingkat satuan pendidikan.Mudah-mudahan untuk penyusunan kurikulum yang baru SKL perlu disempurnakan dan di kuatkan dengan PP untuk penyempurnaan PP no. 19 th. 2005. terima kasih
  • sodikin, Jawa barat, 4 Dec 2012
    Kalau dilihat Kurikulum Baru Siswa diajak menikmati karya TIK guru tanpa dikasih kesempatan mempelajari TIK itu sendiri....kemundurun Pak menteri, usul saya TIK justru harus masuk UN...karena hampir semua bidang kehidupan sekarang berbasis TIK, jadi anak jangan cuma disuruh menikmati hasil karya TIK guru yang juga belum siap....tapi diharapkan anak mampu menghasilkan karya TIK dengan penambahan jam belajar TIK untuk SMP sebagai dasar pengetahuan yang sangat diperlukan saat ini....Makasih
  • suwanto, Dki jakarta, 4 Dec 2012
    saya melihatnya lebih padat tetapi ramping....cuma biasanya yang akan jadi masala itu ketika diterapkan dilapangan......mohon sistem pengawasan lebih di kuatkan dalam mengawal pelaksanaan kurikulum baru tersebut..........biasanya yang lemah pada QA atau pengawasannya..........
  • Kusnadi, Jawa barat, 4 Dec 2012
    Sebaiknya dikaji ulang tentang pengurangan atau inegrasi mata pelajaran IPA (Sains) di SD...Setidaknya pelajaran sains di SD diberikan utuh sejak kelas 3 SD, bukan kelas V-VI saja... terima kasih...
  • karyono, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Dari sekian banyak kurikulum yang pernah dilakukan di kalangan pendidikan, yang menjadi penting adalah ke-lulus-an dari sekolah. Jika kurikulum memang mengikuti zaman, secara logika beban pelajaran yang diberikan harus memang benar-benar berkualitas. untuk menunjang keberhasilan yang konkrit dibutuhkan pengajar yang benar-benar profesional, tidak ada manipulasi apapun bentuknya. Tuntutan yang diberikan pemerintah adalah manusia Indonesia yang berkompeten dan berkualitas, oleh karena itu tidak akan pernah berkualitas jika pendidikyan (guru) tidak berkualitas.
  • Dwi Atmaja, S.Pd, M.Psi, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Yth Tim Pengembangan Kurikulum 2013. Dalam pemaparan ringkas (slide) saya selaku guru BK dan juga sekaligus sebagai pengurus ABKIN/IBKS Surabaya mohon penjelasan dari bapak/ibu tentang layanan bimbingan konseling yang hilang dari draff kurikulum 2013. alhamdulillah saat ini, layanan bimbingan konseling mulai berbenah ke arah yang lebih baik dan butuh usaha yang kuat dalam mewujudkan eksistensi BK di masyarakat dan dalam satuan kerja. jika benar-benar hilang dari kurikulum terbaru ini, alangkah menyedihkan bapak/ibu guru. kemanakah kelak kami harus di posisikan? bukan apriori terhadap kemampuan guru mata pelajaran, saat ini kami sering kali berbenturan dengan mereka dalam memperjuangkan aspirasi siswa, bagaimana jika pejuang-pejuang siswa ini hilang dari dunia pendidikan? mohon maaf bapak/ibu atas penyataan saya yang kurang sopan, atas perhatiannya saya ucapkan terimakasih
  • Wing Wisanggeni, Lampung, 4 Dec 2012
    kami guru-guru Mapel TIK kota Bandar Lampung yang tergabung dalam MGMP TIK, mohon penjelasan mengenai posisi mapel TIK di kurikulum 2013 kalo diintegrasikan ke seluruh mapel bagaimana untuk implementasinya di lapangan........ dan bagaimana guru-guru TIK yang sudah sertifikasi..........mohon penjelasannya???
  • rahmat agus riyadi, Kalimantan timur, 4 Dec 2012
    Penerapan Kurikulum yang baru sebaiknya ditinjau ulang, ada mata pelajaran yang tidak bisa dimerger dengan pelajaran lain, contohnya KKPI di tingkat pendidikan SMK setara dengan mata pelajaran TIK ditingkat SMA. Di SMA TIK masih digunakan pada kurikulum 2013, sementara KKPI dihilangkan... ini sangat tidak tepat. Harus dipertimbangkan banyak hal seperti mau dikemanakan guru guru yang mengajar KKPI,sementara kalo di merger mata pelajaran lain apa SDM guru guru ditingkat daerah bisa menguasai teknologi komputer. Jangan menerapkan aturan yang hanya bisa diterapkan dipusat sementara didaerah diabaikan. Kurikulum setiap tahun ada perubahan dan tidak jelas arah tujuannya.... apakah pengambil kebijakan mengerti kondisi dilapangan dan memahami sarana dan prasarana didaerah atau hanya didepan meja yang hanya menerima laporan dan menetukan kebijakan tanpa melihat keadaan yang sebenarnya. Tolong pemangku kebijakan nasib anak bangsa tergantung pada negara mau dibawa kemana arah pendidikan kita ini...... ........
  • Jamalludin, S. Ag.,M.A., Bali, 4 Dec 2012
    1. Untuk mapel.B.Inggris wajib diajarkan di kelas 4,5,6 agar ada dasar untuk tingkat lebih tinggi 2. Mapel agama SD-SMA/SMK minimal 3 - 4 jam pel/minggu sebab dari mapel agama penanaman akhlaq bangsa draf yg ada SD udh cukup alokasi wktunya, cuma untuk di SMP-SMA/SMK minimal 3-4 jam pel/minggu ma ks
