WEB KAJIAN PSIKOLOGI DAN PENDIDIKAN


MENGUPAS TUNTAS KEILMUAN PSIKOLOGI
Model Pengembangan Perangkat Pembelajaran

Model pengembangan perangkat pembelajaran memuat langkah-langkah yang harus diikuti dalam pengembangan perangkat. Ada 3 macam model pengembangan perangkat pembelajaran yaitu Model Kemp, Model Four-D, dan Model Dick dan Carey (Ibrahim, 2003).

 

1. Model Kemp

Menurut  Clarence  Schaver  (dalam Suparman, 1997)   bahwa pengembangan perangkat pembelajaran merupakan perencanaan secara akal sehat untuk mengidentifikasi masalah belajar dan mengusahakan pemecahan masalah tersebut dengan menggunakan suatu rencana terhadap pelaksanaan, evaluasi, ujicoba, umpan balik dan hasilnya. Sedangkan Hamreus (1971) dalam Suparman, (1997) menyebutnya secara singkat sebagai proses yang sistematik untuk meningkatkan kualitas kegiatan instruksional (pembelajaran). Dari kedua pengertian tersebut menitikberatkan pengertian pengembangan instruksional  pada tujuan dan maksudnya yaitu memecahkan masalah belajar, meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran atau meningkatkan kondisi-kondisi belajar.

perangkat pembelajaran menurut Kemp adalah:

a. Problema pembelajaran dan analisis tujuan.

Pada tahap ini dilakukan analisis problem pembelajaran dan analisis tujuan kurikulum yang berlaku untuk pokok bahasan yang akan dikembangkan perangkatnya. Tahapan ini disebut juga analisis ujung depan, analisis kebutuhan belajar, penilaian hasil belajar.

b. Analisis karakteristik siswa

Pada  awal   perencanaan   sangatlah   perlu   untuk    memperhatikan   ciri, kemampuan dan pengalaman siswa, baik secara kelompok maupun individu (Kemp, 1985: 62). Analisis siswa meliputi karakteristik siswa antara lain: kemampuan akademik, usia dan tingkat kedewasaan, motivasi terhadap pelajaran, pengalaman, keterampilan mekanis, kemampuan bekerja sama dan ciri-ciri sosial yang lain.

Analisis siswa bertujuan untuk mengetahui keadaan dan latar belakang siswa yang secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi hasil belajar siswa. Hasil analisis ini dapat dijadikan salah satu bahan pertimbangan dalam mengembangkan perangkat pembelajaran.

c.  Isi   mata   ajar   dan   analisis   tugas   yang   berkaitan  dengan penetapan tujuan pembelajaran

Analisis tugas adalah kumpulan prosedur untuk menentukan isi satuan pelajaran. Analisis tugas mencakup :

1)    Analisis  isi mata ajar

Analisis struktur isi adalah perincian isi materi ajar pokok bahasan atau ketrampilan yang mencakup aspek kognitif  dan psikomotor. (Kemp, 1994).

2)  Analisis Prosedural.

Analisis      prosedural    digunakan    untuk   mengidentifikasi     tahap-tahap

penyelesaian tugas sesuai dengan pokok bahasan.

3) Analisis Proses Informasi

Bertujuan untuk mengelompokkan tugas yang akan dilaksanakan oleh siswa di dalam setiap kali pertemuan.

4) Analisis Konsep.

Analisis konsep adalah kegiatan mengidentifikasi konsep-konsep utama dari pokok bahasan.

d.  Perumusan Tujuan Pembelajaran.

Rumusan tujuan pembelajaran adalah rumusan tujuan tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa. Pernyataan-pernyataan ini perlu dianalisis untuk menentukan keterampilan-keterampilan yang perlu dipelajari,  kondisi penerapannya dan  kriteria keberhasilan kinerja.

Menurut Kardi (2003) daftar rumusan tujuan pembelajaran yang terlalu banyak akan cenderung menurunkan percaya diri siswa utnuk mencapainya. Tiga atau empat tujuan pembelajaran yang dirumuskan secara umum , yang rumusannya menggunakan bahasa yang dapat dipahami siswa dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa.

e. Penyusunan Instrumen Evaluasi.

Langkah selanjutnya dalam pengembangan perangkat adalah penyusunan instrumen evaluasi. Tujuan penyusunan instrumen evaluasi ini adalah untuk mengembangkan butir soal yang paling cocok untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran khusus (indikator).