  • Diyan Agus, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Untuk masalah jam pelajaran yang ditambah, bagaimana dengan sekolah MI yang jamnya lebih banyak dari SD Jika kurikulum tersebut diterapkan anak MI nantinya pulangnya terlalu sore bagaimana dengan aktifitas diluar sekolah ( mengaji / belajar di TPQ/Madin ) apa harus juga di hentika?
  • Ujang Sukandi, Dki jakarta, 4 Dec 2012
    Setelah membaca paparan Uji Publik Kurikulum 2013, saya berkomentar sbb: Menurut saya, secara dokumen, kurikulum yang sekarang pun sudah mengembangkan aspek kreativitas, pemecahan masalah, dsb. Yang jadi persoalan adalah pelaksanaan oleh guru di lapangan. Guru bukan tidak tahu aspek yg harus dikembangkan tersebut. Tetapi, hampir di setiap kesempatan pelatihan, guru berujar: “Ah Pak, kreativitas, pemecahan masalah, belajar aktif tidak ditagih dalam ujian nasional”. Ucapan ini saya dengar sejak CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) diperkenalkan sekitar tahun 1979 (33 tahun yang lalu !!!). Jadi, menurut saya yang harus dibenahi adalah: 1. Sistem dan bentuk soal Ujian Nasional. Buat soal yang tidak dapat dijawab siswa apabila sewaktu belajarnya di sekoah tidak menerapkan Belajar Aktif; 2. Gaya pelatihan guru yang cenderung ceramah tentang teori belajar aktif. Harus diubah menjadi pelatihan yang banyak berbuat, berdiskusi, dan praktik mengajar langsung dengan siswa. Dilengkapi dengan pendampingan oleh pengawas kepada guru berkaitan dengan penerapan hasil-hasil pelatihan. Jadi, percuma dokumen kurikulum diubah bila kedua hal di atas tidak dibenahi. Coba saja ingat perubahan kurikulum yang telah dilakukan beberapa kali: Kur 75, 84, 95, 2006. Apa hasilnya? Keadaan belajar mengajar di sekolah dapat dikatakan TIDAK BERUBAH. Saya pernah mengadakan pengamatan di SD dan SMP di suatu daerah pd 2011. Hasilnya apa?: Sebagian besar waktu pembelajaran diisi dengan guru berceramah, siswa mencatat, dan siswa menjawab pertanyaan guru dengan koor. Hasil ini sama dengan hasil penelitian Balitbang tahun1979. Itu artinya, pembelajaran di kelas tidak berubah selama 32 tahun (TIGA PULUH DUA TAHUN !!!!!). Oleh karena itu, bila perubahan DOKUMEN kurikulum kali ini tidak dibarengi dengan perubahan kedua hal tersebut di atas (Soal UN dan Gaya pelatihan guru), saya SUPER YAKIN, HAQUL YAQIN, pembelajaran di kelas TIDAK AKAN BERUBAH. Sudah terbukti kok minimal dengan 4 kali perubahan kurikulum (75, 84, 95, dan 2006). Mau bukti apa lagi????? Tks, Ujang Sukandi Mantan staf Pusat Kurikulum Kemdikbud
  • Diyan Agus, Jawa timur, 4 Dec 2012
    Kurikulum salah satu factor utama dalam pendidikan tapi bukan satu-satunya. Kalau kita ibaratkan pendidikan sebagai bangunan untuk menghasilkan sesuatu yang bagus kita membutuhkan gambar perencanaan yang baik (kurikulum), bahan-bahan yang berkualitas ( fasilitas sarana dan prasarana ), dan tukang yang handal (guru) Selama ini yang diributkan hanya kurikulum, bagaiamana dengan fasilitas terutama di daerah pinggiran dan sekolah swasta.
  • jumhuri, Lampung, 4 Dec 2012
    Yth. Bapak Tim Penyusun Kurikulum.... Tolong lebih dipikirkan mateng-mateng apakah tidak keliru jika mapel TIK akan dihapuskan di tingkan SMP???? coba renungkan kalimat berikut " APAPUN PEKERJAANNYA TIK ALATNYA" nah masa TIK akan dihapuskan... Tks
  • yoto purnomo, Di. yogyakarta, 4 Dec 2012
    setuju dengan Edi Hasibuan, Sumatera barat, bukan jumlahnya pelajaran namun muatan dari pelajaran yang berat. sy ambil contoh Pkn kelas IV SD, sudah harus mempelajari pemerintahan dari desa-pusat.... (itu berat sekali untuk dipelajari)... MK MA Ky DPR.....dll... apa yang anak2 tau dari semua itu??? katanya SD mempelajari dulu yang kontekstual yang ada disekitar siswa yang dekat dengan kehidupan sehari2 anak. lah DPR dsb??? masih jauh dari jangkauan anak2.... maka, tak heran jika hasil ujian mid semester, akhir semester dll, nilai anak2 sebatas rata2 sekitar 5. mungkin memang dalam laporan nilainya bagus2, rata2 mungkin sampai 7 dsb. tapi apakah itu nilai sebenarnya???? (saya rasa tidak). dari beberapa teman mengajar saya di daerah sleman setiap kali saya tanya berapa rata2 pkn?? pasti bisa ditebak wah jelek... (fa, sol, la, si).... maka alangkah baiknya muatan materi ditinjau, jangan sampai terlampau berat seperti pada kurikulum sebelumnya, sehingga mau tidak mau seorang guru musti mengatrol nilai, memanipulasi nilai dsb.... dan siswa pun tak terlalu berat dalam belajar.sehingga hak bermainnya tidak terampas. trmakasih

 


Komentar :

No Komen : 20
DR H.A. FATHONI RODLI :: 06-04-2014 08:27:38
DAFTAR RIWAYAT HIDUP CALEG DPR RI DARI PKB UNTUK DAPIL SURABAYA - SIDOARJO
PKB URUT 4 DR H.A. FATONI RODLI

I.KETERANGAN PERORANGAN

1.NAMA LENGKAP Dr. H. Achmad Fathoni Rodli, M.Pd,
2.TEMPAT/TGL LAHIR Sidoarjo, 11 Februari 1959
3.PANGKAT/ GOLONGAN IV a
4.PEKERJAAN Pensiun Dini (Konsultan Pendidikan)
5.AGAMA Islam
6.ALAMAT RUMAH Wonocolo VI/ 166 Sepanjang, Sidoarjo Jawa Timur
0817776093
7.STATUS PERKAWINAN Kawin
8.ISTRI Dra. Hj. Indah Murfidah
9.JUMLAH ANAK Dua (Athiâ Purnasari dan Achmad Rochy Habibi)
10.E-Mail cak.thoni @yahoo.com

II.RIWAYAT JABATAN
1. Kabid SDM Iptek
2. Asisten Deputi PSDM Menristek
Fungsional:
Dosen (Pensiun Dini)
Diluar Tugas Pokok:
1.Anggota MP3I DEPAG
2. Dewan Pakar Ristek
3. Tenaga Ahli DPR RI
4. Pengembangan Ekonomi Local Kementerian PDT.
5. Konsultan SDM, Bank Dunia, CBUIM Dep. PU.
6. Konsultan Pengembangan Profesi Guru, Asian Development Bank, Madrasah Education Development Project

III. RIWAYAT PENDIDIKAN
1. PENDIDIKAN UMUM DI DALAM NEGERI/ LUAR NEGERI:
SDN Wonocolo Taman
SMPN Taman STM Pembangunan Surabaya
IKIP Surabaya
UNJ/ IKIP Jakarta
UNJ/ IKIP Jakarta
2. PENDIDIKAN DAN LATIHAN DI DALAM NEGERI/ LUAR NEGERI:
Manajemen Pelayanan Prima (Exelency Servicies)
Manajemen Strategic, Diklat Kepemimpinan TK. II (SPAMEN)
DIKLAT KEPEMIMPINAN TK II/ SPAMEN
Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jakarta
KMNRT bekerjasama (LAN) Jakarta

Fungsional
Professional Development Program & EMIS
Pra Jabatan Dosen Curtin University of Technology, Perth Australia,
IKIP Surabaya 1996 1996

Teknis
Kursus Bahasa Inggris, ,
Training Komputer,
Penataran Penguji Komputer Nasional
Program Statistika SPS & SAS,
Pelatihan Computer Assisted Instructional (CAI),
PPIA Sby
LPKI Jakarta
Bina Nusantara Jakarta
SPS Surabaya,
PUSTEKKOM DIKNAS Jakarta
IV. PRESTASI YANG MENONJOL
Penyusunan Jabatan Fungsional Perekayasa
Penyusunan Modul Pelatihan CBUIM
Fungsional Pengembangan Teknologi Pembelajaran
Penyusun Jabatan Fungsional Perekayasa
Penyusun Impassing Jabatan Fungsional Guru Bukan PNS
Penyusun Regulasi Pendidikan (UU Sisdiknas, UU Badah Hukum Pendidikan, UU Guru dan Dosen, UU Perpustakaan, UU Sistem Keolahragaan Nasional, UU
2001
V. PENGHARGAAN
NO. NAMA PENGHARGAAN INSTANSI/NEGARA TAHUN
Satgas Menwa Timor Timur
DONOR DARAH/ PERAK
PENGHARGAAN SPAMEN DEPARTEMEN PERTAHAUAN DAN KEAMANAN RI
PALANG MERAH INDONESIA
LAN JAKARTA 1982
NO. ISTRI TANGGAL
Dra. Indah Murfidah 11-11-1961 22-2-1987 Guru PNS
VII. RIWAYAT PENGALAMAN KERJA