Evaluasi merupakan suatu alat untuk mengukur terjadinya perubahan tingkah laku pada diri siswa setelah pembelajaran berlangsung.

Tes hasil belajar dapat digunakan untuk  ; (1) menentukan urutan prestasi siswa, (2) menentukan sasaran belajar mana yang telah atau belum dikuasai oleh siswa.  Sasaran  belajar yang dicapai yaitu hasil belajar yang dikuasai oleh siswa

terhadap ilmu atau keterampilan tertentu (Kardi, 2002).

Untuk mengatahui sejauh mana kemampuan dasar yang ditargetkan       dapat dikuasai oleh siswa digunakan metode Prinsip Acuan Kriteria (PAK). Dengan demikian butir soal harus mencerminkan indikator (Depdiknas, 2002)

f. Pemilihan Strategi atau langkah-langkah pembelajaran.

Kegiatan  ini  bertujuan  untuk  memilih  dan merencanakan kegiatan belajar

berdasarkan bahan yang berkaitan dengan sasaran belajar agar dapat          dicapai    hasil belajar yang maksimal.

g.  Pemilihan Media dan Sumber Belajar.

Keberhasilan   kegiatan   belajar  mengajar bergantung  juga  pada penggunaan sumber pembelajaran dan media pembelajaran yang sesuai. Jika                sumber-sumber pembelajaran dipilih dan disiapkan dengan lebih hati-             hati dapat memenuhi tujuan pembelajaran antara lain; memotivasi siswa,  melibatkan siswa, menjelaskan dan menggambarkan isi subjek, dan memberi  kesempatan  menganalisis sendiri  kinerja  individual (Kemp, 1994).

Menurut  Rustaman (1997)  media  digunakan  sebagai   perantara  untuk menyampaikan pesan dengan menggunakan alat penampil dalam kegiatan pembelajaran, guna mempertinggi efektivitas dan efesiensi pencapaian tujuan pendidikan.

 

 2. Model Four-D

Model pengembangan perangkat ini seperti yang disarankan oleh Thiagarajan, Semmel dan Semmel.  Model ini terdiri dari 4 tahap pengembangan yaitu Define, Design, Develop, and Disseminate atau diadaptasikan menjadi Model 4-P, yaitu Pendefinisian, Perancangan, Pengembangan, dan Penyebaran (Ibrahim,2003)

a. Tahap Pendefinisian (define), ada 5 langkah pokok di dalam tahap ini, yaitu:

1)  Analisis ujung depan, dengan mempertimbangkan kurikulum yang berlaku.

2) Analisis siswa, dengan memperhatikan ciri, kemampuan, pengalaman siswa.

3)  Analisis tugas, mencakup: analisis struktur isi, analisis prosedural.

4) Analisis konsep, mengidentifikasi konsep-konsep yang akan diajarkan, menghasilkan peta konsep

5) Perumusan tujuan, untuk mengkonversikan hasil analisis tugas dan analisis  konsep menjadi tujuan pembelajaran khusus.

b. Tahap Perancangan (design), pada tahap ini dilakukan:

1) penyusunan tes

2) pemilihan media

3) pemilihan format

4) rancangan awal perangkat

c. Tahap Pengembangan (develop), meliputi:

1) validasi perangkat oleh pakar diikuti dengan revisi

2) simulasi

3) uji coba terbatas

4) uji coba lebih lanjut

d.Tahap Pendiseminasian (disseminate), tahap ini merupakan tahapan penggunaan perangkat yang telah dikembangkan pada skala yang lebih luas misalnya di kelas lain, di sekolah lain, oleh guru yang lain.

3. Model Dick dan Carey

Perancangan pengajaran menurut sistem pendekatan model Dick dan Carey, yang dikembangkan oleh Walter Dick dan Lou Carey (Ibrahim, 2003).  Selanjutnya Kardi (2003) menjelaskan ada sembilan langkah dasar untuk menggambarkan prosedur yang dilakukan oleh seseorang apabila menggunakan pendekatan sistem untuk merancang pembelajaran.

Komponen-komponen model pendekatan sistem itu akan diuraikan secara garis besar sebagai berikut (Kardi, 2003):

a. Mengidentifikasi tujuan pembelajaran, untuk menentukan tujuan pembelajatan ini berdasarkan materi kurikulum yang dipergunakan dalam penelitian.

 b. Melakukan analisis pembelajaran, analisis pembelajaran ini untuk menentukan model pembelajaran apa yang perlu dilakukan oleh siswa, untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut perlu dilakukan:

1)      Analisis  tujuan,   analisis  tujuan  ini  untuk  mengidentifikasi  ketrampilan-

ketrampilan subordinat yang harus dipelajari oleh siswa.