1.Manager Produksi Televisi Pendidikan PSB IKIP Sby. 1990- 1991
2.Kepala studio Audio/ radio PSB IKIP Sby. 1989- 1990
3.Supervisor PPL Industri Mahasiswa TP FIP IKIP Sby. 1989- 1997
4.Dosen Tamu Pasca Sarjana IKIP Malang 1990- 1992
5.Counterpart Instruktur Mobile Training UNESCO bidang Computer Assissted Instructional (CAI) 1993
6.Ketua Pengembangan Mutu Guru YPM Sepanjang SDA. 1993-1997
7.Instruktur Training of Trainer Industri
8.di DIKLAT (LNG Bontang Kaltim, Freeport Irian Jaya, PUSDIK Kehutanan Madiun, Petrokimia Gresik, Dep. PU, Dep. Perindag, dll) bersama ALKON Surabaya 1990-1997
9.Tim Penyusun Kurikulum Nasional Program Teknologi Pendidikan FIP IKIP 1992-1994
11.Tim Penyusun jabatan fungsional Profesi Teknologi Pendidikan
12.Kelompok Kerja Kepemudaan Jawa Timur 1994- 1997
14.Pimpinan Pusat Biro DIKLAT IPTPI 1992- 1996
15.Ketua Bulan Pendidikan FIP IKIP Surabaya, 1993
16.Tim Penyusun Rencana Kurikulum Madrasah Diniyah Robithoh Maahidil Islamiyah (RMI) 1994
17.Instruktur Pelatihan penelitian & karya tulis Karya ilmah Widyaiswara PPG & BPG. seluruh Indonesia. 1994
18.Instruktur Penataran Kasek. SMP-SMA 1994
19.Tim Penilai karya tulis Widyaiswara Depdiknas 1995
20.Ketua Pokja Sistem Informasi Managemen Pendidikan/Komputerisasi Evaluasi Belajar YPM SDA 1995- 2000
21.Team Leader Konsultan Peningkatan Managemen Pendidikan SD di DKI 1996 - 1997
22. Nara Sumber berbagai Pelatihan terkait dengan PSDM 1994 - sekarang
23.Konsultan Individual Proyek Pembinaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Jawa Timur 1999/2000
24.Asisten Deputi Bidang PSDM dan Profesi IPTEK 2000-2003
25.Tim Ahli Badan Pekerja MPR RI 2001
26.Tim Pemuda Indonesia dalam World Assembly Youth (WAY) berkedudukan di Malaysia dalam HRD 2001
27.Co. Team Leader Konsultan Pengembangan Manajemen Infrastruktur Perkotaan (Capacity Building Urban Infrastructure Management/CBUIM) 1999-2001
28.ADB Loan No. 1572- INO Dep. KIMPRASWIL 2001-2002
29.Koordinator Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang Sisdiknas DPR-RI 2003
30.Koordinator Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang Wakaf 2004
31.Koordinator Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang Guru dan Dosen DPR-RI 2005
32.Koordinator Tenaga Ahli dalam Penyusunan Rancangan Undang-Undang Perpustakaan DPR-RI 2006
33.Tenaga Ahli Bidang Pendidikan Komisi VI DPR RI 2002-2003
34.Tenaga Ahli Bidang Pendidikan Komisi X DPR RI 2004-2008
35.Tim Penyusunan Program UNPTK Depdiknas 2007
36.Tim Penyusunan UN Jabatan Fungsional Profesi Guru dan Dosen Depdiknas. 2007
37.Tim Penyusunan Madrasah Diniyah Depag. 2009
38.Tim Pembahasan RUU BHP 2004-2009
39.Tim Pembahasan RUU Pariwisata 2008
40.Tim Penilai Guru Tingkat Nasiona; Depdiknas. 2007 - sekarang
41.Tim Pengembangan Standar Nasional Pendidikan Depdiknas. 2006
42.Tim Pengembangan Standar Kompetensi Madrasah Depag. 2007
43.Tim Pengembangan Sekolah-madrasah bertaraf Internasional Maarif. 2009
44.Tim Kerjasama Luar Negeri Lembaga Pendidikan Maarif. 2006-2010
45.Study Banding DPR RUU Perpusnas ke Rusia. 2007
46.Study Banding DPR RUU Sistem Olah Raga Ke Prancis. 2006
47.Konsultan Asian Development Bank, Madrasah Education Development Project, Kementrian Agama Ri 2008 - 2010


VIII . RIWAYAT ORGANISASI PROFESI

1.Ketua Umum Pimpinan Pusat Ikatan Profesi Teknologi Pendidikan Indonesia (IPTPI) di Jakarta 1996-2009
2.Anggota Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) di Jakarta 1999 - 2008
3.Anggota Asosiasi Pengembang Perguruan Tinggi Indonesia 1999 - 2008
4.Anggota Asosiasi Pengembang SDM Indonesia 1999 - 2008
5.Wakil Ketua Pimpinan Pusat LP. Maarif 2005 - sekarang
6.Ketua Umum BMPS Pusat 2006 - 2011
7.Sekretaris Yayasan Pendidikan Maarif Sepanjang, Sidoarjo
32 unit sekolah/ madrasah 1999 - sekarang

IX. DAFTAR KARYA ILMIAH DAN PENELITIAN
1.Peran Teknologi Pendidikan dalam Era Globalisasi (dimuat dalam Bulletin Teknologi Pendidikan);
2.Hunting Consummer Mahasiswa T.P. dan PKN salah satu Alternatif Memperat Hubungan Perguruan Tinggi dan Dunia Industri (dimuat dalam Media Pendidikan IKIP Surabaya No. 56 Th. XIV, Edisi September 1991)
3.Pemerataan Mutu Lulusan dan Putus Kuliah di IKIP(dimuat dalam Media Pendidikan IKIP Surabaya, No. 60 Tahun XIV, Edisi Mei 1992)
4.Pengantar Komputer Pembelajaran (Berupa buku ajar)
5.Radio Pendidikan (Berupa penulisan buku ajar)
6. Studi Perbandingan Studio Audio di RRI, BKKBN dan Program Teknologi Pendidikan FIP IKIP Surabaya
7. Ujicoba buku ajar Pengantar Komputer Pembelajaran pada Mahasiswa angkatan 1991 Program Teknologi Pendidikan FIP IKIP Surabaya
8. Pengembangan Komputer Pembelajaran Unit I (Karya Ilmiah yang berupa buku ajar dengan SK Rektor IKIP Surabaya No. 012/PT33.H/Kep/Q/1994, Tanggal 24 Januari 1994)
9. Pendidikan sebagai Pranata Pembangunan (Tulisan ilmiah dimuat dalam majalah bulanan UMAT, No. 04 Th. III Dzulqo�doh 1414 � Mei 1994)
10. Pengembangan Komputer Pembelajaran Unit II (Karya Ilmiah yang berupa buku ajar dengan SK Rektor IKIP Sby No. 012/PT33.H/Kep/Q/1994, Tanggal 24 Januari 1994)
11. Training Perbantuan Komputer (dimuat dalam Bulletin KINERJA No. 4/5 Triwulan I & II � 1994, ISSN : 0854 � 5650)
12. Evaluasi Penulisan Karya Ilmiah : 1) Penelitian Kuantitatif; 2) Penelitian Kualititatif; 3) Penelitian Artikel; 4) Makalah (karya ilmiah berwujud buku pedoman, diterbitkan oleh Direktorat Pendidikan Guru dan Tenaga Teknis, Dirjen Dikdasmen, Depdikbud Th. 1995)
13. Pengantar Teknologi Pendidikan (Karya Ilmiah berwujud buku yang diterbitkan dengan bantuan Association for Educational Communication and Technology (AECT) kerjasama dengan Association�s Commite on Definition and Terminology (ACDT), Th, 1995).
14. Metode Penelitian dan Penulisan Karya Ilmiah (Makalah disampaikan dalam Lokalatih Pengelola Gugus SD, Kerjasama Primary Education Quality Project (PEQIP) dengan IKIP Jakarta, Nopember 1995)
15. Pengembangan Kompetensi Tenaga Kependidikan Profesi Teknologi Pendidikan (Makalah disajikan dalam acara mimbar ilmiah FIP-IKIP Surabaya, Desember 1993)
16. Pengembangan Komputer Pembelajaran (CAI) (Makalah disampaikan dalam Penyegaran dalam rangka Finalisasi penulisan naskah CAI, tanggal 21 � 24 September 1995)
17. The Development of Lecturer�s Computer Service in IKIP Surabaya (Makalah disajikan dalam Seminar Bahasa Inggris, Balai Bahasa IKIP Surabaya, Nopember 1993)
18. Psikologi dan Komunikasi dalam Pelatihan (Makalah disampaikan dalam Pelatihan Kader Pelatihan Kader Pelatih pada tanggal 4 Desember 1993, PMII Surabya).
19. The Need of Professional for Distance Learning (Makalah disampaikan dalam First International Symposium �Networking Into The 21 st. Century : Prospects for Distance Eduation IDLA, 27 Nopember � 1 Desember 1995, Yogyakarta � Indonesia)
20. Peningkatan kemampuan profesional Sumber Daya Manusia melalui Pendidikan dan Pelatihan dengan Pendayagunaan Profesi Teknologi Pendidikan (Makalah disampaikan dalam Simposium ke-2 IDLN � Teknologi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Abad XXI, Jakarta tanggal 17 Desember 1996).
21. Pendapat dan Pandangan Siswa, guru dan masyarakat tentang pemanfaatan Media Teknis, dalam rangka menunjang pendidikan dasar 9 tahun di Kota Madya Surabaya dan Sekelilingnya (Penelitian kelompok sebagai anggota, suber dana Bank Dunia XXI Loan No. : 3311 � IND, th. 1994).
22. Sistem Pendidikan Alternatif dan Transformasi Keilmuan (Makalah disajikan pada semilokakarya tentang Pendidikan Tinggi, FISIF UNAIR, 4 Agustus 1998)
23. Portofolio sebagai penilaian hasil belajar alternatif di perguruan tinggi (Makalah disajikan pada Lokakarya pengembangan sistem evaluasi hasil belajar alternatif di IKIP Surabaya, 27 Agustus 1998)
24. Alternatif Kebijakan Pendidikan Guru (Makalah disajikan pada seminar kebijakan pendidikan Nasioanl, kerjasama antara IKIP Surabaya dengan Sub.Bid Kebijakan pendidikan. Pusat Penelitan Depdikbud; di IKIP Surabaya, tanggal 22 Oktober 1998)
25. Profil Pelatihan dalam Jabatan (In Service Training Guru SD di Jawa Timur) (Penelitian mandiri, Swadana, tahun 1999).
26. Pengembangan Sumberdaya Manusia, Kawasan Indonesia Timur, (Kelompok Kerja SDM, Dewan Pengembangan Kawasan Timur Indonesia, Jakarta, 2000)
27. Pengelolaan Pendidikan Dasar Berbasis Sekolah dalam Otonomi Daerah, (Makalah disajikan dalam Rakor Pendidikan Dasar dalam rangka Otonomi Daerah di Jawa Timur, Tanggal 6 s/d 8 Desember 2000 di Hotel Utami Surabaya.)
28. Pengembangan Jabatan Fungsional Perekayasa, (Proyek Pengembangan Kebijakan Riptek, Kantor Menetri Negara Riset dan Teknologi, 2000)
29. Pemetaan SDM IPTEK di LPND Ristek (Kementrian Risset dan Teknologi , 2002)
30. Analisis Kebutuhan Pelatihan Manajemen Prasarana dan Sarana Perkotaan di Kabupaten Sleman,( Penelitian Perorangan Swadana, Tahun 2000)
31. Pengembangan Kebijakan Sumber Daya Manusia dan Profesi IPTEK, Proyek Riptek, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Tahun 2000)
32. Pemetaan Sumber daya Manusia Profesi IPTEK, Proyek Riptek, Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Tahun 2000)
33. Kebijakan Strategis Riset dan Teknologi Penunjang Pengembangan Pendidikan Islam, (Makalah disajikan pada seminar nasional Pimpinan Perguruan Tinggi Islam Swasta dan Perguruan Tinggi Negeri Se Indonesia, tanggal 5 Februari 2001, Di Universitas Islam Malang)
34. Alternatif Pengembangan Jabatan Fungsional Perekayasaan di Badan Riset Kelautan dan Perikanan ( Makalah disampaikan pada Rapat Kerja Badan Riset Kelautan dan Perikanan, Tanggal 9 Mei 2001 di Graha SUCOFINDO Jakarta)
35. Indonesian Human Resources Develompment and Globalization, (Makalah disampaikan pada International Youth Dialog, Tanggal 24-29 Juni 2001 di Malaca Malaysia)
36. Pengembangan Pendidikan pada Otonomi Daerah
37. Pengembangan Modul Operasi dan Pemeliharaan Sektor Jalan,
38. Pengembangan Modul Operasi dan Pemeliharaan Sektor Drainase,
39. Pengembangan Modul Operasi dan Pemeliharaan Sektor Air Limbah,
40. Pengembangan Modul Operasi dan Pemeliharaan Sektor Persampahan,
41. Pelembagaan (Institutionalisasi) Pelatihan Manajemen Prasarana dan Sarana Perkotaan di Kota Bekasi, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Sleman, Malang, Medan, Palembang, Pakanbaru, Balikpapan, Makasar, Manado, Mataram, Lampung.
42. Buku Regulasi Pendidikan, Penataan, Pelayanan dan Pencitraan, 2010
43. Buku Penguasa Pendidikan, 2006
44. Buku Pengembangan Profesi Guru, 2007
45. Buku Berguru pada Bapak Bangsa, 1999