2) Langkah-langkah prosedural subordinat, adalah sesuatu yang perlu diikuti oleh siswa untuk mempelajari suatu proses. Analisis ini akan menghasilkan diagram atau charta yang berisi ketrampilan-ketrampilan

c.  Mengidentifikasi tingkah laku awal siswa dan karakteristik siswa 

1) Mengidentifikasi tingkah laku awal siswa, digunakan untuk mengidentifikasi ketrampilan khusus yang perlu dimiliki oleh siswa sebelum melaksanakan proses pembelajaran.. Ketrampilan-ketrampilan khusus ini harus dapat dilakukan oleh siswa agar pembelajaran dapat dimulai dan berjalan secara efektif dan efisien.

2) Karakteristik siswa.

d. Menulis  tujuan  pembelajaran  khusus  (performance objective), kegiatan   ini dilakukan berdasarkan pada analisis pembelajaran dan identifikasi tingkah laku awal siswa. Merumuskan tujuan pembelajaran khusus, berupa pernyataan-pernyataan tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa setelah selesai melakukan pembelajaran. Pernyataan-pernyataan ini perlu dianalisis untuk menentukan ketrampilan-ketrampilan yang perlu dipelajari, kondisi penerapannya dan kriteria keberhasilan kinerja.

e. Mengembangkan butir soal beracuan kriteria, kegiatan ini untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Penekanannya pada ketercapaian tingkah laku yang tersurat di dalam tujuan pembelajaran.

f. Mengembangkan strategi  pembelajaran, meliputi: kegiatan prapembelajaran, presentasi informasi, latihan dan umpan balik, tes, tugas.

g. Mengembangkan/memilih pembelajaran, bergantung pada macam proses belajar-mengajar yang digunakan, tersedianya materi yang diperlukan, dan sumber-sumber yang tersedia.

h. Merancang dan melaksanakan evaluasi formatif, tujuan untuk mengumpulkan data yang akan dipergunakan sebagai dasar memperbaiki program pembelajaran yang telah disusun.

i. Merevisi, tahap terakhir dan tahap pertama dari siklus ulang, ialah merevisi program pembelajaran.

j. Evaluasi sumatif, merupakan evaluasi terakhir tentang keefektivan suatu program  pembelajaran,  pada  umumnya evaluasi sumatif ini bukan merupakan bagian dari proses perancangan pembelajaran.


Komentar :

No Komen : 1
mia :: 23-05-2013 12:28:11
terima kasih, karyanya sangat membantu
:: Reply ::

sama-sama

Nama :
E-mail :
Web :
Komentar :
Masukkan kode pada gambar


    [Emoticon]

Pengumuman PPMB

Artikel Popular

  • Silabus dan RPP Bimbingan Konseling berkarakter
    27-01-2012 18:06:47  (771)
  • Buku Pribadi Siswa untuk BK
    21-02-2012 23:13:55  (310)
  • Pembuatan Alat Peraga Bimbingan Konseling
    14-03-2012 09:09:01  (214)
  • Tes Karakter Orang
    18-02-2012 04:20:47  (205)
  • Saatnya Mengukur Sendiri Tingkat IQ Anda
    12-02-2012 12:43:11  (203)

Pengunjung

    1246226

PENCARIAN ARTIKEL


SILAKAN KETIK KATA KUNCI DIBAWAH INI

SELAMAT DATANG

Website ini dipersiapkan sebagai wadah saling berbagi keilmuan dan media pembelajaran dari berbagai sudut pandang Psikologi, Manajemen Sekolah, Perkembangan Dunia Pendidikan, Agama, Sosial, Budaya, dan Politik di Indonesia. Untuk Pengembangan website lebih lanjut sangat diharapkan masukan, kritikan dan saran yang sifatnya membangun dari pengunjung tercinta. Semoga artikel yang ada di dalam website dapat bermanfaat untuk kita semua, amin.

Motto Hidup

Torehkan Prasasti Hidup Dalam Wujud Keilmuan

Blog Guru Indonesia

Bookmark and Share

HUBUNGI PENULIS

Bagi pengunjung yang mencari informasi lebih jauh terkait artikel di website ini silakan hubungi kami di 081913042100 atau email ndorodemang@kemenag.go.id Trima Kasih.

Hadir di Facebook

Link Partner