Demikian riwayat hidup ini Saya buat dengan sebenarnya dan apabila dikemudian hari ternyata tidak benar, Saya akan bertanggung jawab secara hukum.
Jakarta, 11-02-2010

Dr. H. Achmad Fathoni Rodli. M.Pd.
 
No Komen : 19
Raid Zakwan :: 20-05-2013 12:40:10
1995 saya ngajar MaPel Komputer di SMK hingga sekarang bernama KKPI. saat itu hanya SMK ada MaPeL komputer sehingga kursus komputer menjamur dimana-mana hingga SMP dan SMA ada MaPeL TIK, kursus komputer kemudian mati suri sampai sekarang. Emang lulus SMP (TIK) ngelanjut SMK (KKPI)/SMA (TIK) materi hampir sama kisaran Office (close source), kecuali sekolah tertentu yang menambah materi lainnya dan harus robak silabus + RPP. 2005 kebawah lulusan SMA/SMK bila mau kerja ada catatan tambahan dari perusahaan yang menerima karyawan baru âHARUS BISA KOMPUTERâ. Tetapi setelah SMP, SMA, SMK bahkan PAUD pun mulai di masuki MaPel Komputer catatan tambahan dari perusahaan tersebut hilang , karena SMA & SMK sudah dapat dan terbiasa menggunakan OFFICE bukan (internet, game, situs sosial, dkk) seperti kata pak menteri lho. Ialah siapapun dapat mengoperasikan komputer asal tidak buta (orang buta pun ternyata bisa). Tetapi perlu di ingat mengetik surat, laporan, dkk bukan asal ketik atau klik karena ada hal-hal yang harus diperhatikan. Gimana dengan aplikasi pengolah angka, basis data, presentasi?! Apa bisa?! Emang ada sebagian orang yang bisa belajar sendiri (otodidak) tetapi ada banyak orang yang harus belajar dari orang lain (guru/sekolah). Menurut saya bila mau melenyapkan MaPel komputer tidak perlu pada semua jenjang pendidikan. kompetensi siswa SMK berbeda, sesuai dengan slogan pemerintah SMK bisa (bukan karena saya guru SMK). Bila Mapel TIK, KKPI di hilangkan saya sangat yakin akan muncul lagi di perusahaan catatan âHARUS BISA KOMPUTERâ.
Saya tidak yakin dengan 5 alasan yang di gemborkan menteri untuk melenyapkan kurikulum tetapi menurut saya ada pihak lain mungkin asing yang intervensi kurikulum kita, mereka takut dengan kemajuan teknologi Indonesia atau microsoft yang marah karena Indonesia menggunakan produk bajakan (kali).
 
No Komen : 18
SI DOEL anak Sekolahan :: 05-04-2013 20:17:52
Kepada Bapak Mentri dan semua Bapak/Ibu yang terlibat dalam penyusunan KURIKULUM 2013... mohon kiranya mapel TIK atai mata diklat KKPI jangan di hapus karena mata diklat tersebut merupakan daya tarik dan menjadi idola bahkan sarana mapel lain, seperti di sekolah kami Bapaka/ibu sudah melaksanakan KBM menggunakan IT (laptop, netbook, PC, Internet dan jaringan komputer) Justru karana IT sebagai media belajar yang sangat menarik inilah sebaiknya KKPI/ TIK TETAPDI AJARKAN jangan dibalik "dihapus" dan di integrasikan dengan mapel lain ...? apa tidak REPOT....? sekali lagi Bp Pengambil Kebijakan kami meminta mengusulkan KKPI/TIK DIPERTAHANKAN demi siswa, mahasiswa dan guru yang sedang menekuni dunia IT itu, biarkanlah mereka berkembang dan memiliki harapan kearah INDONESIA MELEK IT dan menyumbangkan IT Produk Indonesia seperti Bp. Dr Khiril Anwar... yang telah menemukan teknologi 3G dan 4G walaupun litbangnya di JEPANG.... sungguh sayang dan kami prihatin kalau kehormatan dan kebanggaan kami TIK/KKPI dihapus. terima kasih semoga kebijakan kedepan lebih baik
 
No Komen : 17
KANG GURU KOMPUTER :: 05-04-2013 19:51:33
KALAU TIK/KKPI DIHAPUS JANGAN SALAHKAN KALAU NEGARA KITA AKAN TERJAJAH LAGI... SIAPA YANG BERTANGGUNG JAWAB ... NANTI BANYAK PERETAS-PERETAS DARI NEGARA LAIN YANG AKAN NGOBRAK-ABRIK SISTEM KOMPUTER INDONESIA.... LA WONG PULAU-PULAU YANG TERLIHAT SAJA BISA HILANG DICURI ..... APALAGI SISTEM KOMPUTER...? MOHON DIPERTAHANKAN TIK/KKPI SELAMNYA !!!! HIDUP INDONESIA, HIDUP TIK/KKPI, HIDUP SISWA , HIDUP GURU TIK. TERIMA KASIH
 
No Komen : 16
Mannixs-21 :: 30-03-2013 17:58:25
Males ahhhh.....paling-paling sensasi murahan. Kembali jaman dulu...katroxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
 
No Komen : 15
nonim :: 08-02-2013 14:18:07
assalamu'alaikum
istighfar ... :)
saya sangat tidak setuju,,tau bgni sklhnya Tata boga aja :p
kampus" yg berbau IT gmn? mgkn mrekA py planning buat jd guru kmptr,,sedih donk mreka dgrnya...
bgmn jg nasib guru honorer swasta pula,,blm lg Bigbos yg otoriter(select and diselect) naseb"...
itu kalo dilihat dr kota besar !!!!
bgmn di kota kecil/ kabupaten,yg mgkn penduduknya berekonomi pas"an. mreka bs py hp bagus aja udh sneng, bs byr sklh dgn lancar aja sngt b.syukur sx.
bnr smuanya coment diatas,,mw dikemanain guru komputer.!!!!???
pak mentri anaknya dokter ya, smpai bs merubah draf sdmkian rupa,,,
siswa lbh sk TIK/KKPI dr pd Kimia,,kuliah jurs. apapun pasti akan menggunakan perangkat IT(kmptr, laptop)
bgman jk dr dini saja mreka tdk mengerti apa itu kmptr dgn sglA isinya, mngtik saja mreka msh tunak tunuk. bgmn mreka nantinya jk sudah lulus (kuliah, krj) dihpdkan dgn teknologi yg modern...
Primitif, gk gaul, Katrok !!! itu kah,,,
kuliah jahit aja hrz bs kmptr, pelayaran, dll. bsnya TIK/KKPI dihapus.
dengan enteng sx seorng kepala menyampaikan briving " wacana kurikulum yang akan dihps TIK "SMP", KKPI "SMK"
fasih bgt ucapannya. tdk ada kt" manis untuk memberi smg kpd guru yg b.sangkutan !!!
mari qta b.satu smua guru se indonesia trutama TIK/KKPI. jgn smpai dihapus,,b.doalah smg doa" qta terkabul
amin,, ttp smg sodaraku dmnpun anda berada
 
No Komen : 14
Kgs. John J. Arifin :: 17-01-2013 10:46:14
Tim penyusun kurikulum di Negeri ini paham nggak ya kalo guru di daerah nggak sehebat guru di kota besar pengetahuannya tentang IT. Mengoperasikan komputer aja ada yang yang bisa bahkan pegang mouse aja gemeteran saat saya menjadi pengawas UKG di daerah saya Kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan. Gimana mungkin MP TIK dihapuskan dengan mengharapkan guru-guru mata pelajaran mengajar sambil menerapkan IT ke siswa. Jauh panggang dari api Pak. Tolong ditinjau lagi apabila MP TIK akan dihapuskan disekolah-sekolah.
 
No Komen : 13
Ari :: 15-01-2013 17:23:48
Semua yg dikatakan rekan2 pejuang TIK/KKPI sdh benar...KECUALI... bpk2 yg diatas sono mau ngangkat kita para guru mapel komputer jadi pns lgsg..terus ditempatin jadi pns non guru...Baru tik/kkpi dihapus silakan...Tapi jika nggak...KITA WAJIB BERJUAN UNTUK MEMPERTAHANKAN MAPEL KOMPUTER...Sekarang jaman IT Bro...
 
No Komen : 12
aris :: 18-12-2012 12:40:45
saya kurang setuju jika TIK dan KKPI dihapus, karena mapel tersebut merupakan modal dasar peserta didik untuk mengetahui segala teknologi informasi melalui komputer/TIK/KKPI
 
No Komen : 11
kuring :: 12-12-2012 11:04:38
Pak Moh. Nuh....coba bpk tanya sama guru mapel lain (selain mapel TIK) apa yang dimaksud dengan Hardware + Software? itu baru dasar pa.....
 
No Komen : 10
aku :: 12-12-2012 10:52:59
Mapel TIK tidak mungkin diintegrasikan dengan mapel lain, alasannya:
1. dari segi keilmuan, pasti beda.
2. guru mapel lain hanya bisa mengoperasikan saja bung.....tapi ilmunya jelas mereka tidak ngerti.
3. jika mapel TIK diintegrasikan dengan mapel lain, kapan guru mapel tersebut menyampaikan pelajaran TIK nya? apa peserta didik harus kursus komputer di luar sekolah?
 
No Komen : 9
Pandito Durno :: 07-12-2012 18:12:32
kalo dengan berbagai cara/kurikulum diganti berulang2 tapi mutu pendidikan koq gak bisa baik, harusnya bukan mata pelajarannya yang diganti atau dihapus, tetapi kementrian yang mengurusinya yang dibubarkan
 
No Komen : 8
Sengkuni :: 07-12-2012 18:06:21
Ayo calon mantan guru-guru TIK, jangan cemas, kalo nanti kalian gak dipakai di negaramu, aku siap menampungmu. Akan aku jadikan garu TIK agar rakyatku di Ngastino ahli semua dalam bidang IT. Tentang gaji, dijamin memuaskan. satu pekan bisa terima bersih Rp 60 jt, ditambah makan, pakaian, jaminan kesehatan, perumahan, rekreasi tiap bulan sekali ke Eropa, Amerika, kutub utara/selatan, bahkan bisa rekreasi ke bulan. Bagi yang masih lajang juga akan diberi istri/suami cantik/ganteng
 
No Komen : 7
Dursosono :: 07-12-2012 14:28:32
HA HO HA HO HA, KAPOK LIN KAPOK LIN, SALAHE DHEWE, NGOPO KOWE DHISIK PODHO GELEM NGAJAR TIK, KELAK KALO MAPEL TIK JADI DIHAPUS, MAKA BAPAK/IBU MANTAN GURU TIK BISA NDAFTAR ANGGOTA DPR DI NEGARAKU, NGASTINO, NANTI AKU BERI KATABELECE SUPAYA MENDAPAT PERHATIAN DAN PRIORITAS DARI KAKANG PRABU DURYUDONO. TAPI SETELAH JADI DPR NANTI JANGAN LUPA YA SAMA AKU, HA HA HA HA HA. BAGI YG BEMINAT DAPAT MENDAFTAR MULAI SEKARANG JUGA, 100 PENDAFTAR PERTAMA AKAN MENDAPAT PRIORITAS DITERMA TANPA TES DAN BEBAS UANG PELICIN
 
No Komen : 6
hartono :: 07-12-2012 14:15:35
kalo alasan penghapusan mapel tik adalah krn akan diintegrasikan ke semua mapel, dan supaya guru2 menggunakan IT utk pembelajaran, jelas itu merupakan pemikiran tdk cerdas. kalo alasan seperti itu, maka mapel yg hrs dihapus dan diintegrasikan adalah mapel bhs indonesia. Sedangkan utk Mapel TIK yg akan diintegrasikan, apakah pak mentri merasa bahwa guru2 skrg ini dah menguasai IT?, kasian deh, La wong masih banyak guru liat mouse aja masih gemetar koq disuruh ngajar pakai IT, Lagian pula kalo itu hanya utk media pembelajaran, ya gak mungkin siswa akan bs tau tentang IT. Aku jadi heran koq pemikiran pak mentri seperti itu, tidak nyambung sama sekali
 
No Komen : 5
andy kurniawan :: 06-12-2012 12:17:13
Selama ini kita hanya menggunakan peralatan tik yang diciptakan oleh negara lain. Kita belum mampu menciptakan ide menciptakan peralatan tik sendiri. Contoh Windows, Word, Excel dll....harus kita beli dari negara lain....padahal....selama beberapa tahun ini mapel tik sudah diajarkan mulai tk sampai perguruan tinggi....tetapi...kita belum mampu berbuat apapun...Nah...kalau malah dihapus....??????
 
No Komen : 4
Firman :: 05-12-2012 14:20:44
mohon segera dijelaskan Bpk Menteri Kemendikbud tentang isi prakarya ( mulok ) dan maksud seni budaya dan penjaskes yang termasuk mulok
 
No Komen : 3
sumanta :: 05-12-2012 10:15:20
kalo pelajaran TIK/kkpi dihapuskan berarti kita kembali ke jaman primitif.
 
No Komen : 2
agus :: 05-12-2012 01:22:35
saya tidak setuju bila mapel TIK dihapuskan, karena akan menimbulkan masalah baru, dan itu pasti, bgs ini sudah banyak masalah yang harus dihadapi jangan ditambahi lagi.kalau mau merubah benahi saja contensnya, mungkin skl ( sk dan kdnya yang belum mendukung terbentuknya karakter yang diharapkan ) sehingga nanti antara imtaq dan iptek akan balance, makasih .. mudah-mudahan didengar.
 
No Komen : 1
Made Sura :: 04-12-2012 18:22:12
saya kurang setuju TIK dihapuskan , TIK harus tetap ada , tetapi tujuan pemblajaran TIK itu yang harus diperjelas, bukan lagi teori tetapi siswa mampu menggunakan TIK untuk membuat SESUATU YANG CETAR MEMBAHANA, misalnya siswa mampu membuat karangan dengan tampilan yang indah , Bagaimana siswa BISA MEMBUAT TUTORIAL tetang tahap demi tahap membuat e-mail misalnya , membuat blog dll ,bagaimana siswa mampu membuat POWER POIT , bagaimana agar siswa mampu berpresentasi dengan power point hasil karyanya , bagaimana bersikap dalam berpresentasi dsb,... HASIL AKHIR TIK ADALAH HARUS SEBUAH KARYA NYATA
 
Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (772)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (312)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (217)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (210)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (205)

Pengunjung

    1297347

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner